Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
KECEMBURUAN


__ADS_3

Tidak terasa dua tahun sudah aku bekerja di PT Majapahit. Dan Kami sangat akrab tanpa membedakan status, ras, agama, atau apapun itu. Di sini ada keturunan Jawa, Sunda, Batak, Tionghoa, Dayak pun juga ada.


Karena ruanganku campur dengan ruang manajer dan sales hibunganku dengan mereka pun juga lebih akrab.


"Rian, ntar pulang kerja ada acara nggak?" tanya Mbak Wati. Selama dua tahun aku kerja di sini Kami, aku dan Mbak Wati sering pergi jalan jalan entah nge mall atau sekedar makan buat melepas lelah setelah kerja. Istilah Kami menikmati hidup dengan jeng jeng 😀


"Lahhh tanggal tua Mbak, paceklik nih" jawabku memelas.


"Justru itu! ada kabar gumbira! kita di ajak makan makan anak anak divisi satu"


"Weehh??!! tenane Mbak? nggak PHP to?" aku sumringah suekali mau dapat gizi tambahan, secara dua hari belakangan Mami masaknya cuma tempeee mulu. Kemaren oseng tempe, kemarennya lagi bacem tempe.


"Ora lah, tenan yo. Tanya aja sama HT. Bener ya Te mo makan makan?"


Kebetulan ada HT salesman divisi satu yang nama sebenarnya adalah Tony Wijaya. Aku lebih suka memanggil para salesman dengan nama mereka ketimbang kode-nya.


"Iya Mbak"


"Makan makan dalam rangka apa nih Koh?" tanyaku, ya Koh Tony dia keturunan tionghoa. Koh \= kakak / mas


"Wah, kurang tau. Ntar Pak Agus yang woro woro karena nggak semua diajak" jawab Koh Tony.


Tak lama kemudian, Pak Agus masuk ke ruangan dan menghampiri Kami setelah istirahat makan siang.


"Tini, Wati, dan Rian, ntar pulang kerja ikut ya makan makan?"

__ADS_1


" Ada acara apa to Pak?" tanyaku kepo


"Syukuran aja, HT tembus omzet 2 Em" Pak Agus mengajukan dagunya ke arah Koh Tony.


"Embierr" jawab Koh Tony sambil ngeloyor pergi diiringi tawa Pak Agus dan salesman lain. Para sales sudah tahu kalau omzet penjualan Koh Tony bulan ini nyungsep karena ada kompetitor yang banting harga.


Begitulah kalau para salesman berkumpul pasti ada salah satu yang menjadi bahan bully-an. Tapi tidak sampai menyakiti hati siapa pun, istiahnya gasak gasak-an.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah makan makan di sebuah restoran yang cukup terkenal. Karena admin yang diajak cuma enam orang saja yang kebetulan perempuan semua dan kebetulan pula sedang nggak bawa kendaraan sendiri yaitu aku, Mbak Tini, Mbak Wati, Cik Lany, Cik Vita, dan Indah. Maka Kami diantar pulang oleh salesman.


"Rian, kamu pulang sama HT ya. Te .. Rian anter pulang" perintah Pak Agus


"Yuk Mbak, motor Saya di parkiran" ajak Koh Tony. Aku mengikuti langkahnya menuju area parkir di belakang restoran.


"Non! Dini ... Din" panggil seseorang yang suaranya familier di telingaku, sesaat setelah sampai parkiran.


Degg!! Mas Prast?! bathinku. Aku menoleh ke asal suara, dan benar saja Mas Prast sedang berjalan ke arahku.


"Hai Non, apa kabar?" tanyanya seraya mengajakku bersalaman.


"Alhamdulillah baik Mas" jawabku


"Sama siapa? sendirian?" tanyanya lagi

__ADS_1


Aku tengak tengok kiri kanan, manaaa ni Koh Tony kok menghilang.


"Sama temen Mas?"


"Mana temennya?" Mas Prast senyum mengejek.


"Ada lagi ambil motor"


"Bareng aku aja yuk, tuh mobilku di sana" tanpa disangka Mas Prast meraih lenganku dan setengah menyeretku ke mobilnya.


"Maaf Mas nggak mau, aku sama temenku aja" jawabku ketakutan sambil berusaha lepas dari Mas Prast


"Mas, maaf itu pacar Saya mau Anda bawa ke mana ya?" tahu tahu Koh Tony sudah menghadang Mas Prast dengan motornya.


"Ayo Yang, ditungguin dari tadi juga" kata Koh Tony sambil mendorong Mas Prast untuk melepas tangannya.


Ditariknya aku yang tidak bisa berkata apa apa ke motornya.


"Yuk cepetan naik" katanya lagi.


Aku bergegas bonceng motornya dan tanganku yang sudah dingin karena ketakutan diraihnya diletakkan melingkar di perutnya.


"Mari Mas, Kami duluan" sapanya ke Mas Prast, saat melewati Mas Prast digenggamnya tanganku.


"Din, aku masih cinta kamu" teriak Mas Prast dengan nada marah dan melihatku penuh kecemburuan. Kusembunyikan wajahku dibalik punggung Koh Tony dengan ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2