Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
CHAPTER LIII


__ADS_3

Namun, ini tidak berhasil. Cherry, setelah berhenti merajuk lalu merasa menyesal dan menangis sesenggukan, tidak ingin menikmati kelegaan karena mencurahkan penyesalannya yang mendalam kepada Nona Dior yang enggan mendengarkan. Butuh waktu lama sebelum Cherry dapat diyakinkan kesalahannya dalam berbicara sama-sama disebabkan oleh kesalahan Nona Harrow juga dirinya dan ketika dia akhirnya disadarkan untuk menerima kepastian bahwa pelanggarannya yang disayangkan, tapi sangat dapat dimengerti terhadap norma kesopanan yang di dalamnya dia telah dibesarkan, tidak membuat dia tak termaafkan, hal itu malah hanya membuatnya merasakan penyesalan diri yang mendalam karena telah begitu lupa akan semua utang budinya kepada Nona Dior sehingga dia telah mendesak Nona Dior untuk membawanya ke Pesta Dansa Resmi, dan kemudian berkelakuan seolah dia telah dilahirkan di sebuah perkampungan miskin.


Pada saat Nona Dior berhasil menyuruh Cherry pergi tidur dengan pikiran yang lebih riang, waktu sudah berjalan hampir satu jam, dan dia sendiri merasa sangat lelah dan cenderung ingin meringkuk di tempat tidur tanpa memakai topi tidurnya. Tentu saja, itu sama sekali tidak bisa dilakukan, dan dia sedang mengikat tali di bawah dagu ketika ketukan lain terdengar di pintunya, yang segera disusul oleh kemunculan Nona Harrow, juga dalam keadaan bercucuran air mata, dan lebih cerewet daripada biasanya. Dia telah datang, katanya, untuk menjelaskan kepada sepupunya tersayang bagaimana bisa terjadi sampai dia membiarkan perasaannya menguasai dirinya. Caroline berkata dengan letih, “Tolong jangan, Belevia! Aku terlalu capek untuk mendengarkan, dan tidak mampu berpikir apa pun kecuali tempat tidurku. Sayangnya, hal itu memang memalukan, tapi sudah terlalu banyak yang dikatakan tentang hal itu. Mari kita lupakan saja!”


Namun, inilah yang Nona Harrow tegaskan tidak mampu dilakukannya. Dia tidak akan mencegah Caroline tidur. “Aku tidak akan tinggal lebih dari satu menit,” ujarnya. “Tapi, aku tidak akan mampu memejamkan mataku sepanjang malam kalau aku tidak memberitahumu bagaimana perasaanku tentang kejadian ini.”


Kenyataannya, dia tetap tinggal selama dua puluh menit, dengan berkata, “Hanya satu kata lagi!” setiap kali Caroline berusaha menyingkirkannya: dan mungkin akan tinggal selama dua puluh menit lagi seandainya Elle tidak berjalan masuk, dan mengatakan kepada Nona Harrow, dengan nada suara melarang, sudah waktunya dia pergi tidur, bukannya mengoceh kepada Nona Caroline sampai membuat pusing. Nona Harrow merasa tersinggung, tapi dia bukanlah tandingan Elle, dan setelah berhenti sebentar hanya untuk mendesak Caroline agar meminum beberapa tetes laudanum jika dia mendapati dirinya sulit tidur, dia menyampaikan selamat malam yang penuh sayang kepada Caroline dan akhirnya pergi.


“Ada satu orang yang punya lebih banyak penampilan daripada kecerdasan, dan perkataan yang tidak bermutu,” Elle berkata dengan cemberut. “Ada baiknya juga saya sendiri tidak pergi tidur, yang saya tidak pernah berniat melakukannya, tidak sekejap pun, sebab saya menduga dia akan datang dan membuat Anda sangat jengkel! Seakan Anda tidak cukup mengalami masalah hari ini!”


“Oh, Elle, sssrc! Kau tidak seharusnya berbicara tentang dia seperti itu,” kata Caroline dengan lemah.


“Saya juga tidak akan berbicara begitu kepada siapa pun kecuali Anda, Nyonya, tapi akhirnya ada gunanya, setelah bertahun-tahun ini saya menjaga Anda, jika saya tidak bisa mengutarakan pendapat saya pada Anda. Berikutnya Anda akan berkata kepada saya bawa saya tidak berhak untuk mengusirnya!”


“Tidak, aku tidak akan begitu,” desah Caroline. “Aku terlalu berterima kasih kepadamu karena telah menolongku! Tidak ada sesuatu pun yang menyusahkan aku, tapi karena sebab tertentu, aku menjadi marah mungkin karena catatan keuanganku tidak beres-beres!”

__ADS_1


“Dan, mungkin untuk banyak alasan lainnya, Nyonya!” ujar Elle. “Saya tidak berkomentar apa pun, dan saya juga tidak ingin mengemukakannya sebab Anda-lah yang mengetahui betul urusan Anda sendiri.” Dia menyelimuti Caroline, dan mulai menarik tirai di sekitar tempat tidur. “Bukan berarti saya tidak tahu bagaimana perkembangan situasi saat ini dan antisipasinya pada masa mendatang, sebab saya bukanlah orang bodoh, dan saya tidak tinggal dekat Anda sejak Anda keluar dari kamar bayi tanpa mengenal Anda lebih baik daripada yang Anda pikirkan, Nona Caroline! Sekarang, pejamkan mata Anda, dan tidurlah!”


Nona Dior ditinggalkan dengan mempertanyakan berapa banyak anggota staf rumah tangganya yang juga mengetahui apa yang terjadi saat ini dan pada masa datang, dan tertidur dengan berharap dia sungguh mengetahui betul urusannya sendiri.


Tidur tidak banyak bermanfaat, tapi memang mengembalikan Nona Dior pada sikap tenang dan cerianya yang biasa, dan memungkinkan dia untuk mendukung, dengan ketenangan hati yang patut dipuji, riuhnya perbincangan yang memeriahkan atau membuat buruk suasana di meja sarapan. Untuk hal ini, Cherry dan Nona Harrow-lah penyebabnya. Nona Harrow, bertekad menunjukkan dia tidak memiliki perasaan benci terhadap Cherry, bercakap-cakap dengan gadis itu dengan cara yang sangat riang gembira. Sementara Cherry, karena ingin sekali menebus sahutan kasarnya, menanggapi tindakan inisiatif yang ramah ini dengan keramahtamahan yang sama dan wajah yang penuh minat.


Di tengah-tengah salah satu anekdot kenangan Nona Harrow, sebuah surat yang ditujukan kepada Cherry dibawa masuk oleh Diandre, yang memberitahunya bawahan Nyonya Cheltenham telah diperintahkan untuk menunggu jawaban. Surat itu ditulis dengan terburu-buru oleh Stonehenge, dan begitu Cherry selesai membacanya dia mengeluarkan decit kegembiraan, dan berpaling dengan penuh semangat kepada Nona Dior. “Oh, Nyonya, Stonehenge mengundangku untuk ikut serta dalam rombongan berkuda ke Badminton! Bolehkah aku ikut serta? Mohon jangan katakan aku tidak boleh! Aku tidak akan mendesak Anda, tapi aku ingin mengunjungi Badminton dibanding semua tempat lainnya, dan Nyonya Cheltenham tidak berkeberatan terhadap rencana itu, dan hari ini sungguh cerah”


“Berhenti, berhentilah!” mohon Nona Dior, tertawa kepadanya. “Siapa aku hendak menentang apa yang telah disetujui Nyonya Stinchcombe? Tentu saja kau boleh pergi, dasar bodoh! Siapa saja yang akan menjadi bagian rombonganmu?”


“Sempurna!” kata Nona Dior, dengan sikap serius yang sepantasnya.


“Aku yakin Anda akan berkata begitu! Kupikir Tuan Curtis merupakan salah seorang paling siap membantu yang pernah ada! Bayangkan saja, Nyonya, dia mengadakan ekspedisi ini hanya karena dia mendengar aku berkata kepada seseorang di Ruang pompa kemarin aku lupa siapa orang itu, dan itu tidak penting aku belum pernah mengunjungi Badminton, tapi sangat berharap bisa berkunjung ke sana. Dan, bagian terbaiknya adalah,” dia menambahkan dengan sangat gembira, “dia dapat membawa kami ke dalam rumah itu, sekalipun hari ini kebetulan bukan hari berkunjung karena dia sudah sering tinggal di sana, karena menjadi teman Tuan Besar Worcester, kata Stonehenge!”


††*****††

__ADS_1


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!


Thanks and best regards

__ADS_1


“Saya yang di teras nunggu balesan chatnya”


__ADS_2