
Sebelumnya Maaf ya pembaca tersayang, episode kemaren kedobelan.
Untuk penyemangat Aku mohon vote, like, dan komen ya ....
terimakasih
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam Minggu besok ulang tahun Papi, Kami sekeluarga besar merencanakan syukuran sederhana untuk beliau. Aku kebagian tugas membeli kue ulang tahun. Tapi sampai siang karena ada pelatihan hari terakhir aku kelupaan tidak pesan ke toko kue.
"Whaduh Saya lupa belum pesan kue" saat makan siang bersama dengan Pak Andre di mejaku.
"Kue buat acara apa?" tanya Pak Andre
"Ultah Papi Saya Pak"
"Kapan acaranya?"
"Besok malam Pak, wah kalau Pak Andre nggak berencana pulang besok pagi Saya undang Pak"
"Serius nihhh mau undang Saya? apa Yayang beb nggak marah Kamu undang cowok lain?" Karena dalam seminggu ini Kami intens berdua setiap harinya jadi sudah nggak canggung lagi untuk saling ledek. Terkadang Aku cerita tentang keluarga ku atau Pak Andre cerita tentang kesehariannya.
"Yayang beb yang mana? orang Saya ini jomblo kok"
"Tuuhh itu yang naroh tas di bawah meja ini"
"Walahh Koh Tony cuma temen kerja Pak"
"Tapi bau bau nya ada sesuatu yang lain lho"
"Halah, bisa aja Pak Andre. Orang dia sudah ada pacar"
"Kan pacar!? sebelum ada janur kuning melengkung mah masih bebas" kelakarnya
"Enak aja ntar dibilang pelakor lagi" cibirku
"Sudah sana telpun persen dulu kue nya"
"Oh iya"
Kebetulan Koh Tony yang sedang menghampiri aku dengar kalau aku mau pesan kue.
__ADS_1
"Pesan kue apa Yang?" tanyanya serius
"Kue ultah buat Papi besok" jawabku
"Mau-nya yang model gimana kuenya?" tanyanya lagi
"Kue tart black forest yang toppingnya siram coklat terus kasih bunga bunga"
"Oke aku kasih kado roti aja deh, Kamu nggak usah pesan, acara besok jam berapa?"
"Acara habis Isya sih, lah kok Koh Tony yang repot?"
"Dah nyantai aja"
Setelah Koh Tony pergi
'Tuh kan bau nya beda" Pak Andre tiba tiba nyeletuk
"Beda gimana?"
"Panggilnya aja Yang, itu kan suatu tanda ekhem ekhem"
"Walahhh, mbuh lah Pak" malas aku berdebat dengan Pak Andre.
"Waa bisa banget Pak, beneran mau datang?" tanyaku nggak percaya, Pak Andre hanya mengangguk.
"Wahh terimakasih Pak" gembira banget aku.
\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=
Pas mau pulang kerja Koh Tony, nyamperin aku.
"Yang, habis Ashar roti aku antar ke rumah ya?"
"Boleh Koh, terimakasih lho. Maaf aku dah ngerepotin"
"Ah nggak kan aku yang mau"
Aku cuma bisa nyengir aja.
"Rian, aku minta alamat rumah dong" tiba tiba Pak Andre menghampiriku.
__ADS_1
"Pak Andre ke rumah naik apa?"
"Gampang, taxi kan banyak ojol juga banyak. Don't worry lah"
"Sipp Pak, Kami tunggu kedatangan Pak Andre"
"Kami tunggu apa Aku tunggu nih?" godanya lagi
"Dua duanya lah" tawaku
"Bapak mau datang juga nanti malam?" sapa Koh Tony ke Pak Andre
"Eh iya, kenapa" Pak Andre melirikku sambil tersenyum
"Bareng Saya aja, ntar Saya jemput. Bapak nginep dimana?"
"O, boleh boleh. Saya nginep di hotel X" Semakin lebar senyum jahil Pak Andre padaku.
"Oke Pak nanti Saya jemput jam setengah tujuh ya"
"Ya oke. Terimakasih"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Semua persiapan ulang tahun Papi sudah siap. Keluarga besar sebagian sudah datang termasuk Nenek dari Papi. Sehabis shalat Isya rencana acara akan dimulai.
Sore ini aku pakai dress selutut biru bunga bunga yang manis ( menurutku😀) rambut aku gerai dan kuberi bando warna senada.
Jam enam lebih Koh Tony bersama Pak Andre datang dengan membawa kue ultah Papi.
"Hai Koh, Pak Andre, mari masuk" sapaku
"Kamu manis sekali pakai bando segala, mau menyambut siapa nih? aku atau ..." mata Pak Andre terarah ke Koh Tony dengan jahilnya.
"Iya, kamu cantik Yang" timpal Koh Tony. Pak Andre tertawa terbahak bahak.
"Nyambut semua tamu yang datanglah" jawabku diplomatis
"Din, tamunya diajak masuk dong" suara nenek ada di belakangku
"OOO cowok cowok? pacarnya Dini yang mana nih?" tanya nenek tanpa dosa
__ADS_1
LAHHHH!!???