Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
BERANGKAT


__ADS_3

Dari pulang kerja tadi aku nyiapin ranselku dengan berbagai barang, baju harian 3 stel, baju tidur 3 stel, baju pergi 😊 3 stel, dalaman,mukena, handuk, alat mandi, sendal, semua masuk jadi satu di ransel. Kalo bisa ngomong ni ransel n barang barang di dalemnya pasti teriak, wooooiiii gerah ni ....


Mmmmm apalagi ya yang kurang? kayaknya nggak ada, dah masuk semua.


Tok ... Tok ... Tok ... pintu kamarku diketuk seseorang, Mami kali ya.


" Masuk... Nggak dikunci kok " sahutku


Ceklek! ... Mami melongokkan kepalanya.


" Kok ngetem di kamar dari tadi Din, ngapain aja " tanya Mami


Aku memang belum ngasih tahu Mami kalau besok aku sudah berangkat kerja ke luar kota.


" Lagi siap siap Mi, besok Dini berangkat " jawabku


" Hah!! kok langsungan sih. Apa nggak besok Senin aja sekalian to?" tanya Mami lagi.


" Nggak Mi besok langsung suruh ke kost-an "


" Dapat area mana kamu Din?"


" Purwokerto Mi "


" Whaduh!?? jauh lho itu 7 jam perjalanan dari Semarang "


" Iya jauh "


" Ya sudah besok Mami yang anter "


" Mi besok aku bareng sama temen, Mas Prast yang anter barang jualan Kami. Kebetulan dia ngedrop sendiri "


" Kamu dijemput atau gimana? "

__ADS_1


" Dini ke kantor dulu Mi, janjian dari kantor berangkatnya "


" Apa cukup angkut barang sama orang?" tanya Mami lagi


" Cukuplah Mi, orangnya cuma Dini sama Mas Prast aja kok" jawabku


" Hah?!! Cuma berdua?? " Mami menaikkan alisnya


" Tenang Mi, kayaknya sinyal dia lemah kalau sama perempuan " jawabku asal


" Whatt?! " Mami mengerutkan keningnya.


" Ya sudah pokoknya kamu hati hati bawa diri ya, Mami percaya kamu " kata Mami lagi.


Malamnya pas makan malam sama Papi & Mami, aku pamitan.


" Pi Mi besok Dini mo kerja di Purwokerto minta doa & restunya ya"


" Ehhkkemm, ya Papi Mami ngijinin kamu kerja jauh dari Kami. Baik baik jaga & bawa diri Kamu. Jaga nama baik keluarga. Itu aja pesan Papi " aku lihat Papi jadi agak melow hi hi hi ... lucu juga kalau melow gitu Papi aku.


" Nggak Mi, cuma geli liat Papi melow"


" Hihh, nih anak " Papi gemas ngelempar serbet ke muka ku sambil pergi ke kamarnya.


" Mi, besok Dini berangkat sendiri aja deh ke kantornya"


" Lhahh napa?" tanya Mami


" Malu tau Mi sama Mas macho"


" Lhah katanya sinyalnya lemah kok macho sih?" Mami agak miringin kepalanya keheranan.


" Yaaa gitu deh, tahu tuh "

__ADS_1


\=\=\=≠\=\=\=\=


" Pagi Mas Prast ... " sapaku pas sampai kantor sambil celingukan.


" Cari siapa Kamu?" tanya Mas macho


" Nggak cari siapa siapa" ujarku agak memberengut.


" Kok itu kepala tengak tengok?"


" Oooohhh, biasanya rame Mas ini kok sepi" jawabku


" Ya liat to ini jam berapa?" katanya


Oh, iya belum jam kerja ding.


" Sudah siap?" tanyanya


Aku cuma mengangguk.


" Kita berangkat sekarang?" tanya mas macho lagi.


" Woke, lets go baby" kataku dengan riang.


" Baby ... huhh " gumam mas macho yang membuat senyumku semakin lebar.


Sepanjang jalan tak putus putusnya bercerita tentang banyak hal. Mas Macho banyak tanya soal keluargaku, dan dia banyak cerita seputar kegiatannya. Dan yang aku rasakan selama perjalanan Mas Macho nggak menunjukkan kemelambaiannya, bener bener macho pokoknya. Logat kemayunya yang biasa dia perlihatkan saat di kantor nggak ada sama sekali sepanjang perjalanan. Aku pengen tanya hal itu cuma takutt kalau dia-nya tersinggung.


" Din, melamun ya kamu?" tanya mas macho membuyarkan lamunanku. Ternyata Kami sudah berhenti di sebuah restoran.


" Kamu ngelamunin apa? Aku?" katanya lagi sambil nyengir


" Huuuu Ge Er" jawabku reflek tanganku mencubit lengannya. Dengan sigap dipegangnya tanganku, dan meremasnya lembut. Dug ... dug ... dug ... jantungku serasa menggedor gedor dada h h h ... lebay nih aku. Tapi bener lho jantungku empot empotan apalagi Kami sempat bersitatap sebentar ( karena aku kemudian menunduk ... Malu coyyy ... ). Ih ... lembuuuttt banget tatapannya. Dilepasnya tanganku dan membukakan seat beltku.

__ADS_1


" Kita istirahat makan siang dulu " katanya. Aku cuma mengangguk, rasanya pipiku merah karena malu-ku belum hilang.


Kami keluar mobil dan Mas macho menggandeng tanganku masuk ke resto tersebut. Dan aku?? h h h kaya kebo dicucuk hidungnya, diem ngikutin dia sambil salting 😀.


__ADS_2