
Entahlah kasak kusuk apa yang terjadi di belakangku tidak aku pedulikan, kebetulan aku dipercaya Pak Bos untuk mengurus kontrak dan perjanjian dengan supplier baru sehingga nggak ada waktu untuk mendengar kasak kusuk itu.
"Yan, orang orang pada ngomongin kamu" lapor Mbak Wati
"Soal apa Mbak?" tanyaku
"Kamu di PHP Ha Te"
"Lah biarin, Koh Tony nggak PHP dari awal kan aku sudah tahu kalau dia sudah punya calon" jawabku getir
"Tapi dia nikahnya nggak sama calonnya itu" jawaban Mbak Wati mengagetkan aku.
"Lahh?"
"Sama orang lain, dijodohkan katanya"
"Owwhh"
Dan hari itu serasa hari terberat dalam hidupku selama ini.
__ADS_1
Hari berikutnya aku lalui dengan kesibukanku.
Tidak terasa ini hari Jumat dimana para salesman ngantor termasuk Koh Tony. Begitu masuk halaman kantor Pak Satpam memberitahuku kalau aku ditunggu Pak Bos di ruangannya. Eh iya sekarang kantorku ada satpamnya lho ..
"Selamat Pagi Pak? Bapak pqnggil Saya?" sapaku ke Pak Bos
"Rian kerajaanmu hari ini serahkan ke Tini, kamu ikut Saya ke kantor supplier baru. Berkasnya tolong dibawa semua"
"Baik Pak, mohon tunggu sebentar"
Aku tidak ikut senam, dan minta tolong Mbak Tini untuk menghandle pekerjaanku hari ini meskipun Mbak Tini menerima dengan manyun semeter.
Alhamdulillah hari ini aku terbebas dari dia dan tentu saja gosip yang akan semakin sipp dengan adanya dia.
"Rian, sekalian deh Kamu ringkas hasil pertemuan tadi. Pakai laptopku aja di sini nanti tak koreksi langsung" perintah Pak Bos
"Baik Pak" dan lemburlah aku. Setengah jam kemudian.
"Pak sudah jadi, silahkan kalau mau dikoreksi" kataku
__ADS_1
"Ya sudah biarin di situ dulu, sudah kamu save kan? kamu harus punya copy satu" sahut pak bos
"Baik Pak, sudah Saya save dan Saya kirim ke email Saya. Kalau ada koreksi tolong Saya dikirimi ya Pak"
"Ya, ini uang untuk taxi" Pak Bos memberikan lembaran uang
"Tidak Pak, terimakasih kan Saya sudah dapat uang lembur" tolakku halus
"Nggak pa pa ambil aja itung itung bonus keberhasilan dengan supplier tadi. Buat beli mekdi kamu" senyum Pak bos tulus. He he he ... tahu juga Pak bos kalau aku suka persen mekdi.
"Terimakasih pak, Saya pamit dulu" Aku ambil uang yang diangsurkan padaku. Lumayan subsidi mekdi seminggu.
Aku keluar ruangan Pak Bos sambil celingak celinguk, sungkan kalau ketemu Koh Tony.
"Cari siapa Rian?" tanya Pak Agus mengagetkanku.
"Lembur Pak?" tanyaku balik
"Iya, ngecek omzet"
__ADS_1
"Permisi Pak, Saya pulang dulu" aku langsung kabur tanpa menjawab pertanyaan Pak Agus.
Aku sudah pesan taxi tadi sebelum keluar ruangan Pak bos. Sampai di luar aku langsung masuk taxi yang sudah menungguku dan tanpa aku tahu Koh Tony juga menungguku di luar dan mengejarku tapi taxi sudah tancap gas pergi membawaku pulang.