
Haaaaiiiii!! .... Apa kabar pembaca tersayang? Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan keberkahan hidup oleh Yang Maha Kuasa, Aamiin
Gimana ceritanya? mohon pendapatnya dong kasih like-nya kalau Pembaca tersayang suka yaa ... atau komen buat kemajuan aku dan jangan lupa vote-nya untuk semangat aku.
Terimakasih sudah mampir mengikuti karyaku.
Salam sayang 💋💋💗
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari yang mendebarkan tiba, hari pernikahanku dengan Koh Tony. Setelah tiga hari masa pingitan dimana aku dan Koh Tony tidak boleh bertemu. Tapi jaman sudah canggih meskipun nggak ketemu langsung masih boleh kok video call-an 😀
Entah sudah kali ke berapa hari ini Koh Tony VC aku. Besok hari bahagiaku, nanti malam aku menjalani acara Midodareni setelah prosesi siraman dan sungkeman. Aku dirias sebagai calon pengantin dengan upacara kerik tadi sore sehabis acara siraman. Dahi-ku dibersihkan untuk persiapan rias pengantin besok.
"Halo Assalamualaikum Yang, baru apa? aku kangen" ujarnya malu malu
"Wa'alaikumsalam. Ni baru dirias sehabis upacara kerik tadi"
"Kalau dirias ntar malam tidurnya gimana?" aku geli lihat wajah polosnya
"Ya merem lah" sahutku cepat
"Nggak gitu maksudku" bingung dia 😀
"Ya seperti biasa lah, make up-nya dihapus dulu. Cuma emang tidurnya jadi agak malem" aku menjelaskan
"Ya jangan malem malem tidurnya, besok jadi malah kurang tidur" aku lihat mukanya jadi cemas
"Woke bos, siyyaap"
"Yang ...."
"Mmm apa?"
"Kamu cantik"
Ha ... ha ... ha .... sontak Ibu perias dan asisten asistennya tertawa senang.
__ADS_1
"Yo mesthiiiiii sopo Sik sing ngrias" celetuk salah satu asisten Baru Bu perias bangga.
Tahu kalau ditertawakan orang orang di sekitarku, dia buru buru pamit.
"Sudah dulu ya Yang, ntar kalau dah sepi sambung lagi. Sampein terimakasih buat Ibu ibu perias ya. Assalamualaikum"
Malamnya dia telepon lagi.
"Hai Yang, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam Koh"
"Mbok jangan panggil Koh gitu lho" protesnya. Tumben berani protes, biasanya semua mau-ku di iya-in aja.
"Lha trus aku panggilnya apa dong?"
"Ya kasih aku panggilan istimewa gitu, panggilan kesayangan" senyum senyum dia
"Sayang gitu?" tanyaku
"Ya boleh" jawabnya cepat
"Lebay gimana? romantis tau! aku panggil Kamu Yang, kamu panggil aku sayang"
"Ih nggak enak bangged di akunya"
"Ayolah Yangg... mau ya?" rayunya
"Lihat besoklah kalau sudah resmi" jawabku sambil menguap
"Janji ya?"
"Aku bilang kan lihat besok, kalau masih rewel aku cuma panggil nama langsung lhoh" ancamku
"Okelah Yayang-nya Koko Tony menang. Selamat bobok ya Cais"
"Whatt? apaan tuh Cais?"
__ADS_1
"Calon Istri! Assalamualaikum" dia tertawa kesenengan.
"Wa'alaikumsalam"
≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah
"Din, ntar selesai akad kamu baru boleh keluar kamar. Jangan mau di VC sama Tony sontoloyo itu" ucap Mami gemes
"Kok sontoloyo sih Mi!" protesku
"Ya sontoloyo! orang nggak boleh ketemu kok malah Vcall, ha Yo podho wae! alias sami mawon" geram Mami. Aku geli ngelihat muka Mami yang gemes gemes jengkel sama Koh Tony.
"Mbok biarin to Mi, wong aku juga suka kok" gelakku
"Haissh kalian sama saja. Tumbu oleh tutup! alias klop"
"Makanya Kami nikah Mi"
"Nikah kalau nggak dioyak otak Yo rak nikah" cibir Mami
"Iya iya Mamiku sayyyaaanggg, Mami ia the best lah. Dah tu acara mau dimulai"
Mami keluar dan tak lama rombongan pengantin pria datang. Tepat jam sembilan pagi Pak Penghulu memimpin acara akad. Dari kamar kudengar Papi menjadi wali nikahku. Dan Koh Tony mengucapkan dengan satu tarikan nafas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Riandini binti Gunarto dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas seberat tujuh puluh satu gram dibayar tunai"
"Saksi?"
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulilah" aku mengucap syukur di dalam kamar dan kemudian dengan dituntun oleh Papi dan Mami aku dibawa keluar.
Dihadapan Koh Tony dan keluarganya Papi menyerahkan aku dengan terbata bata.
__ADS_1
"Ton, Papi serahkan anak perempuan Papi satu satunya untuk Kamu. Tolong jaga, lindungi, rawat, dan sayangi dia seperti kami menyayanginya. Jangan buat dia bersedih apalagi menangis. Bahagiakanlah dia"
"Inshaa Allah Pi, Tony akan selalu menjaga amanah Papi"