
Ternyata aku sangat enjoy dengan pekerjaanku meskipun terkadang Kami dianggap remeh karena berdagang kosmetik keliling kampung dari satu rumah ke rumah yang lain. Terkadang juga dilecehkan secara verbal oleh para Bapak atau laki laki yang kebetulan menyimak kerja Kami. Tapi itu aku anggap resiko pekerjaan. Ada juga kesenangan kesenangan dan pengalaman baru dan seru yang aku rasakan di team ini.
Misal ; selesai demo kami disuguhi makanan atau minuman yang enak, atau sambil nunggu teman selesai demo kami makan pecel atau makanan yang sekiranya ada di sekitar pemberhentian kami. Rame rame bikin seneng.
Ada pengalaman seru sewaktu perjalanan demo ke pinggir kota, depan mobil team kami ada truck dari kepolisian mengangkut para pak polisi di kursi bak belakang. Iseng Santi menulis di kertas alamat kost kami dan pak Sobri sopir team diminta membunyikan klakson berulang untuk menarik perhatian para polisi tersebut. Dan Santi menempelkan kertas bertulis alamat kost kami di kaca sehingga bisa dibaca oleh para pak polisi tersebut. Kami di dalam mobil riuh meneriakkan nama kami masing masing sambil tertawa tawa dan tak kalah hebohnya para bapak polisi itu menanggapi kami, ada yang dadah dadah, ada yang kasih kiss jarak jauh, ada yang sok cool. Karena mungkin merasa terganggu atau hanya iseng saja, truck kepolisian tersebut minggir dan memberi kode pada kami untuk mengikutinya.
" Whaduhhh mbaaakkk kiye pak polisine nesu, wahhh kepriben kiye?" pak Sobri kebingungan.
( Whaduhhh mbaaakkk ini pak polisinya marah, wahhh gimana ini? )
" Santi sihh ada ada aja" Feni menggerutu.
" Blaish Saann piye jal" Lestari menoel lengan Santi.
( Bahaya saann gimana coba )
__ADS_1
" San, kamu harus tanggung jawab. Piye kalau sudah kaya gini" Ambar ikut menimpali.
" Halah, lha wong kalian semua juga pada ikut ikutan kok tadi. Ya ditanggungjawabi bareng tooo" si Santi ngegas.
Pak sopir polisi dan beberapa polisi turun dan memberi kode pada Kami untuk turun dari mobil juga. Pak Sobri, Mas Sikro, dan Feni yang turun.
" Ayo ... ayo. .. turun semua ..." kata pak poisi yang pake topi.
Akhirnya Kami semua turun dan disuruh berjajar.
" Mbak mbak semua tahu kenapa kami memberhentikan mbak mbak ini?" tanya pak polisi bertopi.
" Kalau bercanda jangan di jalan raya dong" jawab pak polisi yang lain.
" Oke, karena kami juga mau latihan dan mbak mbak ini sepertinya pengen berkenalan dengan kami, maka hukumannya tolong salami kami satu per satu sambil sebutkan nama kalian" kata pak polisi bertopi.
__ADS_1
Ihhiiirrr memang ini yang tadi kami harapkan. Akhinya kami melakukan hukuman pak polisi bertopi dengan senang hati.
" Jangan diulang ya mbak mbak" kata Pak polisi yang sedari tadi diam sambil senyum senyum.
" Ya Paakkkk" jawab kami serempak.
Setelah mereka pergi kami masuk mobil dan melanjutkan perjalanan dengan hebohnya.
≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Begitu juga di kost-an kami, setiap pagi selalu disuguhi lagu lagu dari Bon Jovi atau Guns N Roses sama Andi anak SMA kamar sebelah. Awal kami agak pekak telinga saking kerasnya volume tapi lama lama jadi terbiasa juga. Malah kadang kami ikut bersenandung. Saat hari Minggu banyak Kami habiskan bermalas malasan di kamar atau main ke warnet depan yang dijaga Mang Jajang dan Mas Efendi. Yang unik meski kami manggilnya Mang tapi Mang Jajang masih muda nggak jauh beda umurnya dengan Kami. Dan yang bikin aku seneng Mang Jajang jadi pelanggan tetap ku, dia membeli sabun dan pelembab wajah tiap bulannya.
" Mang kenapa kok mau-nya beli sabun dan pelembabnya sama Dini" tanya Ika suatu hari pas kita lagi ngrumpi sore sore.
" Abisnya dari kalian semua yang kelihatan jujur cuma Dini, so aku kalo beli perawatan wajah nggak bakal dijerumusin ngeborong dagangan kalian" testi si Mamang
__ADS_1
" Wiiii jujur apanya?!! jujur kacang ijo si Dini mah .... " canda Ika.
Ya begitulah hari hari di minggu pertama aku kerja, sangat menyenangkan.