Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
CLBK


__ADS_3

Setelah putus dengan Bli Radit untuk mengisi waktu kejombloanku, aku mengambil S2 kelas karyawan yang perkuliahannya di sore hari setelah pulang kerja. Meskipun aku jarang masuk kelas karena sering lembur tapi tugas tugas yang diberikan dosen selalu aku selesaikan tepat waktu. Seperti sekarang aku akan mengumpulkan tugas ke kampus. Saat keluar halaman kantor sepertinya ada yang mengikuti motorku, ya hari itu aku bawa motor ke kantor. Aku lirik spion kananku ada banyak motor motor saling berkejaran memburu waktu dan beberapa mobil dan sepertinya tidak ada yang mencurigakan.


Sampai di lampu merah dekat pengkolan kampus aku lihat sebuah station wagon warna biru berusaha mendahului motor dan kebetulan traffic light berwarna merah. Station wagon itu ada di sampingku. Si sopir tidak terlihat wajahnya karena sedang memalingkan wajah ke kanan dan tertutup topi. Setelah lampu traffic hijau aku segera mengarahkan motor menuju kampus, sesampai di halaman kampus aku lihat station wagon itu berlalu melewati kampusku. Kok aku punya feeling nggak enak ya sama itu mobil. Ahh sudahlah ...


Keesokan harinya karena tidak ada kelas dan juga aku nggak lembur, aku pengen jalan jalan ke mall mungkin mampir liat bioskop kalau ada film bagus.


Kejadian seperti kemarin, perasaan aku ada yang mengikuti perjalanan pulangku. Aku tengok spion kanan, kelihatannya aman banyak motor dan mobil membelah jalanan. Aku tengok spion kiriku, aman juga tidak ada yang aneh ... eh tunggu ... itu kan ... itu kan ... mobil station wagon biru kemarin. Waaahhhh aku mulai grogi mengendarai motorku sampai motor di samping kananku mengklakson secara beruntun karena aku semakin ke tengah hampir mepet dia.


"Maaf ... maaf ...!" seruku


"Jo ngalamun Mbaakkk!" serunya pula.


Di traffic light kesempatan melarikan diri dari mobil biru itu datang. Lampu merah kurang empat hitungan lagi dari jarakku aku memacu motorku berusaha melewati traffic light itu sebelum lampu merah menyala. Dan berhasil .... aku lihat mobil biru itu terjebak di lampu merah.

__ADS_1


Dengan tenang aku masuk ke Mall untuk cuci mata. Dan iseng aku ke bioskop apakah ada film bagus. Lihat lihat ehh ternyata ada film Frozen II tapi sudah masuk lima menit yang lalu nggak pa pa lah daripada manyun di rumah. Aku masuk ke theater, baru mulai. Aku duduk agak ke belakang sederet hanya terisi tiga kursi saja. Di pojok ada dua orang sepertinya mereka pasangan dan aku di pojok seberangnya. Kursi sebelah kananku kosong. Tak berapa lama seseorang duduk di sebelahku seorang laki laki, karena lampu sudah dimatikan aku tidak begitu jelas melihat wajahnya.


Film mulai dan aku lupa membeli minum dan cemilan, sekarang aku merasa haus. Dudukku jadi tidak nyaman, tiba tiba orang di sebelahku mengulurkan botol air mineral.


"Minum dulu, kamu haus kan?" hahh ... suara yang aku kenal


"Maaf" aku menoleh dan berusaha melihat wajahnya.


"Ya Allah Kooohhh, kamu to!" seruku kaget


"Ngapain sih Koh kamu itu" desisku galak


"Lhah emang aku ngapain? cuma nawarin minum doang" sahutnya santai

__ADS_1


"Dah nih minum dulu, aku cuma pengen ngobrol sama kamu" lanjutnya lagi dengan serius


Mood ku lihat film langsung melorot drastis. Aku jadi pengen cepet cepet pergi dari sana. Aku berdiri dan melangkah keluar dari theater meskipun film belum selesai.


"Kenapa? kan filmnya belum selesai" katanya lagi


"Lha ya silakan lanjutin liat filmnya, siapa suruh ngikutin aku?" ketusku


"Din, kita ngobrol dulu yuk di cafe situ" tunjuknya


"Mau ngobrol soal apa? soal kita sudah selesai Koh" kataku


"Aku mau cerita soal aku, please please ya ... sebentar setengah jam saja" kenapa setiap melihat wajahnya selalu ada rasa kasihan apalagi dengan kata kata memohonnya

__ADS_1


"Oke setengah jam, nggak lebih!" tegasku


__ADS_2