Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
KERJA


__ADS_3

Hari pertama kerja kami semua bersemangat terutama bagi anggota baru termasuk aku. Pagi pagi kami sudah mandi dan sarapan di warung Pak Kirsan. Kami bergerombol di depan kamar kost, berdandan dan saling mendandani dengan heboh hingga penghuni kost lain nimbrung dan beraneka komentar, candaan mewarnai.


Demo hari ini ada di pinggiran kota kurang lebih satu jam perjalanan.


Sampai di tujuan kami berpencar sesuai dengan tempat yang ditunjukkan Mas Sikro. Aku berpartner dengan Dian karena dia yang lebih senior di team ini. Selama seminggu aku jadi anak bawang, cuma bantu2 demo dan cuma dapat 40℅ dari komisi keseluruhan. Kami gajian tiap Sabtu.


" Assalamu'alaikum Bu" aku dan Dian menyapa ibu tuan rumah tempat Kami akan melakukan demo.


" Wa'alaikumsalam, mari mbak masuk dulu. Saya tak panggil ibu ibu nya" demikian Ibu tuan rumah menyilahkan kami masuk kemdian keluar memanggil ibu ibu tetangga nya.


" Buuu ... Mbaaakkk .... ini lho mbak e yang mau demo dah dataanngg" teriaknya di luar. Ini pengalaman pertamaku kerja seperti ini,senyum geli aku baru tahu.


Setelah Ibu ibu peserta demo berkumpul Kami memulai acaranya.


" Selamat siang Ibu Ibu, Saya Dian dan ini teman Saya Dini. Kami dari Melati Kosmetik ingin memperkenalkan produk Kami pada Ibu Ibu sekalian" dian memulai demo tersebut. Lumayan ada 7 ibu ibu yang bersedia hadir.


" Ada yang sudah pernah pakai produk Kami?" lanjut Dian.


" Ada mbak " seorang Ibu berambut ikal tunjuk jari.


" Ibu pakai apa?"


" Saya pakai bedaknya Mbak"

__ADS_1


" Tabur, padat, atau two in one Ibu?"


" Yang padat Mbak"


" Gimana Bu rasanya?"


" Lhahhhh mbak-nya ha yo nggak tahu no saya, Ha wong nggak tak jilat kok. Nggak tak rasain. Kayak orang rakus aja bedak dimakan" sungut si Ibu


Ha .. ha ... ha .... saya, Dian, dan beberapa Ibu tertawa.


" Bukan begitu Bu maksud temen saya. Maksudnya saat ibu pakai bedak itu, bedaknya awet, atau terasa ringan di kulit, atau bagaimana?" jelasku tersenyum.


" Woooo Ha yoo wenak mbak, wong mahal kok. Bedaknya bikin kinclong" jawab ibu itu lucu.


" Terima kasih Bu, produk Kami bukan cuma bedak aja lho ada banyak macam dan jenisnya. Untuk lebih jelasnya Mbak Dini akan menunjukkan produk dan kegunaannya sedang saya yang akan mengaplikasikannya ke seorang Ibu. Siapa di sini yang bersedia jadi model?" kata Dian.


Salah seorang Ibu maju dan menjadi model Dian. Aku menjelaskan produk perawatan saja karena untuk make up saya pikir para Ibu sudah tahu jenis jenisnya. Sehingga sisa waktu bisa aku gunain buat approach produk.


" Bu putranya berapa?" tanyaku pada seorang ibu yang aku lihat beliau sangat antusias.


" Dua mbak cewek semua, sudah perawan semua" si ibu tersenyum bangga


" Wahhh, enak dong Bu bisa joinan make up-nya sama anak anak"

__ADS_1


" Wahhh ya nggak Mbak, remaja sama orang tua ya beda to mbak"


" Ibu, kalau make up bisa Bu dipakai semua umur yang nggak bisa itu produk perawatan wajah" jelasku


" Waa iya itu maksudku " jawab si ibu serius.


Kemudian aku jelaskan pada Ibu ibu itu produk yang aku bawa dan aku beri tips tips merawat wajah ( aku dapat dari majalah wanita 😀😀).


Akhir dari demo itu, ibu yang jadi model sangat puas dengan riasan dari Dian. Dan ibu ibu peserta demo suka dengan penjelasanku, terbukti produk perawatan yang kami bawa laris manis malah sampai harus ambil stok di mobil. Dua jam kami berada di rumah itu dengan hasil memuaskan.


" Ibu ibu, terima kasih atas kehadiranya dan buat ibu tuan rumah, kami sangat berterima kasih sudah diterima, disuguhi minum, cemilan. Ini ada sekedar kenang kenangan dari kami" kata Dian sambil menyerahkan souvenir yang sudah disiapkan di setiap demo.


Kami berpamitan dengan tuan rumah dan ibu ibu yang ada.


Sekembalinya di mobil,


" Gimana Dian? bagus nggak?" tanya Feni.


" Apik sih" jawab Dian.


" Approachnya bagus " lanjut Dian


Aku cuma senyum " Trims Yan"

__ADS_1


Alhamdulillah lancar demo pertama hari ini, semoga yang ke dua lebih baik.


__ADS_2