
" Din .... Diniii.... tok .. tok .. tok " lembut Mami panggil panggil aku sambil ketok pintu.
Tumben si Mami nggak kumat usilnya. Kayaknya ada teri dibalik rempeyek yang gorengannya nggak kering hi hi hi ribet banget ya si teri 😊.
" Masuk aja Mi pake baju ini, aku lagi nggak saru kok" jawabku asal.
Mami masuk ke kamarku dan duduk di kursi belajarku.
" Din, setahu Mami DPS itu luar kota ya?" kata Mami
" Iya, mang napa Mi?"
" Kerjanya keluar masuk kampung loh"
" Iya, lha trus?"
" Apa kamu nggak capek?"
" lhah kan belom dijalanin Mi, moso dah mikir capek Mi"
" Yaaa kali aja" jawab Mami
Aku berdiri di belakang Mami dan kupeluk Mamiku yang ternyata bisa melow juga.
" Mi, Dini dah dewasa yooo ... nggak mungkin ngandalin Mami Papi terus. Ini juga baru belajar, moso baru mau akan belajar dah dikuatirin kapan ntar pinternya Mi?" sok dewasa ya aku 😀
" Mami kok agak berat ya kalo kamu kerja model gitu"
" Ya, Dini coba dulu aja Mi. Ntar kalo nggak kuat atau nggak cocok ya Dini balik ke Mami lagi" jawabku menenangkab Mami.
__ADS_1
" Wokelah kalau itu mau kamu" akhirnya Mami menyerah hi hi hi.
" Sarapan yuks Mi, laapeerrr" kataku
Kami menuju meja makan, Papi seperti biasa sudah standby di sana dengan koran pagi dan kopinya.
" Pagi Papiii" sapaku riang sambil kucium pipi nya.
" Hmmmm tumben kopinya maniiisss banget Mi" kata Papi saat minum kopi.
Aku senyum senyum saja denger kata kata Papi. Mami cuma senyum sambil ngambilin sarapan Kami.
\=\=\=\=\=\=
Sampai di kantor aku langsung ke lantai 2. Seperti biasa Mas macho melambai sudah mojok sama Anneke.
" Pagi Mas Mbak" sapaku.
Si macho melambai cuma liatin aku sambil senyum tipis. Alamaaakkk senyumnya bikin jantung cewek bisa jatuh tlepok tlepok.
" Tumben lu gasik " si macho buka mulut.
" Moso sih Mas? mungkin ntar malem mo hujan kali" jawabku asal
Dia cuma nyengir. Hadeeeuuw Masss nyengir pun kamu cakep. H H H. Duh seandainya melambaimu menghilang mungkin aku bisa jatuh cinta mas, batinku.
Setelah semua team berkumpul, para ketua diminta ambil undian untuk menentukan area kerja Kami. Kelompokku dapat area Purwokerto,duh jauhnyaaa kataku dalam hati. Dan Kami kemudian dibagikan tas besarrr yang isinya 3 set stok kosmetik lengkap. Mulai dari perawatan wajah sampai make up komplit plit beserta 1 set sample untuk demo.
" Shayyy kamu bisa cek ya isinya, sesuai nggak dengan daftar yang ada. Kalau ada yang kurang minta ke Anneke ya " Mas Prast memberikan instruksi.
__ADS_1
" Shay, set sample mu ada 2 yang 1 buat kamu pribadi ya dari aku " bisik Mas Prast padaku.
" Oh, kenapa Mas? "
" Yaaa pakai aja, biar kamu lebih perempuan " katanya sambil berlalu.
Plok ... Plok ... Plok ....
" Shayy ... kalau sudah cheki cheki barangnya en sudah bener semua tolong kalian kasih nama tas kalian masing masing di sisi kiri ya biar nggak ketukar. Terus gembok ya risletingnya saling bertautan biar nggak ada yang ilang " kata Mas Prast lagi.
" Woke Mas " sahut kami
" Besok kalian berangkat sendiri ya ke area masing masing sesuai dengan alamat yang sudah aku kasih. Bawa baju & keperluan pribadi kalian seperlunya ya. Jangan lupa uang saku, karena makan tidak ditanggung perusahaa. Nanti di sana kost sudah dibayar perusahaan kalian tinggal nempatin aja. Okey? ... paham ya? " kata si Anneke menjelaskan.
Sementara aku bingung gimanaaa ini ya? secara aku belum pernah pergi luat kota sendirian, apalagi pake angkutan umum. Haadddeeeuuuwww.
" Kok bengong? kamu kenapa? " kata Anneke.
" Aku belum pernah pergi sendiri Mbak, agak takut " kataku tersenyum kecut.
" Lu besok ke sini aja deh pagi jam 8 dah sampe sini. Bareng gue, besok dropping tas n kebutuhan team Purwokerto jatah gue " kata si melambai.
" Emang boleh Mas?" tanya Anneke
" Boleh aja, gue yang atur "
Anneke ngliatin aku sambil menganggukan kepala. Ahh lega.
" Trims Mas " kataku sambil mengangsurkan tangan.
__ADS_1
" Yo'i " si melambai menyambut tanganku erat. Waaaooo jabatan tangannya terasa macho bener, bener bener lakkkiii bangged. h h h