Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
Chapter XVI


__ADS_3

Dengan mendramatisasi topik ini, dia berkata,


“Kukira orangtua pasti merupakan penentu terbaik untuk persoalan semacam ini. Mereka pasti, karena terpaksa, mengetahui lebih baik dibanding anak-anak mereka”


“Omong kosong!” ujar Nona Dior, mengakhiri konflik ini dengan singkat.


“Apakah Papa mengatur pernikahanmu dengan Majorie?” Dia melihat dirinya sudah mengusik kakaknya, dan menambahkan, dengan senyuman manisnya,


“Hal seperti itu sungguh keterlaluan, Arthur! Kau jatuh cinta kepada Majorie, dan meminangnya sebelum Papa bertemu dengannya! Benar, bukan?” Tuan Arthur merona dengan wajah muram, berusaha menatap binar-binar menantang di mata adiknya, lalu berpaling, dan menjawab, dengan senyuman lebar malu-malu, “Yah ya! Tapi,” katanya, seraya menguasai emosinya lagi,


“aku tahu Papa akan menyetujui pilihanku, dan dia memang setuju!”


“Tentu saja dia setuju!” Nona Dior mengiakan dengan ramah.


“Dan, kalau dia tidak menyetujuinya, sudah pasti kau akan membatalkannya, dan meminang seorang wanita yang dia setujui!”


“Aku tidak akan berbuat hal seperti itu!” tegasnya penuh semangat. Dia memandang mata adiknya yang dipenuhi binar tawa, meluap-luap tanpa daya selama sesaat, lalu menyerah, seraya berkata dengan suara yang dipaksa keras,


“Oh, sial kau, Caroline! Keadaanku ... berbeda!”


“Tentu saja berbeda!” ujarnya, menepuk lengan kakaknya.


“Tidak seorang pun yang memiliki akal sehat bisa mengajukan keberatan sedikit pun atas pernikahanmu dengan Majorie!” Tangan Tuan Arthur, yang dibalikkan di bawah tangan adiknya, menggenggamnya dengan hangar, dan dia berkata, dengan perasaan malu dari seseorang yang sukar berbicara, “Dia... dia tak ternilai, Caroline. Benar, “kan?” Nona Dior mengangguk, melayangkan ciuman sekilas di kening kakaknya. “Tentu saja! Nah, sementara itu kau akan melihat sendiri Cherry. Belevia akan pergi bersamanya, dan Archard, ke teater malam ini, yang akan memberi kita kesempatan untuk bercakap-cakap dengan nyaman.” Tuan Arthur terkejut.


“Apa? Pemuda itu juga di sini?”

__ADS_1


“Ya, dia menginap di Somme, tapi dia akan berada di sini untuk makan malam bersama kita.”


“Aku tidak mengerti sama sekali masalah ini!” keluhnya.


“Tidak, situasi ini memang menggelikan.” Adiknya membenarkan dengan sikap jail. “Dan, bagian terbaik dari lelucon ini adalah, sekarang setelah tidak ada yang berusaha membujuk mereka untuk bertunangan, mereka tetap rukun-rukun saja kecuali, tentunya, ada keributan kecil-kecilan. Masalah anak sekolahan!”


Nona Dior lalu melangkah pergi untuk mengganti pakaian jalan-jalannya dengan gaun malam, dan saat kembali, dia membawa serta Cherry. Cherry terlihat sangat cantik dan muda. Setelah gadis itu memberi hormat dengan membungkukkan badan dan menyampaikan salam, dengan senyuman malu-malunya yang memikat, ekspresi penolakan Tuan Arthur sedikit mengendur, dan pada saat Archard memperkenalkan diri, dia memperhatikan Cherry dengan ramah, dan membujuk gadis itu dengan gaya kebapakan untuk berbicara dengannya. Adiknya tidak terkejut sebab, sebagai orang yang sangat mementingkan hal-hal remeh, Tuan Arthur selalu cenderung menyukai gadis-gadis yang tata kramanya menunjukkan mereka dididik dan dibesarkan dengan baik. Awalnya, Tuan Arthur bersikap agak kaku dengan Archard, tapi tata krama Archard juga sangat bagus sehingga pada saat mereka bangkit dari meja makan, Tuan Arthur telah memaafkan pemuda itu atas tanda-tanda pesolek pemula dari ujung-ujung bajunya yang tinggi dan upayanya yang sangat tidak baik untuk menata dasinya dengan gaya yang dikenal dengan sebutan waterfall, dan telah memutuskan bahwa pemuda ini tidak berbahaya: sudah pasti pemuda ini akan menumbuhkan keinginannya untuk meniru gaya pesolek: dan rasa hormat yang ditunjukkan pemuda ini kepada orang-orang yang lebih tua menunjukkan dia juga dibesarkan dengan keras. Tuan Arthur mengamati, dengan puas, baik pemuda itu maupun Cherry memperlakukan Caroline dengan rasa hormat yang penuh kasih sayang: tapi ketika rombongan yang akan menuju teater itu telah meninggalkan rumah, Caroline melihat kakaknya mengerutkan dahi. Setelah menunggu beberapa saat, dia bertanya, “Nah, Arthur? Apakah gadis itu tipe biang ribut seperti yang kau duga?”


Tuan Arthur tidak segera menjawab, dan ketika memberi tanggapan dia mengatakannya dengan tatapan serius ke arah adiknya, “Aku berharap kau tidak melibatkan dirimu sendiri dalam sebuah masalah, Caroline.”


“Bagaimana mungkin?” tanyanya, terkejut.


“Demi Tuhan, apakah pikiranmu sudah kacau? Anak yang telah kau pilih untuk kau tolong itu bukan anak yatim piatu yang diambil dari jalanan, tapi anggota sebuah keluarga yang terhormat, pewaris dari apa yang kunilai sebagai, dari apa yang diceritakan gadis itu kepadaku, suatu kekayaan besar, dan dibesarkan oleh seorang bibi yang bisa jadi sebodoh yang kau katakan, tapi dia telah mencurahkan segala kepedulian, perhatian, dan kemewahan kepada gadis itu! Aku bertanya kepadamu, bagaimana perasaan sang bibi terhadap kejadian ini? Sesungguhnya, kau telah menculik gadis itu!”


“Oh, omong kosong, Arthur! Aku tidak berbuat hal seperti itu!”


“Mereka mungkin tidak bisa menyalahkanmu karena menaikkan dia ke keretamu saat kau menemukan dia telantar di jalanan, tapi mereka pasti menyalahkanmu seperti halnya aku, karena tidak mengembalikan dia ke bibinya ketika kau memahami lebih baik masalah ini! Kau bahkan tidak punya alasan untuk percaya bahwa gadis itu telah diperlakukan secara sewenang-wenang!” Caroline terkejut, tapi bertekad untuk membela diri.


“Oh, tidak, tapi ketika gadis itu bercerita kepadaku tentang tekanan yang dibebankan Nyonya Raina kepadanya dan tidak hanya Nyonya Raina tapi juga keluarga Oliver aku menyadari, yang kuyakin kau tidak menyadarinya, gadis itu merasa dirinya terperangkap, dan aku mengasihaninya dari lubuk hati terdalam! Seandainya Archard punya cukup ketegasan untuk memberi tahu ayahnya bahwa dia tidak ingin menikahi Cherry, masalahnya mungkin jadi berbeda, tapi kelihatannya tidak ada satu pun anggota keluarga Oliver yang berani mencegah sang ayah sebab mereka semua takut kalau dia tiba-tiba menjadi sangat marah, berakhir mengalami serangan jantung, dan sangat mungkin meninggal karenanya. Suatu bentuk tirani rendahan, bukan? Tapi, kukira Archard sudah mulai menyadarinya sebab ketika dia kembali ke Etretat, setelah meninggalkan Cherry dalam tanggung jawabku, dia mendapati seluruh keluarga menjadi gempar.


Tidak seorang pun dari keluarganya yang sangat disayangi, rupa-rupanya, berusaha menyembunyikan fakta kaburnya Cherry dari Tuan Besar Oliver, atau untuk menjelaskan kepadanya karena Archard bersama gadis itu maka sangat tidak mungkin gadis itu menghadapi bahaya. Aku mengira Tuan Besar Oliver menjadi sangat marah, tapi bukannya merasa letih atau lesu, dia justru penuh semangat, dan menegur Archard dengan gaya bahasa yang tajam, tanpa menyebabkan dirinya sendiri menderita. Jadi, Archard menjadi marah besar, mengemasi pakaiannya, dan kembali ke Rouen untuk melindungi Cherry dari akal bulus “seseorang yang benar-benar asing”! Aku tidak bisa menyalahkan dia. Kasihan anak itu! Dia sudah mengalami nasib buruk bersama Cherry, dan mendapati dirinya menjadi sasaran tuduhan dan makian adalah hal yang agak terlalu berat baginya. Dia telah berbuat sebisanya untuk membujuk Cherry kembali bersamanya ke Etretat, tapi, kecuali membawanya kembali dengan cara paksa, tidak ada cara lain untuk melakukannya. Dan, kukira dia tidak bisa melakukannya, sebab gadis itu tentu akan berusaha mati-matian melawan, dan kau tahu, yang paling ditakuti Archard adalah semacam tontonan di depan publik yang akan tercipta dari perlawanan itu.”


“Tapi, ini bahkan lebih buruk dari yang kuduga!” seru Tuan Arthur, sangat terkejut. “Tidak puas melibatkan diri dengan keluarga Constantine, kau malah telah memutuskan hubungan keluarga di antara Blanchet muda dengan orangtuanya! Kau salah, Caroline, sangat salah! Aku sudah bisa menduga kau akan berbuat sesuatu yang aneh-aneh kalau aku mengizinkanmu meninggalkan rumah. Blanchet juga! Aku tidak mengira ini mungkin terjadi, seorang anak laki-laki yang sopan bisa bersalah atas pertengkaran tidak patut dengan ayahnya.”


“Arthur Sayang, kau ini sangat payah!” tukas Nona Dior, merasa agak geli. “Aku tidak melibatkan diri dengan siapa pun, dan aku tidak ada kaitannya dengan pertengkaran Archard dengan Tuan Besar Oliver. Sungguh, aku dengan hati-hati menahan diri agar tidak menasihati dia untuk tidak menjadi seorang anak yang sangat patuh walau aku ingin sekali melakukannya! Sebetulnya, aku sangat terkejut saat mengetahui akhirnya kesabarannya ada batasnya sebab meski dalam banyak hal dia pemuda yang sangat baik, aku memang berpendapat dia kurang berani. Aku tidak akan heran kalau kejadian ini membuat Oliver menghargai dan menyayanginya. Hal terbaiknya adalah, setelah menuduh Archard sudah “meninggalkan Cherry kepada seseorang yang benar-benar asing, Tuan Besar Oliver sekarang tidak bisa memarahinya karena kembali untuk melindungi gadis itu. Tentang Nyonya Raina, aku menulis surat yang sopan kepadanya, dengan menjelaskan situasi pertemuanku dengan Cherry, dan memohon padanya untuk memberikan anak itu izin tinggal bersamaku selama beberapa minggu. Menurut Archard, sang bibi mengalami kejang-kejang dan histeria, tapi meski dia belum bersedia membalas suratku, dia telah menunjukkan persetujuannya dengan mengirimkan koper-koper Cherry ke Rouen.”

__ADS_1


††*****††


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.


Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.


Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.


Terima kasih banyak.


________________________________


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!

__ADS_1


Thanks and best regards


__ADS_2