
Pada saat Nona Dior telah mengucapkan selamat tinggal kepada tamu-tamu terakhir yang masih tinggal, dia merasa lebih lelah daripada yang pernah dia rasakan sebelumnya di penghujung sebuah pesta. Semua orang, kecuali dirinya dan, barangkali, Tuan Constantine kelihatannya menikmati pesta itu, yang dia anggap sebagai sedikit pelipur baginya karena telah melewatkan malam yang sangat tidak menyenangkan. Cherry dalam keadaan yang dia sebut riang gembira akan pesta itu gadis itu berharap pestanya bisa berlangsung selamanya! Nona Dior, yang hampir tidak bisa menahan rasa geli, menyuruhnya pergi tidur, dan hendak mengikutinya ketika dia mendapati Anash mencegahnya, jelas sekali menunggu kesempatan untuk berbicara dengannya. Nona Dior berhenti, seraya menatap dengan pandangan penuh tanya, dan Anash, tanpa disadari menjadikan malam nyonyanya menjadi tidak menyenangkan dengan mengungkapkan sambal memamerkan senyuman dari seseorang yang membawa kabar gembira bahwa Tuan Arthur telah tiba di Rouen, dan berharap Nona Dior menemuinya sebentar sebelum pergi tidur.
“Tuan Arthur?” Nona Dior mengulangi dengan bingung. “Di sini? Astaga, apa yang telah terjadi sehingga membuatnya datang ke Rouen pada jam selarut ini?”
“Nah, jangan khawatir, Nona Caroline!” Anash berkata, dengan gaya kebapakan. “Ini hanya masalah sakit gigi yang dialami Tuan Luke, dan yang Nyonya Besar Dior pikir mungkin itu abses, jadi dia ingin segera membawanya ke Tuan Westcott. Tuan Arthur tiba dua puluh menit sebelum Anda turun untuk makan malam, tapi ketika beliau melihat Anda sedang mengadakan pesta jamuan makan, beliau menyuruh saya untuk tidak mengatakan apa pun kepada Anda tentang hal ini sampai pestanya berakhir. Tuan Arthur mengenakan pakaian berkuda, dan tidak membawa pakaian malam, dan tidak ingin menghadiri jamuan makan itu dalam kondisi kotor. Yang tentu saja sangat bisa dimaklumi. Jadi, saya menyuruh Jane untuk merapikan tempat tidur di kamar tidur biru, Nyonya, dan saya sendiri sudah membawakan makan malam untuknya, yang saya tahu itulah yang akan Anda inginkan untuk saya lakukan.”
Nona Harrow, yang telah berhenti dalam upayanya yang agak sia-sia untuk merapikan kembali ruang tamu guna mendengarkan percakapan ini, berseru, “Oh, kasihan Tuan Arthur! Seandainya aku tahu! Aku akan segera naik untuk memastikan dia merasa nyaman aku tidak bermaksud mengatakan Jane tidak bisa dipercaya, sebab dia gadis yang sangat bisa diandalkan, tapi tetap saja! Si kecil Luke tersayang juga! Ayahnya pasti menderita, sebab tidak ada yang lebih buruk dari rasa sakit yang dialami saat sakit gigi, terutama jika ada abses, sebagaimana yang ku ketahui dengan baik, sebab aku tidak akan pernah melupakan siksaan yang kurasakan ketika aku”
“Luke-lah yang menderita sakit gigi, bukan Arthur!” sergah Nona Dior, memotong monolog ini tanpa sopan santun.
“Yah, aku tahu, Sayang, tapi melihat penderitaan sang anak, mau tak mau membuat seorang ayah yang penyayang juga ikut menderita!” ujar Nona Harrow.
“Oh, omong kosong!” kata Caroline, dan pergi ke atas untuk mengetuk pintu kamar tidur biru.
Dia mendapati kakak laki-lakinya sedang membolak-balik halaman majalah yang telah disediakan Anash baginya. Sebotol brendi diletakkan di meja kecil di dekatnya, dan dia memegang gelas, yang, saat saudarinya masuk, isinya dia habiskan sebelum menaruhnya di meja dan berdiri untuk menyapanya. “Nah, Caroline!” katanya seraya memberi salam dengan mengecup pipinya.
“Kelihatannya aku telah datang mengunjungimu pada saat yang tidak tepat, bukan?”
__ADS_1
“Aku tentunya berharap kau memberitahuku tentang kedatangan ini, supaya aku bisa punya waktu untuk mempersiapkan kunjungan mu.”
“Oh, tidak perlu mencemaskan hal itu!” ujarnya. “Anash telah mengurusku dengan sangat baik. Masalahnya, tidak ada waktu untuk memberitahumu karena aku terpaksa meninggalkan Chateau dengan tergesa-gesa. Aku yakin Anash sudah memberitahumu penyebab kedatanganku ke sini?”
“Ya, aku tahu Luke menderita sakit gigi,” jawab Nona Dior.
“Benar sekali,” Tuan Arthur mengangguk. “Sakit giginya tiba-tiba memburuk sore ini, dan kami takut mungkin ada abses yang terbentuk di akarnya. Kemungkinan besar, itu hanyalah bisul bernanah pada gusi, tapi bagi Majorie, satu-satunya solusi hanyalah membawa Luke ke Rouen supaya Westcott bisa memeriksanya, dan menilai apa yang sebaiknya dilakukan.”
Sesuatu dalam sikap Tuan Arthur, yang kelihatannya seperti sikap seseorang yang dengan gembira mengulangi kata-kata yang sudah dilatihnya, membuat Nona Dior segera curiga. Dia berkata, “Rasanya tidak perlu sampai membawa seorang anak menempuh perjalanan jauh untuk mencabut satu gigi. Tentu akan lebih baik membawanya ke Frome?”
“Ah, kau memikirkan si tua Melling, tapi Majorie tidak percaya kepadanya. Kami sangat dianjurkan untuk membawa Luke menemui Westcott. Tidaklah baik, kau tahu, mengabaikan nasihat dari seorang sumber yang tepercaya. Maka itulah aku pergi mendahului Majorie, untuk meminta Westcott melakukan apa pun yang menurutnya harus dilakukan besok, dan untuk menanyakan kepadamu, Adikku, jika mereka boleh tinggal denganmu selama satu-dua hari.”
“Majorie dan Luke,” jelas Tuan Arthur, “Dan perawat, tentunya, untuk menjaga anak-anak.”
“Apa Majorie membawa bayinya juga?” tanya Nona Dior, dengan suara yang dikendalikan dengan hati-hati.
“Ya oh, ya! Yah, Majorie tidak bisa mengurus Luke sendirian dan dia tidak mungkin diharapkan untuk meninggalkan bayi tanpa perawat yang mengurusnya, kau tahu itu. Tapi, mereka tidak akan menyusahkanmu, Caroline! Dalam rumah besarmu ini, pasti ada kamar untuk dua anak kecil dan perawat mereka.”
__ADS_1
“Benar sekali! Sama benarnya mereka tidak akan menyusahkan aku! Tapi, mereka akan sangat menyusahkan pelayan-pelayanku, yang tidak satu pun dari mereka terbiasa bekerja dalam sebuah rumah yang memiliki kamar bayi untuk dilayani. Jadi, kalau kau bermaksud membebankan keluargamu kepadaku, aku mohon kau juga akan membawa serta pelayan yang melayani kamar bayi dalam rombongan.”
“Tentu saja kalau memang merepotkan bagimu untuk menerima keluargaku”
“Sangat merepotkan!” potongnya. “Kau tahu betul ada Cherry Constantine yang tinggal bersamaku, Arthur! Aku heran kau mengharapkan aku menjamu Majorie dan anak-anakmu pada saat seperti ini.”
“Harus kuakui, kukira keluargamu sendiri lebih berhak mendapat perhatianmu daripada Nona Constantine,” ujar Tuan Arthur, dengan nada tersinggung.
“Kau sama sekali tidak berhak mendapat perhatianku!” Nona Dior menjadi marah. “Cherry juga tidak! Atau siapa pun! Itulah alasan aku meninggalkan Chateau dan datang ke Rouen, untuk menjadi nyonya di rumah sendiri, tidak bertanggung jawab kepada dirimu atau siapa pun, atas apa yang ku pilih untuk dilakukan, dan tidak menjadi bibi perawan tua! Terutama tidak itu! Seperti Nona Vernham, yang hanya berharga atas bantuan yang dia berikan kepada saudarinya, bisa diandalkan untuk menjaga anak-anak kapan pun Tuan dan Nyonya Vernham ingin pergi bersenang-senang ke Paris, tapi pada lain waktu sangat dibatasi kegiatannya. Dia tidak bisa melarikan diri sebab dia tidak punya uang untuk melakukannya. Tapi, aku punya banyak sekali uang, dan aku memang melarikan diri!”
“Kau ini bicara omong kosong!” sanggah Tuan Arthur. “Aku ingin tahu tuntutan apa yang pernah diminta darimu ketika kau tinggal bersama kami!”
“Oh, tidak ada! Tapi, kalau seseorang tinggal di rumah orang lain, dia terikat untuk berbagi tugas yang ada, dan siapa yang bisa tahu berapa lama lagi sebelum kau dan Majorie mengatakan, Oh, Caroline akan mengurusnya! Dia tidak punya hal lain untuk dilakukan!”
“Aku sungguh percaya akal sehatmu menjadi kacau!” seru Tuan Arthur. “Semua cacian ini hanya karena aku berusaha memintamu untuk memberi tumpangan bagi istri dan anak-anakku selama beberapa hari! Percayalah, Caroline”
“Kau tidak memintaku, Arthur! Kau membuat aku mustahil untuk menolak dengan mengatur agar Majorie berangkat ke Rouen besok pagi, dan mengetahui aku akan dipaksa untuk mengizinkan mereka tinggal di sini.”
__ADS_1
“Yah, aku terpaksa melakukan tindakan yang tergesa-gesa ketika Luke menangis kesakitan,” katanya merajuk. “Dia terbangun sepanjang malam, asal kau tahu, dan sekarang kau mengharapkan aku menulis surat kepadamu melalui pos, lalu menunggu kau menjawabnya?”
“Sama sekali bukan itu! Yang aku harapkan darimu untuk dilakukan, seandainya aku tahu tentang hal ini, adalah membawa Luke ke Melling begitu dia mengeluhkan sakit giginya apa pun pendapat Majorie tentang kemampuannya! Astaga, seberapa besar kemampuan yang dibutuhkan untuk mencabut satu gigi susu? Aku yakin Dr. Tarporley akan mencabutnya dengan cepat dalam sekejap mata, dan membuat Luke bisa tidur nyenyak malam ini!”