Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
PRASETYO HERNAWAN


__ADS_3

Huufffttt untung tidak terjadi apa apa sama nih cewek. Boleh juga bela dirinya, tidak bisa dikatakan jago sih kalau cuma untuk pertahanan diri cukuplah.


Dari awal aku sudah tertarik dengannya. Wajahnya ayu khas orang Jawa kulit sawo matang. Logat dan bahasa tubuhnya polos tidak dibuat buat, terkesan sekali apa adanya. Agak tomboy dan cuek sekali. Kalau ketemu dia rasanya pengen dekat, pengen memandang wajahnya yang ayu. Makanya kemarin saat dia kebingungan soal keberangkatan ke Purwokerto, kesempatan ini tidak aku sia siakan. Langsung kutawari tumpangan kebetulan aku kebagian ngedrop. Dan syukur dia mau, di sinilah kami sekarang. Berdua di mobil membuat rasa yang tidak karuan di hati dan badanku. Entahlah baru kali ini aku merasakan hal yang sangat sulit untuk digambarkan. Seneng, deg deg an, gemas, segala rasa ada πŸ˜€.

__ADS_1


Ternyata dia ceriwis sekali seakan ceritanya tidak akan pernah habis. Dia dari keluarga sederhana, dari cerita yang aku tangkap keluarganya harmonis. Dunianya sangat kecil hanya ada keluarga dan kuliahnya saja, kuper kata orang mah. Dua kali mendapat kelas akselerasi dan lulus kuliah tepat waktu, sehingga di usianya yang 20 tahun gelar sarjana sudah di tangan. Tapi kurangnya pergaulan membuat dia tidak siap di dunia kerja, so tersisihlah dia.


Tapi ada hikmah tersendiri buatku, sehingga aku bisa mengenalnya.

__ADS_1


Ya aku, Prasetyo Hernawan wajahku bisa dibilang tampan karena sangat terawat, badan tinggi tegap dengan dada bidang, perut sixpack dan kulit sawo busuk khas laki laki yang menambah nilai plus-ku. Aku anak tunggal pengusaha properti di Semarang, meskipun status sebagai anak orang kaya aku sembunyikan. Dengan kondisiku yang sudah aku ceritakan itu semestinya dengan mudah aku mendapatkan wanita tetapi di usiaku yang hampir kepala tiga, aku belum menemukan tambatan hati pengganti Tia. Penghianatan Tia masih membekas di ingatanku. Bagaimana dengan sangat tidak berperasaannya dia meninggalkan aku demi laki laki lain. Disaat semua sudah aku korbankan untuknya. Bayang bayang rasa sakit itu terus menghantuiku. Aku jadi laki laki aneh, yang ingin menyelami kehidupan jadi wanita. Ingin tahu apa yang dipikrkannya mengenai laki laki. Maka jadilah aku laki laki yang genit melambai. Tapi aku masih normal sebagai laki laki lho ya, masih suka terangsang kalau lihat perempuan yang agak agak "terbuka" auratnya.


Sekarang dia di sini di sampingku tertidur lelap. Ingin kusentuh mata itu, bibir merah itu, pipi yang sering keliahatan malu malu itu, ingin kusentuh semuanya. Tapi Aku tidak berani meneruskan fantasiku, takut ada yang berubah bentuk di badanku πŸ˜€πŸ˜€malah bingung sendiri nanti cari pelepasannya.

__ADS_1


Begitu lelap tidurnya, aku puas puasin memandang wajah ayu-nya, mendengar dengkuran halusnya, dan mataku menelusuri wajah itu. Ketika mataku terbentur dengan pemandangan alam yang indah, dua bukit yang mengintip di sela sela krah leher baju-nya yang sedikit terbuka karena posisi tidur yang agak merosot.


Ah, lagi lagi kutepis pikiran kotorku terhadap Dini. Ya ... Tuhan... apa aku jatuh cinta ya dengan perempuan ini, batinku. Kutepuk jidatku, hehhh eling eling jangan mesum melulu. Ha ... Ha... Ha.... iya baru dengan cewek ini aku bisa berfantasi liar. Tidak dengan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2