
"Rian, kamu kalau bisa jaga jarak sama HT ya" setelah insiden tadi Mbak Wati memberitahu.
"Lha ada apa to Mbak, wong ya aku nggak ada apa apa sama Koh Tony" jawabku heran
"Wes pokok e menjauh ja, ntar istirahat tak kasih tahu" timpalnya
"Okelah"
Saatnya jam istirahat, saatnya nagih janji Mbak Wati. Bikin pinisirin sikili, idi ipi yiii????
Kami ke kantin dan milih makan di dekat jendela di ujung.
"Ayo to Mbak cepetan cerita, ono opo toh sebenere?" tanyaku menggebu.
"Ada yang nggak suka kamu deket sama HT" jawab Mbak Wati
"Lahh deket gimana to Mbak? wong ya perasaan biasa aja lho. Kan baru semalem pulang berdua sebelum e ya biasa wae. Ngomong juga jarang kok" jawabku
"Justru karena semalam itu, terus ada cerita lain soal kalian yang bikin orang itu kesal"
"Cerita apa lagi toh? duh kok macem macem lho" gusarku
"Soal tas-nya yang selalu kamu jagain, soal kalian duduk satu kursi buat berdua" jelas Mbak Wati
"Whalaahhh, sopo to orang-e kok mikirnya sempit men? masa ya aku nggak boleh kalau dia mau naroh tas di bawah mejaku? masa ya tega liat orang nulis nulis sambil mbungkuk, lha kalo kursi tak pinjemkan aku terus kerjanya gimana? kan bisa dimarah pak bos. Lha biar dia bisa nulis dan kerjaan aku juga beres duduklah kita berdua di satu kursi. Secara salesman kan nggak punya meja kursi di kantor. Apa ya salah?" jelasku
__ADS_1
"Itu kan maksudmu, orang yang lihat dan mikirnya negatif ya lain lagi ceritanya."
"Apa Koh Tony punya pacar orang kantor?"
"Setahuku sih bukan pacar cuma deket aja"
"Siapa to Mbak yang mikir aneh aneh gitu?"
"Si Dewi anak gudang sahabatnya Novita"
"Woooo Mbak Dewi to? paham aku sekarang. Ya okelah Mbak, cukup aku tahu aja. Trims info-nya"
Whaduhh?? nggak well ini. Biarinlah ntar malah bikin ribut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Besok tanggal 31 Desember, dari jauh jauh hari sudah diumumkan Pak Bos bahwa semua transaksi harus selesai sebelum pulang. Karena akan ada tutup buku bulanan, tutup buku tahunan, dan closing kegiatan admin untuk penilaian kinerja karyawan.
Aku sebagai admin pembelian hari ini sudah beres semua, sedang Mbak Wati adalah orang yang paling sibuk saat kayak gini. Karena Manajer dan salesman sibuk untuk menutup target omzet penjualan.
"Tak bantuin Mbak" kutawarkan bantuan daripada manyun nunggu waktu pulang.
"Yang, tolong buatin orderanku aja ya" belum sempat Mbak Wati jawab Koh Tony yang nyamber.
"Wah, sori Koh. Orderan harus masuk ke Mbak Wati dulu biar ada pencatatannya" tolkku halus.
__ADS_1
"Oh, gitu ya. Oke deh" jawabnya
Mbak Wati mengacungkan jempolnya padaku di belakang punggung Koh Tony yang disenyumi oleh Pak Agus.
"Ini kamu tolong buat punya HN" Mbak Wati menyodorkan orderan salesman lain.
Pada akhirnya Kami semua lembur sampai jam 10 malam. Aku nggak tega ninggalin Mbak Wati dengan pekerjaannya.
"Yang, tak anter pulang ya?" sapa Koh Tony saat Aku dan Mbak Wati berjalan keluar ruangan.
"Sori banget Koh, Saya terlanjur panggil ojol"
"Batalin aja, barusan kan?"
"Ah nggak ah kasihan Mas ojolnya dah seneng dapet order ehh dicancel"
"Lagian sudah tak bayar kok Te" Pak Agus datang menyelamatkanku.
"Soale pesen pakai hp-ku" lanjut Pak Agus.
"Oh, ya sudah. Hati - hati ya Yang" pesan Koh Tony sebelum melajukan motornya.
Kulambaikan tanganku sembari memakai helm Mas ojol.
Huuffft Alhamdulillah bisa menghindari kecemburuan hi ... hi ... hi ....
__ADS_1