
"Hai Dew" sapaku setelah euforia pergantian tahun selesai. Dan Kami masih menikmati kebersamaan.
No respon dari dia, cuma diam pura pura minum. Dan bodyguard-nya si Novita langsung merapat dengan Kami.
"Maaf Saya cuma mau bilang saja, kalau Saya cuma diantar pulang sama Koh Tony tidak ada hal lain. Dan itupun yang minta bukan Saya tapi perintah Pak Agus ke Koh Tony untuk ngantar Saya pulang. Dan Saya tidak ada hubungan apa-pun dengan Koh Tony"
"Tapi kenapa tiap kali Koh HT ngantor tas-nya selalu ditaruh di tempat-mu!?" si Dewi hanya diam, ini yang bicara bodyguard kecil-nya si Novita.
"Lha kalau tas-nya boleh taruh di tempat-mu di gudang ya nggak pa pa. Tapi kalau ada barang hilang kalian yang pertama dicurigai lho, kerjasama sama salesman" telakku
"Pertanyaanku, kenapa harus di tempatmu naruh tas-nya?"
"Lha ya suka suka dia ya, kenapa kamu nggak tanya dia langsung?" Si Novita diam, kelihatannya dia mencari cari alasan baru untuk menyerangku. Sedangkan Dewi kayak panelis aja, cuma nyimak perdebatan Kami. Sebelum Novita buka mulut lagi aku langsung panggil Koh Tony ketika kulihat dia kembali dari ngantar calonnya.
"Koh Tony, sini deh ada yang penasaran"
"Penasaran apa to Yang?" lhah tuh semakin cemberut si Dewi dan Novita denger panggilan Koh Tony padaku.
__ADS_1
"Ini lho Dewi sama Novita pengen tahu kenapa Koh Tony antar pulang aku waktu itu, trus kenapa Koh Tony suka taruh tas di bawah mejaku trus kenapa suka duduk bareng bareng aku. Pokok e kenapa suka deket deket aku dah gitu aja" gemas aku saat ngomong ini, kayak anak kecil aja.
"Nggak Koh ... nggak gitu, kenapa cuma Rian aja yang dititipi tas-nya, kok bukan Mbak Wati atau Mbak Tini?" si Novita nyolot
"Lha salah to?"
Whaduhhh santuy sekalee jawaban Koh Tony.
"Ya nggak salah sihh cuma kenapa hanya Rian, gitu lho!"
"Ya terserah aku dong mau tak taruh mana. Itu kan tas-ku. Lagian kalian kok ribet amat ngurusin hidup orang?"
Dewi yang tadinya hanya diam langsung berdiri di hadapan Koh Tony.
"Kalian tahu nggak sih, aku cinta sama Kamu, cuma Kamu cinta sama yang lain. Its oke aku terima, tapi Kamu ngedeketin dia itu yang nggak aku terima. Kamu pacar sudah punya, Kamu juga punya aku orang yang akan dan selalu mencintai Kamu. Tapi kenapa Kamu masih cari yang lain lagi?" teriak Dewi sambil menudingku
"Terimakasih atas cinta-mu padaku, cuma maaf aku nggak bisa terima cinta kamu itu. Dan hak-ku untuk berteman sama siapa saja. Bukan hak kamu mengatur aku harus berteman dengan siapa dan bagaimana. Please simpan cinta-mu buat kekasihmu nanti. Sayang kalau cinta-mu salah tempat" pungkas Koh Tony kemudian berlalu menarikku pergi dan bergabung dengan yang lain. Dewi menghentakkan kaki dan menyambar tas-nya kemudian pulang bersama Novita tanpa berpamitan.
__ADS_1
"Yo, mau dilanjut ikut ulo ulonan nggak?" tanya Pak Agus
"Iya to Pak, nggak afdol kalo nggak ikut" jawab Mbak Wati yang dianggukki semuanya.
"Ya sudah silahkan konvoi cuma hati hati, aku yang tua tak pulang tidur sama anak istri" cengir Pak Agus
Setelah Pak Agus berpamitan pulang Kami bersiap untuk bergabung konvoi dengan kelompok lain, yang sering disebut ulo ulonan / ular ularan karena panjangnya pengikut konvoi.
"Ini yang nggak bawa pasangan cuma HT sama Rian. Kalian boncengan ya?" Mbak Tini angkat bicara
"Wah ngko masalah meneehhh, aku sama Kamu aja Ron tukeran" sahutku
"Enak aja, aku nggak mau! ntar pulangnya aja kalau mau sama Rony" sahut Mira, pacar Rony cepat.
"Dah cuek aja, nggak usah denger omongan orang. Ayookk keburu pagi" sahut Koh Tony sembari mengulurkan helm. Terpaksa aku bonceng dia lagi deh.
Dan pulangnya lagi lagi aku harus nurut bonceng dia lagi karena para cowok harus bertanggung jawab pada orangtua ceweknya masing masing. Mengantar sampai rumah dan menyerahkan anak gadisnya utuh 😀
__ADS_1