Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
PHP


__ADS_3

Aku sudah menjelaskan sama nenek kalau mereka, Pak Andre sama Koh Tony hanya teman kerja nggak lebih.


"Besok jam berapa Rian?" tanya Pak Andre setelah acara tiup lilin dan ramah tamah keluarga.


"Setelah jam 8 ya Pak" jawabku


"Bangunnya jam segitu ya?" ledek Pak Andre


"Ih, enak aja. Bisa dicuci bersih pakai pemutih Saya kalau bangun jam segitu"


Ha ... Ha ... Ha ....


Tawa Pak Andre membawa Koh Tony yang lagi ngobrol sama Mami jadi permisi untuk bergabung dengan Kami.


"Wah seru nih kelihatannya" Koh Tony menyapa Kami.


"Pak Andre, toko oleh oleh biasanya buka jam segitu. Kalau lebih pagi pegawai nya lagi pada nyapu. Mau mbantuin nyapu?" jelasku pada Pak Andre


"Oh, mau beli oleh oleh? besok Saya antar deh. Mau oleh oleh apa? wingko? bandeng presto? atau apa nih?" antusias sekali Koh Tony nawarin.


"MMM Rian yang mau antar kok" jawab Pak Andre.


"Saya ada mobil, kita bisa bertiga" desak Koh Tony


"Okelah" Pak Andre mengedipkan sebelah mata-nya padaku sambil tersenyum jahil.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya, Pak Andre tanpa setahu Koh Tony nyamperin aku di rumah.


" Saya pengen beli Bandeng presto, lumpia, sama Wingko aja" Pak Andre memberitahuku

__ADS_1


"Kita ke satu toko aja yang komplit oleh olehnya, cuma lumpia-nya beli di tempat lain aja" saranku


"Ya boleh, ntar kamu yang pilihin ya!?" balas Pak Andre


"Ya boleh"


"Eh, Rian bener lho kelihatannya dia ada hati sama kamu" senyum Pak Andre mengalihkan topik


"Itu lagi yang dibahas" balasku


"Beneran! kayaknya dia nggak rela kamu Deket sama cowok lain"


"Di kantor cowok cowok suka minta tolong ke aku Deket Deket ke aku juga biasa aja tuh" belaku


"Tapi apa ada yang berani godain kamu?"


"Mana berani mereka godain? bisa bisa nggak aku bantu"


"Halahh perasaan Pak Andre aja tuh"


"Nggak percaya ya sudah"


Tak berapa lama setelah perdebatan itu, mobil sedan biru metalik masuk ke halaman rumah.


"Hai, pantes aku jemput di hotel nggak ada ternyata dah di sini to?" sapa Koh Tony.


"Iya, Rian yang nyuruh aku ke sini" jawab Pak Andre


Wehhh hla kok saya?, wong dia sendiri yang ujug ujug datang kok


Aku mendelik kesal pada Pak Andre.

__ADS_1


"Mami mana Yang?" tanya Koh Tony


"Ada, bentar ya" aku ke dalam memanggil Mami


"Eh, Mas Tony... mau nganter Mas Andre juga to?" si Mami renyah sekalee


"Iya Mi, mumpung ada mobil jadi bisa nganter Dini" jawab Koh Tony


"Yang mau beli oleh oleh tu Saya kok nganternya ke Dini?" Pak Andre menyela


"Tujuan Saya tuh nganterin Dini yang lagi nganter situ"Koh Tony menegaskan tujuannya


"Sudah sudah pergi bareng bareng yang akur ya, Mami tak lanjut masak dulu" Mami menepuk pundak Koh Tony


"Mam, Saya sekalian pamit setelah beli oleh oleh langsung pulang Jakarta" pamit Pak Andre


"Ya ya, hati hati salam buat keluarga di Jakarta" Pak Andre mencium punggung tangan Mami, aku lihat Koh Tony memalingkan wajah. Sekilas Pak Andre melihat nya dan senyumnya


berkembang lebar.


"Ayo kita kemon" kataku


Kami beriringan menuju mobil Koh Tony.


"Silahkan Yang" Koh Tony membukakan pintu depan untukku


"Biar Pak Andre aja yang di depan Koh" sahutku


"Kita harus menghormati tamu, masa tamu dijejerin sama supir sih. Pak Andre biar di belakang" nada yang tidak bisa dibantah.


Pak Andre cuma nyengir denger itu sambil melet ke Aku

__ADS_1


__ADS_2