
Keesokan paginya, Nona Dior mengutus pengurus kudanya ke Chateau Voux dengan perintah untuk membawa kuda betina kesayangannya ke Rouen. Si pengurus kuda membawa serta sebuah surat untuk Tuan Arthur. Di dalam surat itu, Nona Dior memberi tahu kakaknya bahwa dia punya seorang kawan muda yang tinggal bersamanya dan dia ingin menghibur kawannya ini dengan ekspedisi berkuda ke berbagai tempat menarik di daerah pedesaan di sekitar.
Ketika kali pertama mengatur tempat tinggalnya sendiri di Versailles, Nona Dior telah membawa serta dua kuda tunggangan, dengan beranggapan dia akan mendapati berkuda, di Rouen, adalah kegiatan sehari-hari seperti halnya di Chateau. Tidak butuh waktu lama untuk membebaskan pikirannya dari kesalahpahaman ini. Di Chateau, dia terbiasa berkuda, sebagaimana biasanya, setiap hari sepanjang hidupnya, entah itu berkuda ke desa, untuk melamar salah satu penyewa ayahnya yang jatuh sakit, atau mengunjungi seorang kawan yang tinggal di lingkungan sekitar, tapi dia segera mengetahui bahwa kehidupan di kota terutama di kota seperti Rouen, dimana jalan-jalan berbatu kerikil yang curam membuat lalu lintas penunggang kuda jarang ditemui sangat berbeda dengan kehidupan di pedesaan. Di Rouen, seseorang berjalan kaki atau menaiki sebuah kereta, seseorang tidak bisa berjalan-jalan ke istal dengan tiba-tiba dan memerintahkan pengurus kudanya untuk memasang pelana baginya. Penting untuk menyediakan waktu bagi kuda untuk dibawa berkeliling rumah: dan bahkan lebih penting lagi si pengurus kuda menemani penunggang kudanya.
Nona Dior mendapati hal ini tidak bisa diterima, dan dengan terus terang mengakui bahwa hal itu merupakan salah satu kerugian tinggal di kota. Dia juga mengakui (tapi hanya kepada dirinya sendiri) hal itu merupakan kerugian karena menjadi seorang gadis tua yang belum menikah: tapi setelah memutuskan bahwa keuntungan tinggal di rumahnya sendiri di Rouen karena tidak ada larangan dari pihak kerabat, lebih banyak daripada kerugiannya, dia tidak berlama-lama mengeluh sia-sia, tapi dalam waktu beberapa minggu mengirim kembali kuda betinanya ke Chateau Voux. Di sana, Tuan Arthur, yang patut dipuji, menjaga kuda itu tetap dilatih dan dirawat untuk bisa digunakan oleh saudarinya kapan pun dia datang menginap.
Nona Dior menyimpan kereta kudanya di Rouen, dan satu kuda tua berwarna kemerah-merahan dan cokelat, yang karena merupakan seorang kawan lama dan sangat dicintai, dia tidak sanggup menjualnya.
Martin membawa kuda betina ke Rouen, tapi dia ditemani oleh Tuan Arthur, yang penuh curiga bahwa adiknya telah bertindak ceroboh dengan tiba-tiba memutuskan menolong orang-orang yang bisa saja penjahat yang menyamar. Sayangnya, Tuan Arthur tiba di Versailles dan hanya mendapati Nona Harrow di rumah. Ketika mengetahui dari wanita itu situasi yang telah membuat Caroline berkenalan dengan Cherry, Tuan Arthur menjadi yakin bahwa kecurigaannya terbukti benar.
“Bagaimana kau bisa begitu bodoh?” tanyanya kepada sang adik, sejam kemudian. “Tak kukira kau bisa menjadi orang bodoh! Apa yang kau ketahui tentang wanita muda ini? Yang benar saja, Caroline”
“Astaga, omong kosong!” potong Caroline. “Kukira kau sudah berbicara dengan Belevia, yang sangat iri terhadap Cherry malang! Dia itu seorang Constantine: anak yatim piatu, yang tinggal bersama salah satu bibinya sejak kematian ibunya, dan karena Nyonya Raina ini kondisi kesehatannya sedang tidak baik, Cherry datang untuk tinggal bersamaku selama beberapa minggu, sebagai semacam pendahuluan sebelum dia muncul di depan umum. Archard Blanchet mengantar dia ke sini, dan”
“Blanchet? Blanchet? Tidak pernah mendengar namanya!” tegas Tuan Arthur.
“Sangat mungkin kau tidak pernah mendengar! Dia masih anak kecil, kukira belum lama keluar dari De Strasbourg. Dia putra dan pewaris Tuan Besar Oliver, yang kuyakin namanya belum pernah kau dengar juga, sebab dia seorang purnawirawan yang tinggal di Ome. Sebuah keluarga dari Loire Valley, dan, sekalipun kau belum pernah mendengar nama mereka, kupastikan mereka sangat terhormat!”
“Oh?” ujar Tuan Arthur, agak tidak bersemangat. Memikirkan dengan cepat informasi ini, dia menguasai kembali emosinya.
“Baiklah!” ujarnya. “Tapi, bagaimana kau tahu gadis ini seorang Constantine? Bukan berarti aku menyukai pertalian itu kalau dia memang benar seorang Constantine! Satu-satunya anggota keluarga itu yang kukenal adalah Damien Constantine”
“Paman Cherry,” sela Nona Dior.
“Yah, aku bisa beri tahu kau ini!” ucap Tuan Arthur. “Dia itu pria yang sangat tidak menyenangkan! Tidak punya tata krama, tidak pernah segan untuk mengabaikan siapa pun yang kebetulan tidak disukainya, menganggap darah bangsawan dan kekayaannya memberi dia hak untuk berbuat semena-mena terhadap orang yang sama-sama berasal dari keluarga kaya atau terhormat seperti dirinya, dan singkatnya sejenis orang berbahaya yang takkan pernah kuharap akan kuperkenalkan kepada adikku!”
__ADS_1
“Maksudmu dia orang yang cabul?” tanya Nona Dior.
“Caroline!” Tuan Arthur berseru tiba-tiba.
“Oh, demi Tuhan, Arthur!” kata Nona Dior dengan tidak sabar. “Aku sudah membuang kearifanku bertahun-tahun lalu! Kalau kau tidak berharap untuk memperkenalkan dia kepadaku, apa lagi maksudmu?”
Dia membelalak mata kepada adiknya.
“Kau kelihatannya tidak punya kehalusan pikiran” keluhnya marah.
“Apa yang akan dikatakan ibuku yang malang, kalau dia mendengarmu berkata-kata tanpa kehalusan budi bahasa seperti itu? Aku bahkan takut memikirkannya!”
“Kalau begitu, jangan dipikirkan?” Nona Dior menyarankan.
“Alih-alih, pikirkan apa yang akan dikatakan Papa! Meski kuyakin itu akan membuatmu ketakutan juga! Di mana kau belajar menjadi begitu tidak jujur, Arthur? Tentang Tuan Damien Constantine, di antara kita saja, kau dan Cherry telah memunculkan keinginan kuat dalam diriku untuk menemuinya! Gadis itu bercerita kepadaku bahwa pamannya punya segalanya kecuali salah saru kekurangan yang tadi kau jelaskan kepadaku: dan kau menambahkan satu kekurangan yang, tentunya, sama sekali tidak diketahui gadis itu. Dia pasti benar-benar seorang monster!”
“Tapi, aku tidak pernah bertemu seorang monster!” seru Nona Dior.
“Oh, yah! Kukira itu hanyalah sebuah tipuan, dan dia sama seperti pria lainnya!”
“Aku harus menolak membicarakan pria itu denganmu. Kukira sangat tidak mungkin kau bertemu dengannya. Tapi, kalau suatu kesempatan sial menyebabkan dia menemuimu, aku pasti tidak menjalankan kewajibanku bila aku tidak memperingatkanmu untuk tidak mengobrol dengannya, Adikku Sayang! Reputasinya bukanlah reputasi seorang pria yang berkelakuan baik. Dan, kalau kita bicara soal penipuan, alasan apa yang kau punya dengan mengira kau bukanlah korban dari penipuan itu? Aku tidak berusaha menyembunyikan darimu bahwa aku sama sekali tidak yakin gadis ini selugu yang kau percayai. Aku tahu dari Belevia Harrow dia kabur dari wali sahnya, dan dengan ditemani seorang pemuda! Itu bukan tingkah laku orang yang lugu sungguh, itu hal paling mengejutkan yang pernah kudengar dan aku takkan heran kalau dia pasti mencoba menarik perhatianmu!”
“Kau tahu, Arthur, tidak ada yang mendengarmu berbicara hal-hal bodoh seperti itu akan percaya kau punya akal sehat lebih dari nol! Bagaimana kau bisa begitu dungu sampai menghiraukan apa yang dikatakan Belevia? Dia sudah yakin sejak awal Cherry bersekongkol menggantikan posisinya di rumahku, tapi kau bisa merasa tenang tentang gadis itu! Cherry pewaris penting jauh lebih banyak uangnya daripada aku, kukira! Dia tidak akan mendapatkan warisannya sampai usianya dewasa, tapi dia menikmati apa yang kunilai sebagai pendapatan yang cukup banyak. Tuan Constantine, yang menjadi walinya, membayarkan uang itu kepada Nyonya Raina, dan sangat jelas bagiku jumlah uang itu pasti sangat banyak sebab Nyonya Raina memberi Cherry apa yang disebutnya uang saku, dan seorang gadis dengan kondisi keuangan kurang makmur akan berpikir dirinya beruntung menerima tunjangan untuk menutupi biaya seluruh pakaiannya. Nyonya Raina membayar setiap pakaian yang dikenakan anak itu dan, meski dia kelihatannya merupakan seorang wanita bodoh, aku harus akui bahwa seleranya sangat bagus. Aku akan meragukan kalau dia pernah memperhitungkan biaya apa pun yang dia keluarkan untuk Cherry. Tidak ada kain popelin atau kain muslin berwarna yang murah untuk Nona Constantine!” Dia tertawa tiba-tiba.
“Elle mengosongkan kopernya, dan aku bisa katakan bahwa Cherry jadi dipandang tinggi olehnya. Dia memberitahuku, dengan suara penuh hormat, bahwa Nona Constantine punya segala barang dengan kualitas terbaik! Tentang dirinya yang kabur bersama Archard, situasinya tidak begitu. Dia kabur dari Ome, dan Archard dengan baiknya bertindak sebagai pengantarnya. Bibinya sudah dengan bodohnya membawa gadis itu ke sana untuk berkunjung, dan tekanan besar dibebankan kepada Archard untuk meminang gadis itu, dan kepada Cherry untuk menerimanya. Rupanya, rencana ini sudah dibuat bertahun-tahun lalu oleh ayah mereka masing-masing, yang merupakan sahabat sejati. Archard percaya, itulah satu-satunya alasan ayahnya atas upaya sangat keras untuk menyukseskan perjodohan ini, tapi aku curiga kekayaan Cherry sangat berhubungan dengan itu semua. Tanah yang diwarisi gadis itu dari ayahnya, kusimpulkan, terletak cukup dekat dengan Etretat sehingga membuat keluarga Blanchet sangat ingin mengakuisisinya. Cukup dapat dimengerti, kau akan berkata, tapi bisakah kau membayangkan sesuatu yang lebih bodoh, pada hari dan zaman ini, ketimbang upaya memaksakan dua anak mereka masih terbilang anak-anak, dan untuk menikah padahal mereka selama ini bagai kakak-adik sejak kecil?” Tuan Arthur menyimak adiknya dalam diam, dan tidak segera menanggapinya. Namun, setelah beberapa saat, dia mengatakan dengan aksen sombong bahwa dirinya bukan pendukung kebebasan yang diberikan pada generasi modern.
__ADS_1
††*****††
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.
Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.
Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.
Terima kasih banyak.
________________________________
Baca Juga Novel saya yg satunya ya…
LAYLA AL-MADANI
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..
“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.
“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”
Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.
By the way Enjoy it!!!
__ADS_1
Thanks and best regards