Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
PUTUS LAGI 2


__ADS_3

Haii pembaca tersayang...


Maaf baru sempat update. Terimakasih sudah membaca Cinta Lama Dini ya


Please kritik ataupun saran ya dikomenin dong supaya aku semangat nulisnya.


Jangan lupa like juga vote nya ya ...


Sekali lagi terimakasih 💋💋


≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah pertemuan itu Kami semakin jarang berhubungan, biasanya sehari bisa sampai empat lima kali Kami bertelepon dan tak terhitung berkirim pesan. Sekarang satu hari sekali pun hanya sekedar basa-basi saja dan tiap malam Minggu Bli Radit meneleponku, itu yang masih menandakan kalau Kami masih berpacaran.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Rian, besok kita ikut gathering di Solo dan Yogya. Nginep dua hari" kata Pak Agus sehabis dari ruangan Pak Bos.


"Saya sama siapa Pak? kalau sendirian Saya nggak mau ah" kataku


"Kamu sama Indah anak gudang" jawab Pak Agus


"Woke siyap Pak"

__ADS_1


Keesokan paginya Kami berangkat ke Yogya, aku, Pak Agus, dan Indah. Kami mengikuti gathering sebuah produk. Malamnya Kami menginap di sebuah hotel, aku dan Indah satu kamar sedang Pak Agus dengan peserta dari daerah lain. Malam itu Pak Agus sedang ada di kamar aku dan Indah untuk membahas meeting besok di Solo ketika Bli Radit telepon. Jadi setelah gathering di Yogya Kami akan langsung meeting di Solo dengan supplier.


"Hai sayang selamat malam" sapa Bli Radit di telepon


"Malam juga Bli, gimana kabarnya? sehat kan?" tanyaku. Kami sudah tiga hari tidak berkirim kabar.


"Baik, sehat. Terima kasih" jawab Bli Radit. Terdengar suara Pak Agus sedang berdiskusi dengan Indah.


"Lhohh sayang lagi dimana?" tanya Bli Radit


"Lagi di Yogya, ada gathering tadi siang" jawabku


"Itu ada suara cowok? di kamar hotel? berdua aja?" tanyanya mulai ngegas


"Iya lagi di kamar hotel, ada Pak Agus. Kami bertiga dengan Indah. Jangan mikir yang aneh aneh deh" ketusku.


"Waspada dari apa?" entah karena capek entah karena hatiku yang lagi nggak sreg dengannya karena permasalahan Kami yang belum selesai, aku mulai naik nada bicaraku.


"Kok gitu nada bicaranya?" dia juga mulai terpancing emosinya.


"Lha terus suruh gimana? kamu nggak percaya aku. Hubungan nggak ada kepercayaan ya percuma dilanjutkan. Apalagi masalah kita kelihatan nya nggak ada jalan keluarnya. Dah kita bubar aja dah, capek aku" cerocos ku emosi


"Kalau itu mau Kamu, ya okelah" jawabnya kemudian telepon putus secara sepihak. Dan aku mulai terisak.

__ADS_1


"Napa to Rian?" tanya Pak Agus


"Gara gara aku? pacar mu cemburu?" cecar Pak Agus


Dan aku cuma menggeleng dan menangis.


"Sudah nggak usah nangis, istirahat aja. Kalau jodoh pasti ada jalan. Sekarang istirahat besok kita berangkat jam tujuh" putus Pak Agus sembari meninggalkan Aku dan Indah.


Keesokan harinya Kami berangkat ke Solo untuk mengikuti meeting. Karena selesainya meeting terlalu malam maka Kami memutuskan untuk menginap di hotel. Seperti sebelumnya Aku dan Indah satu kamar, Pak Agus ambil kamar sendiri. Saat Kami akan turun mencari makan malam sekelebat aku melihat sosok yang aku kenal.


"Ndah, temenin aku ke sana bentar" pintaku ke Indah


"Ada apa to Rian?" tanyanya


"Kayaknya aku lihat temenku deh" aku bergegas mengikuti orang tersebut.


"Bli!" setengah berteriak aku memanggil orang tersebut setelah yakin. Orang yang aku panggil menengok, aku lihat tangannya sedang menggandeng seorang perempuan cantik. Setelah tahu siapa yang memanggilnya dilepaskannya gandengan tangan dengan perempuan itu.


"Hai Bli? Apa kabar?" sapaku tanpa memperdulikan tatapan kepo perempuan di sampingnya.


"Baik, kamu apa kabar?" sapanya balik


"Alhamdulillah baik Bli" jawabku. Dia seperti kebingungan dengan keadaan ini, satu sisi ada aku dan di sisi lain ada perempuan gandengannya.

__ADS_1


"Oke Bli, aku permisi dulu. Sudah ditunggu teman. So kita putus ya Bli. Terimakasih atas semuanya" tanpa menunggu jawabannya aku berlalu bersama Indah. Aku mengangguk kecil ke perempuannya sambil tersenyum tipis.


Kulangkahkan kaki dengan berat tapi hatiku merasa lega, ternyata masalahku sudah terpecahkan. Aku dan Bli Radit tidak berjodoh.


__ADS_2