Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
KOST2


__ADS_3

Rasanya ...... alamaakkk ... baru kali ini ada cowok sentuh aku dengan bibirnya. Seneng, deg deg-an, merinding, panas, malu, de el el deh campur aduk rasanya kala punggung tanganku dicium Mas Prast.


" Ehheemm" suara berdehem membuat Mas Prast melepas ciumannya ditanganku.


"Sorry, mau taruh perlengkapan. Pada mau mandi nggak nih" seorang cowok berperawakan kecil kurus item dan kumisan tidak teratur ☺ yang datang.


" Hai, Sik. Apa kabar?" sapa Mas Prast tanpa melepas tanganku dari genggamannya.


" Alhamdulillah baik Prast" jawabnya sambil mengernyitkan keningnya.


" Ini Dini, DPS baru. Ntar ada 2 lagi anggota baru. Lu ajarin mereka ya" Mas Prast mengenalkanku. Aku hanya mengangguk ke Mas Sikro karena tangan kananku lagi digenggam Mas Prast.


"Siap Bos" Mas Sikro hormat bendera ke Mas Prast. Kami tertawa melihat ekspresinya.


" Permisi dulu aku mau mandi, sudah sore mumpung kamar mandi kosong" kata Mas Sikro.


Tidak terasa hari sudah mulai beranjak gelap. Satu per satu anggota team Kami berdatangan.


" Kamu mandi dulu gih, habis ini kita jalan jalan" perintah Mas Prast. Dan aku hanya mengangguk.


Selesai mandi secara bergantian, aku dan Mas Prast siap siap mau jalan jalan sambil cari makan malam.

__ADS_1


Kami keluar kost bergandengan tangan dalam diam sesekali jempol Mas Prast bergerak mengelus tanganku.


" Kamu cantik " ujar Mas prast tiba tiba tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.


" Hah?" aku kaget mendengar omongannya. Dan Mas Prast cuma tersenyum kecil sambil menendang kerikil kecil di depannya dengan mengeratkan genggaman tangannya.


" Kita makan soto Banjar sebrang itu yuk Mas, aku belum pernah ngerasain " ajakku.


" Boleh "


Kami memasukki warung sederhana itu, ternyata sudah ada Lestari dan Santi di sana.


" Hai Mbak Les, mbak San kok gasik dah sampe sini aja " sapaku.


" Mau bungkus apa bawa pulang Din? " tanya Mbak Santi lagi.


" Makan sini aja Mbak, saya nggak bawa alat makan" sahutku sambil melirik mas macho yang lagi asik main ponsel.


" Woke lah, kita duluan ya" setelah mendapatkan makanannya Mbak Santi dan Mbak Lestari pulang duluan.


" Dua komplit mbak?" tanya pak penjual, yang kemudian aku tahu namany Pak Kirsan.

__ADS_1


" Saya nggak pake sambel kacang pak" sambar Mas macho.


" Satu komplit satu nggak pake kacang pak " kataku


Pak Kirsan menganggukkan kepala.


" Mas mau minum apa?" tanyaku pada Mas Prast


" Es teh tawar aja" jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya. Kelihatannya penting sekali kabar yang dia dapat sampai serius sekali.


" Es teh tawar 2 pak" pesanku ke pak kirsan.


"Nggih ( iya )".


Setelah terhidang di meja kami makan dalam diam. Hmmmm ternyata nikmat soto Banjar ini.


Malamnya setelah Kami mengisi perut semua, Kami dikumpulkan Mas Prast di kamarku eh Kami ( kan ditempati ber-7) ruangan 3X4 itu sesak diisi 11 ekor manusia plus tas tas baju kami.


" Temen temen semua kalian sudah mengenal satu sama lain kan? so aku harap kalian bisa bekerjasama saling bantu saling support. Kalau dalam 3 bulan ke depan omzet kalian bagus ada bonus untuk seluruh anggota team. Setiap 1 bulan 1 kali ada Free produk untuk kalian" Mas macho memberi arahan pada kami. Yang aku perhatikan kesan melambai sudah tidak ada di sana.


" Buat kalian yang sudah senior, Santi, Ambar, Dian, tolong kalian ajari temen temen kalian terutama anggota baru yang belum mengetahui tata cara kerja" lanjut Mas macho, matanya tak lepas dari aku sampai aku agak salting dibuatnya.

__ADS_1


Setelah selesai briefing malam itu, acara bebas kami. Kesempatan itu aku gunakan untuk mengenal penghuni kost lain. Di sini kost campur artinya kost cowok cewek.


Sebelah kamarku kamarnya Santi, Feni, dan Ambar, sebelahnya lagi kamar 2 orang cowok SMA, sebelahnya lagi kamar Anwar si cowok penari latar, kemudian kamar Deni seorang Marketing perusahaan otomotif, dan yang paling ujung kamar Kang Jajang dan Mas Efendi yang bekerja di warnet depan kost-an.


__ADS_2