Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
PUTUS


__ADS_3

Drrdrrtt ... Drrrttt ...


Ada panggilan Video Call dari Mas Prast selagi aku makan sama Mas Ario.


"Kok nggak diangkat? kasihan lho kaya nggak menghargai perhatian orang" Mas Ario mengingatkan aku.


Video Call aku terima dalam diam.


"Non, lagi dimana?" dari nada suara sudah ketahuan nyolot. Aku jadi males njawabnya.


"Makan" jawabku ketus


"Gitu ya Kamu, dah dapat yang baru ya? Main offroad offroad-an padahal pacaran! sama anak Ibu kost"


Dih!!! kok tahu tahu-nya lho ni orang kalau aku lagi sama Mas Ario pergi latihan offroad. Wahhh ni pasti ada yang ember nih, pikirku. Tapi siapa ya? kayaknya aku tahu cuma nggak bisa langsung nuduh karena aku belum ada bukti. Tapi ya wes ben lah, aku juga sudah males ngelanjutin hubungan.


Aku diam sambil meneruskan makanku.


"Non, kok diem sih?" sentak Mas Prast


"Terus aku suruh ngapain?" tanyaku bete


"Udah ah mo makan dulu" langsung aku matikan sambungan video call itu.


Mas Ario cuma geleng geleng kepala liat kelakuanku.

__ADS_1


"Mau komen?" tanyaku


"Ah nggak, nggak ada hubungannya sama gue" jawab Mas Ario cuek


Yess gumamku yang masih cukup.bisa didengar orang di sampingku.


Mas Ario cuma senyum sambil menyentil telingaku pelan.


Setelah makan Kami pulang, ada kejadian nggak mengenakkan. Saat mau masuk komplek perumahan di pengkolan tiba tiba terdengar suara keras kaya bunyi mercon dan mobil seperti hilang kendali miring ke kanan.


"Din, pegangan!! Wahhh pecah ban ini" teriak Mas Ario. Aku sedikit panik tapi melihat Mas Ario cukup tenang jadi aku nggak begitu takut. Beruntung Mas Ario segera menguasai keadaan sehingga tidak terjadi kecelakaan fatal disamping jalanan juga pas sepi dan kecepatan mobil dalam batas wajar saat kejadian.


"Kamu nggak pa pa?" tanya Mas Ario memastikan. Aku hanya bisa mengangguk karena sedang berusaha menenangkan diri.


"Anak pinter" candanya


"Kita masuk jalan kaki aja ya?" kata Mas Ario


"Lhah, mobilnya?"


"Chasisnya ada yang rusak kena marka kelihatannya, ntar biar diambil bengkel"


Kami berjalan kaki, dari pengkolan jalan itu cuma sekitar 500 meteran dari rumah. Sambil jalan Mas Ario menelepon bengkel untuk mengambil mobilnya.


"Capek?" tanya Mas Ario sesaat setelah sampai di teras depan dan kami duduk di kursi deket taman.

__ADS_1


"Nggak, seneng punya pengalaman baru" senyumku.


"Sipp lah kalau gitu"


Lamat lamat aku denger ada suara orang lagi ngobrol di telepon. Ihh .... ada sayang sayang nya lho .. sambil kutajamkan telingaku.


"Ish, kuping e dowo (panjang). Wes tak mandi dulu" Mas Ario menjenggit kupingku sambil berlalu.


Ehh kayaknya aku kenal deh suara cowok yang ditelepon itu.


Aku lihat seseorang duduk ngejogrok di lantai bersandar pilar pojok rumah dengan posisi membelakangi aku, lagi asyik video call an.


Ooo ... ternyata si Widi lagi pacaran ... sama siapa tuh!


Aku mengendap endap supaya nggak ketahuan Widi sama cowok yang diteleponnya. Niatku pengen ngegodain mereka.


Whattt!!?? aku sedikit kaget setelah tahu siapa cowok yang diteleponnya, meskipun sebelumnya aku sudah curiga soal itu.


"Wahhhh yang lagi sayang sayangan nih?" sapaku yang membikin Widi berjenggit kaget.


"Eh, kamu. Kok nggak kedengeran suara mobilnya" Widi menyembunyikan ponsel dibelakang badannya sementara telepon belum dimatiin. Si penelepon ribut panggil panggil si Widi.


"Lahhhh kalo lagi indehoi mah ada bom juga nggak kedengeran" jawabku santai dan berlalu ke dalam. Widi jadi salah tingkah sendiri ah cuek aja sudah nggak ada urusan ini, pikirku.


Sampai kamar langsung aku kirim pesan ke nomer Mas Prast.

__ADS_1


"Kita putus and selamat ya buat kalian"


Ku matikan HP dan segera ke kamar mandi, aku mau tidur nyenyak malam ini.


__ADS_2