Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
LAMARAN


__ADS_3

Setelah aku masuk kamar, aku tidak tahu lagi apa yang mereka bicarakan atau rencanakan. Aku hanya menangis dan berusaha berdialog dengan hatiku. Apa yang sebenarnya aku inginkan. Sampai hampir sepertiga malam akan berakhir aku tumpahkan segala rasa yang membebani hati dalam sujudku. Aku pasrahkan segalanya di tangan-Nya, aku mohon yang terbaik untuk Kami semua. Aku merasa lega setelah kutumpahkan segala rasaku pada-Nya. Dan aku tertidur dengan masih mengenakan mukena sampai alarm pagiku berbunyi.


Setelah menunaikan kewajibanku aku melanjutkan tidur mumpung hari Minggu.


Tok ... tok ... tok ...


"Dinn .... hehhh anak perawan kok jam sebelas masih tidur. Ayo bangun itu ada tamu" Mami membangunkanku dan membuka korden kamarku lebar lebar. Wuahhhh hari sudah panas sekali, terlihat dari jendela kamarku cucian yang hampir kering di halaman samping.


"Siapa Mi tamunya" sahutku malas


"Tony, dia ingin bicara berdua dengan Kamu" jawab Mami lembut.


"Coba dengar dia bicara dulu, pikirkan dengan kepala dingin dan ajak bicara hatimu. Jangan turuti emosi Kamu" Mami mengelus rambutku yang masih acak acakkan.


"Dah sana mandi, segera temui dia" ditepuknya pundakku perlahan dan berjalan keluar kamar.


Dengan malas kuseret langkahku ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan setelah nya aku menemui dia di ruang tamu.


"Hai" sapanya canggung


"Hmmm mau ngomong apa Koh?" sahutku malas sambil duduk kursi diseberang nya.

__ADS_1


"Mmmm cuma mau minta maaf aja ..."


"Lhahh kan aku sudah bilang kalau aku sudah memaafkan kamu. Kok masih minta maaf terus sih" aku langsung nge gas sebelum dia menyelesaikan ucapannya.


"Maksudku aku minta tolong satu kali ini saja biarkan orangtuaku datang dan nenjelaskan semua. Setelah itu aku akan ikut semua keputusanmu"


"Ya terserahlah apa mau kamu" kataku akhir nya.


Mendengar jawabanku mukanya agak sumringah dan tersenyum tipis.


"Terimakasih" ucapnya yang ditelingaku terdengar sangat tulus.


Aku jadi ragu dengan sikapku.


"Terimakasih, aku permisi pulang dulu. Tolong pamitin Mami sama Papi" ujarnya seraya berdiri dari duduknya. Melihat aku tidak bergeming dari tempatku, dia melangkah keluar dan mengucapkan salam


"Assalamu'alaikum" mau tidak mau aku harus menjawab salamnya


"Wa'alaikumsalam"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Seminggu berikutnya pun di hari Jumat yang biasanya dia menjemputku kali ini tidak.


"Tumben Yan HT nggak jemput kamu" tegur Mbak Wati saat pulang kantor bareng.


"Lah malahane Mbak" sahutku


Dan Mbak Wati tidak melanjutkan pertanyaannya.


Begitupun esok harinya, di hari Sabtu dia biasanya sudah siap di atas motornya sambil memegang helm yang akan aku pakai. Kali ini dia juga tidak muncul sampai aku celingak celinguk.


"Cari HT Mbak Din?" tanya salah seorang salesman


"Ah nggak, cari ojol aku sudah pesan kok" alasanku padahal aku belum memesannya.


"Oh, ojol belom ada. HT juga nggak ada" jawabnya polos sembari masuk ke kantor karena masih ada briefing untuk salesman.


Akhirnya aku pulang pakai ojol. Sampai rumah Mami tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.


"Emang jadi ya Mi?" tanyaku santai


"Lhohh gimana kamu ini, Yo jadi lah. Sudah sana siap siap Kamu. Dandan yang cantik. Camer mau datang lohh" goda Mami

__ADS_1


"Apaan sih Mami" aku ngeloyor ke kamar.


__ADS_2