
Aku pasang alarmku biar bisa bangun jam 06.00 ( biasanya aku bangun jam 8 h h h ketahuan malesnya ya ).
tilulit ... tilulit ... tilulit ...
Dengan malas aku bangun, kupaksakan kakiku turun dari ranjang dan mataku untuk terbuka. Segera ke kamar mandi buat cuci muka dan ke dapur untuk ambil minum.
" Eeee ... anak Mami bangun pagi ..." ledek Mami di depan kompor.
" Awas gosong, ntar dikurangin loh uang bulanan ma Papi" balasku sambil nyomot satu tempe goreng yummy
" Aduh ... duh ... panas " aku berteriak, ternyata tempenya masih panas. Mami tertawa kegirangan.
Aku masih meniup tempe di tanganku dan mataku lagi mengincar telor ceplok di piring satunya.
" Jangan punya pikiran telor ini kamu gado ya" ujar Mami menyingkirkan incaranku.
" Huuu Mami pelit! "
" Enak aja pelit! kalo Mami pelit nggak bakalan Mami kasih kamu makan tau"
" Sudah sana sama Papi kamu, gangguin aja " kata Mami lagi.
Begitulah aku sama Mami suka saling ledek kalau ketemu.
Aku pura pura manyun, menuju meja makan nunggu sarapan bareng Papi.
" Pagi Pi ... " sapaku, Papi dah siap di meja makan sambil baca koran pagi.
__ADS_1
" Kok tumben anak Papi bangun pagi, ada apa?" Papi melipat korannya dan memandangku.
" Mo latihan kerja Pi "
" Oh ya? " Papi tersenyum sambil melorotin kacamata bacany ke hidung.
" Iya Pi, aku nglamar di perusahaan kosmetik. Hari ini ada latihan pengenalan produk"
" Baguslah, apapun pekerjaanmu lakukan dengan senang dan sungguh sungguh" wejang Papi.
" Sarapan dataaanggg " Mami bawa sarapan nasi goreng, telor ceplok, dan tempe goreng.
" Jatah tempemu sudah berkurang satu lho Din! No tambah tambah, okey?!" saat meletakkan piring tempe goreng. Piring sengaja dijauhkan dari jangkauanku, dasar Mami suka usil! gerutuku dalam hati.
Kami sarapan diselingi obrolan obrolan ringan soal apa aja.
" Wokelah ayo " jawab Papi.
Begitulah keluarga Kami, Mami Papi demokratis sekali sama Kami anak anaknya. Oh ya, aku punya adik laki laki yang sekarang sedang kuliah di Jakarta. Mereka tidak pernah melarang Kami melalukan sesuatu hal baik. Mereka selalu support dengan apa yang Kami suka dan kerjakan.
≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sesampai di kantor, aku langsung ke lantai 2 tempat pelatihan berlangsung atas petunjuk Pak Ibram, satpam kemarin itu. Beliau minggu ini shift pagi sampai sore.
Aku datang lebih awal dari jadwal yang ditentukab.
" Absen dulu Mbak" sapa cewek cantik imut berwajah oriental bersuara manja. Anneke namanya, dia asisten Mbak Erni.
__ADS_1
" Siapa namanya?" tanyanya.
" Riandini Mbak"
" Oh, ini absen nomer 9"
Aku segera menandatangani kertas absen itu. Di sana sudah ada 2 tandatangan lainnya. Aku hampiri 2 orang yang sudah datang.
" Hai, sudah lama?" aku membuka obrolan dengan mereka.
" Barusan juga kok" jawab si baju Biru.
" Kenalin aku Riandini, panggil aja Dini"
" Aku Lestari"
" Aku Febi"
tak berapa lama yang lainnya datang, kami saling mengenalkan diri. Tak berapa lama ada tepuk tangan menggema di ruangan tersebut. Seorang cowok ganteng, tinggi, kulit sawo matang, dan bermata coklat datang. Dan aku sedikit terkejut, heran, dan geli karena cowok gagah itu sedikit melambai tingkah lakunya. Tau kan cowok melambai ....
" Shay ... Shay ... mohon perhatiannya ya. Hari ini kita mulai latihan mengenal produk kosmetik kita. Mengenai kegunaannya, kandungan bahan bahannya, dan cara pengaplikasiannya supaya hasilnya cantik"
Aku yang selama ini hanya kenal sabun wajah dan bedak saja, jadi kenal bermacam macam jenis kosmetik. Sampai puyeng aku menghapal nama dab kegunaannya. Maklumlah aku agak sedikit tomboy menurut Mamiku. Bedak aja jarang aku pakai kalo nggak Mami yang ngingetin.
" Moso anak gadis mukanya licin gitu, binaragawan aja kalah licinnya"
Dih!! cantik mulus gini disamain licinnya sama binaragawan. Mami tega .... hiks
__ADS_1