
**Dari author
Dear pembaca tersayang,
sudah 50 episode nih CLD, please dong like, komen, dan vote-nya.
Terimakasih atas kunjunganya ke karyaku ini. Baca sampai tamat ya** ...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Esok harinya aku berangkat kerja dengan semangat dan tekad baru, meskipun kalau malam terkadang masih suka nangis. Hari hari berikutnya sebisa mungkin aku menghindar darinya dengan menyibukkan diri.
Dan hampir setiap hari Koh Tony meneleponku hanya untuk sekedar menanyakan kabar. Padahal panggilan telepon itu lebih sering aku abaikan. Untuk menghindarinya hari ini aku mengganti nomor ponselku. Pulang kerja aku ke agen provider membeli nomor baru. Semoga dengan begini dia tahu kalau aku sudah tidak ingin diganggu lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Rian, panggil pak bos" Pak Agus yang baru masuk ke ruanganku memberitahuku.
"Trims Pak Agus"
Segera aku ke ruangan Pak Bos.
"Duduk Yan" perintah Pak Bos, tumben biasanya langsung perintah.
"Ya Pak"
"Yan, kamu suka hal hal yang baru nggak?"
"Maksudnya Pak?" tumben sekali si Bos ngomongnya muter muter.
"Ini ada pelatihan lanjutan dari supplier di Jakarta satu bulan, gimana menurutmu?"
"Ya baik Pak, karena dengan pelatihan kemarin Saya masih sering ada kendala" jawabku
"Kamu nggak? soalnya cuma Kamu yang paham systemnya"
"Inshaa Allah siap Pak, cuma Saya minta ijin ortu dulu"
__ADS_1
Tuhan Maha Tahu, dengan begini aku aku bisa menghindar dari Koh Tony.
"Oke, besok Saya tunggu kepastiannya"
"Baik Pak"
≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari pertamaku menginjak Jakarta. Aku dijemput mobil perusahaan supplier dan ditempatkan di mess karyawan mereka.
Orang pertama yang aku hubungi setelah beberes di mess adalah Pak Andre, hanya dia yang aku kenal baik di sini.
"Halo selamat malam" sapaku di telepon.
"Maaf dengan siapa ya?" jawab di ujung telepon.
"Somse ih Pak Andre"
"Rian? ganti ya nomormu? pantes kemarin aku telepon nggak bisa" cerocos Pak Andre.
"Kamu sudah di mess?"
"Sudah Pak, barusan sampe"
"Oke deh, ntar malem aku maen situ. udahan dulu ya ada meeting" putus Pak Andre
"Oke Pak, ditunggu ya"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Halo, piye kabare?" tanya Pak Andre pakai bahasa Jawa yang canggung saat datang ke mess.
"Baek Pak, Alhamdulillah" aku jabat tangannya.
"Piye kabare Mamas-mu?" dikedipkannya sebelah matanya sambil tersenyum menggoda.
"Walah nggak usah dibahas Pak"
__ADS_1
"Ha .... ha ... ha .... patah hati ya? ditinggal kawin" tawa pak Andre pecah
"Kok tahu Pak?"
"Tau aja kan masuk infotainment" jawaban ngawur Pak Andre bikin aku malu
"Ada ada aja, sudah ah jangan bahas itu" sahutku.
"Mami Papi sehat?"
"Alhamdulillah sehat Pak, mereka titip salam buat Pak Andre yang gantengnya nggak terkalahkan sak Indonesah"
"Ha ... ha ... ha ... Ono wae. Lha Oma juga Baek to?"
"Alhamdulillah Baek, masih suka genit dan galak" aku tergelak keinget nenek saat ultah Papi.
Kami ngobrol hal apa saja juga soal pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan besok pagi jam delapan.
"Besok jangan telat, yang ngampu bukan Saya besok"
"Lha kenapa kok bukan Bapak?" tanyaku
"Aku juga ngampu, gantian. Nanti ada jadwalnya"
"Oh ya sudah, ayem Saya kalau ada Pak Andre"
"Kenapa ayem?"
"Ya ayem aja, ada temen yang kenal sama kita"
"Ntar juga kenal sama yang lain, sudah tidur sana. Istirahat, besok dijemput jam tujuh di halte depan mess pakai bis perusahaan. Turun di pos satpam tanya gedung Balai Latihan mana. Ntar biar ditunjukin, nggak jauh dari pos satpam" bener Pak Andre
"Siyaap Pak"
"Oke Saya pamit dulu, sampai ketemu besok ya"
Pak Andre dan aku tidak terpaut jauh umurnya, dia lima tahun lebih tua dariku.
__ADS_1