
Kami pindah ke sebuah rumah kontrakan tanpa tahu persis apa permasalahannya kenapa harus pindah kost. Kontrakan Kami di perumahan dekat dengan tempat wisata Baturraden, Saphire Regency namanya. Rumah dengan 2 kamar tidur ada ruang tamu dan ruang tengah yang Kami sulap menjadi kamar. Mas Sikro sebagai cowok satu satu nya mengalah tidur di ruang tamu. Cukup lumayan juga tempatnya, masih asri karena masih banyak sawah di sekitar perumahan.
Kurang 20 hari kerja untuk tutup target, sebetulnya target Kami sudah tercover tetapi demi mendapat bonus lebih Kami harus menambah 10% lagi dari target.
Diam diam aku mengadu ke Mbak Erni ( DPS Leader kami ) soal kepindahan ini, pasti ada salah paham.
Hari pertama pindahan Kami pakai buat bersih bersih rumah dan pembagian kamar. Kali ini aku sekamar dengan Dian dan Ambar.
"Biar kalian fokus kerjasama untuk kejar target 20 hari ke depan" kata Shanty waktu si Widi protes kenapa tidur musti diatur juga.
Satu Minggu berlalu dan 10% diperkirakan bisa tercapai dengan 2 hari kerja lagi.
"Semangat Cahhh .... bonus sudah nunggu di pengkolan lhoo" Feni menyemangati Kami.
"Wokee don wori Feenn kita kejjiiarrr" sahutku tak kalah semangat.
"Wahh bisa pulang gasik nih" Lestari ikut andil.
"Oke ntar malem kita atur cuti-nya" balas Shanty
"Okeee" koor dari Kami semua
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Teman teman omzet bonus kita sudah tercapai, so kita ada waktu kosong sebelum rolling area 10 hari. Kita atur jadwal cuti ya." Kata Shanty
"Fen tolong Lo jelasin jadwalnya" perintah Shanty lagi.
__ADS_1
"Gini, kita kerja setengah tim aja. Masing masing 4 hari ya nggak lebih! kalau nekad bonus ilang" jelas Feni sambil nunjukin jadwal cuti.
"Yes! Mbak Dian kita cuti bareng nih" kataku girang.
"Laahhh kalau kalian cuti gue bobok sama sapa doongg" rengek Ambar
"Kan besoknya Lo nyusul cuti, Cemen!" sahut Feni. Ambar cemberut membulatkan matanya malas.
"Woke bubar, besok kerja full tim" pungkas Shanty
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Memang rencana tak seindah kenyataan. Esok paginya Kami terima kabar kalau ntar malem Leader pusat akan datang.
Whattt? apalagi ini! Kami jadi heboh & nggak konsen kerja. Otomatis Kami jadi pulang gasik.
"Malam semuaaa .." sapa Mbak Erni
"Malam Mbakk" jawab Kami serempak
Di kamar itu ada 12 orang berkumpul, tim Kami 10 orang, Mbak Erni, & seseorang yang super angkuh.
"Shay, aku sama Tiyok ke sini karena ada hal yang sangat penting yang menyangkut nama baik kalian" kata Mbak Erni
"Maksudnya gimana Mbak? Nama baik piye Yo Mbak?" tanya Shanty
"Oke, Kalian denger dulu jangan ada yang nyela ya!?. Aku dapat berita kalau salah satu dari kalian suka dibawa cowok cowok, dibawa dalam artian negatif lho ya. Kalian tahu sendirilah artinya apa. Satu orang yang melakukan tapi yang kena satu tim bisa jadi semua DPS di cap seperti itu. Itu yang aku nggak mau, makanya aku langsung ke sini" panjang lebar Mbak Erni menjelaskan.
__ADS_1
"Sudah boleh ngomong Mbak?" tanya Shanty
"Ya silahkan"
"Saya sebagai ketua tim sebelumnya minta maaf kalau ada anggota Saya yang seperti itu. Tapi setahu Saya, Kami semua baik baik kok Mbak. Nggak ada yang jadi bawaan cowok cowok apalagi om om. Kami semua temenan sama cowok, dan terkadang Kami pergi dengan cowok cowok teman Kami. Tapi ya itu just bergaul sehat, nggak ada yang aneh aneh. Mbak Erni dapat laporan dari siapa sih? Anak anak kalau mau pergi dengan teman cowoknya, mereka pasti pamitan kok mbak dengan Saya atau paling nggak pamit sama teman sekamarnya.Nggak main asal slonong aja. Saya tahu mereka pergi sama siapa & kemana, jadi nggak ada yang mempertaruhkan nama baik di sini. Mungkin informan Mbak Erni ada tujuan tertentu kali kasih info yang mengada ada" Shanty melirik galak ke arah seseorang yang mendampingi Mbak Erni. Whuahh salut Shanty Lo ngomong lebih puanjang and lebih lebar dari mbak Erni demi membela Kami.
"Lhah kalau cewek pergi hari ini sama cowok A, besok sama cowok B, besok sama cowok C, itu namanya apa coba?" seseorang itu langsung buka suara dengan gaya yang sok meyakinkan. Mbak Erni manggut manggut menanggapi hal itu.
"Oke, gini, Saya tau hal ini sebenernya karena Saya tapi yang kena satu tim Saya. Ini soal ketidakprofesionalan seseorang yang mencampuradukkan masalah pribadi dalam pekerjaan" akhirnya aku angkat bicara daripada kelamaan.
"Hal ini berawal dari Saya yang memutus hubungan dengan beliau (aku menunjuk seseorang itu) karena sudah tidak cocok, dan kebetulan setelah itu Saya pergi dengan anak Ibu kost. Itulah permasalahannya. Beliau tidak terima Saya putuskan sehingga cari cari masalah. Tetapi beliau juga curang, tidak mau Saya putuskan tapi juga macarin teman satu tim Saya. Dan dia-lah yang kasih info aneh aneh kepada belaiau" aku jelaskan kronologinya pada Mbak Erni.
Ada dua orang yang saling pandang dengan muka gemes.
"Dan orang itu?" tanya Mbak Erni padaku
"Beliau yang Saya putusin, Mas Prast alias Mas Tiyok. Dan dia yang kasih info adalah Widi" lanjutku
Ya seseorang yang mendampingi Mbak Erni adalah Mas Macho alias Mas Prast, yang berpenampilan beda, rambutnya cepak rapi hilang sudah kegemulaiannya. Dan aku bersyukur atas hal itu.
"Gini ajalah Mbak, daripada berlanjut, Saya minta maaf kalau sikap Saya dianggap salah" pungkasku
"Oke, dari semuanya Saya ambil tindakan aja lah. Riandini rolling ikut Mas Bagus Koordinator Solo, dan Widi ikut Mas Andre koordinator Tegal mulai Bulan depan, sambil nunggu periode berikutnya" putus Mbak Erni.
"Tapi Mbak mosok anggota-ku berkurang dua"
"Gampang Ntar ditambah dari tim Semarangnya Roy, dia kelebihan orang" sahut Mbak Erni.
__ADS_1
Ahhh yesss lepas, gumamku lega. Nggak aku peduliin Widi dan Mas Prast yang menatapku kesal.