
Hari selanjutnya aku sudah terbebas dari segala rasa untuk Koh Tony. Karena Kami saling menghindar satu sama lain berusaha untuk tidak bertemu.
Aku juga semakin disibukkan dengan pekerjaan baru mengurus system baru hasil dari pelatihan kemarin.
Hubunganku dengan Pak Radit jadi semakin intens saja meskipun aku masih sering berkelit dari Pak Radit. Tetapi dengan alasan pekerjaan selalu saja Pak Radit berhasil menghubungiku.
Seiring berjalannya waktu aku mulai sedikit membuka hati pada Pak Radit, dengan menerima telepon nya meskipun jam kantor sudah selesai. Tapi untuk menjaga hatiku aku berprinsip belum mau menjatuhkan hati pada seseorang yang belum memberikan pernyataan cinta padaku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Rian, tolong ke ruanganku" pak bos menelepon ku
"Ya Pak" aku segera menuju ke ruangan Pak Bos. Di depan meja Pak bos duduk seorang tamu yang membelakangi pintu yang terbuka.
"Permisi, ya Pak?"
"Yan, ini Pak Radit dari supplier pusat mau melihat pekerjaanmu"
Whatt??!! kata Pak Andre dia yang akan evaluasi lhah kok ganti? tanyaku dalam hati.
"Selamat pagi Pak, apa kabar?" sapaku formal dan menjabat tangannya. Pak Radit menjabat tanganku erat kayak enggan melepas.
"Baik, Kamu juga baik kan kabarnya?"
"Alhamdulillah baik juga Pak'
"Ya sudah tolong Pak Radit dilayani ya. Pak sama Rian ya. Saya tak keluar dulu ada meeting" Dan berakhirlah basa basi Kami.
"Lhohh katanya Pak Andre yang kesini?" protesku
"Nggak boleh ya kalau aku?" Pak Radit menghentikan langkahnya.
"Ya nggak sih"
__ADS_1
"Tolong jangan panggil Saya Bapak kok kesannya tua amat" pintanya
"Lhah kan ini lingkungan formal Pak"
"Ya kalau kita berdua aja, cukup Kamu panggil Saya Bli aja"
"Bli?" tanyaku
"Iya itu artinya Kakak dalam bahasa Bali"
"Oohh gitu, oke lah"
Pak Radit eh Bli Radit hanya dua hari saja di sini tapi itu sudah banyak membawa perubahan pada Kami berdua. Aku mulai membuka hati tapi belum menjatuhkan hati lho 😀 dan Bli Radit mulai hilang rasa canggung nya jika hanya berdua saja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Yan, tolong di cek apakah bonus toko Raya sudah dikirim dan diterima toko?. Orangnya tidak mau membayar kalau bonus belum dikirim" tanya Mbak Wati
"Sudah dikirim dan diterima Mbak. Lha ini ada tanda terima nya" jawabku
"Tolong tanda terima di fax ke tokonya ya" perintah Mbak Wati.
"Oke Mbak"
aku melaksanakan yang diperintahkan Mbak Wati.
Beberapa saat kemudian,
"Yan, tolong tanda terima bonus toko toko atas nama sales HT difile ya tak pinjamnya"
"Ada apa to Mbak? penyelewengan ya?" tanyaku
"Belum tahu baru aku cek" jawabnya masih sibuk dengan berkasnya.
__ADS_1
Esoknya Kami dikumpulkan di ruangan Pak bos. Aku, Mbak Wati, dan Pak Agus.
"Wat, berapa toko yang belum mau bayar?" tanya Pak Bos sama Mba Wati
"Enam toko Pak"
"Yan, bonus toko sudah Kamu kirim semua?"
"Sudah Pak, bukti transfer dan tanda terima ada kok Pak" jawabku.
"Piye ini Gus, kok bisa gini" tanya pak bos pada Pak Agus
"Wah kebobolan di sini Pak. Soalnya info nomer rekening dari sales tidak dari toko langsung jadi bisa disalahgunakan Pak" jelas Pak Agus.
"Oke untuk selanjutnya Kamu Yan minta info rekening langsung dari toko-nya" perintah pak bos.
"Ya Pak"
"Ya sudah Wati dan Rian boleh keluar, aku tak meeting sama Agus" kata Pak bos
"Banyak to Mbak uang yang dipakai Koh Tony?" tanyaku pada Mbak Wati saat Kami beriringan keluar dari ruangan Pak bos
"Lumayan, kalau empat puluh lima puluh ya ada" jawab Mbak Wati
"Tapi kalau bonus nggak ada lho kalau segitu, paling cuma belasan aja" belaku
"Nggak cuma bonus thok yoo, uang hasil tagihan juga"
"Ooo"
Akhirnya Koh Tony terpaksa mengundurkan diri setelah melunasi uang perusahaan yang dipakai nya.
Tanpa berpamitan padaku tanpa sepatah kata ditujukan padaku Koh Tony keluar dari pekerjaan.
__ADS_1