Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
BUKTI


__ADS_3

Haaaaiiii pembaca tersayang, apa kabar? Semoga kalian baik dan sehat ya ... supaya bisa baca terus karyaku 💋💋😀😀


Please like, komentar, kritik, saran, dan vote-nya dong... supaya aku bisa lebih baik dalam menulis. Karena aku merasa masih baaaanyyyaakk kekurangan di karyaku ini.


Terimakasih sebelum dan sesudahnya ya ...


Salaamm


≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari Jumat dan Sabtu otomatis aku tidak bawa motor ke kantor, selalu diantar dan dia jemput Koh Tony. Kalaupun misalnya dia ada meeting di kantornya selalu diusahakan oleh untuk menjemputku.


"Yang, ntar sore lembur nggak?" tanyanya


"Nggak sih, kenapa Koh?"


"Tunggu di kantor dulu bentar ya, aku ada meeting. Palingan jam enam sudah selesai" jelasnya


"Aku naik ojol aja Koh"


"Janganlah, sebentar tunggu aja sebentar nggak lama ya?"


"Kalau lebih dari jam enam aku pulang pakai ojol" ancamku


"Iya, nggak lama. Tunggu ya. Terimakasih"


Aku menunggunya dengan menyibukkan diri membenahi file file-ku yang berantakan. Tidak sengaja aku lihat jam di dinding, wahh jam enam lewat. Duh, dah dijemput belum ya?. Bergegas aku simpan file file yang belum selesai aku beresin dan kusambar tasku di atas meja segera keluar kantor.


Aku lihat dia duduk di pinggiran pagar halaman kantor.


"Hai Koh, sudah lama?" sapaku menahan malu. Dia yang ijin lembur malah aku yang kelamaan kembur.

__ADS_1


"Nggak barusan kok" jawabnya


Dia bangkit dari duduknya dan mengambil dua buah gelas dari samping kanannya dan membawa ke warung samping kantor.


Waduh sudah nunggu lama nih sampe habis minum dua gelas, batinku.


"Tadi jemput jam berapa Koh?" kupakai helm yang diulurkannya


"Jam lima seperempat" dia juga memakai helmnya.


"Kok nggak telepon atau kirim pesan kalau sudah jemput sih" aku merasa bersalah sudah membuatnya menunggu.


"Takut ganggu kalau kamu sibuk" motor distarternya


"Lhah kan aku sudah bilang kalau nggak lembur" aku menghempaskan pantat di boncengan motornya.


"Ya sudahlah nggak pa pa nunggu yang tersayang tu nggak ada ruginya" gombal dia, aku hanya tersenyum kecut.


"Assalamu'alaikum" berbarengan kami mengucap salam


"Wa'alaikumsalam" jawab Mami dan Papi.


"Sore Mi Pi" diciumnya punggung tangan kedua orangtuaku. Aku mengikutinya dan langsung masuk ke dalam untuk mandi.


Selesai mandi aku kembali keluar tapi Koh Tony sudah tidak ada di sana.


"Lhoh Koh Tony sudah pulang Mi?" aku sedikit kecewa saat menanyakan itu pada Mami, kok nggak pamit?.


"Belum, tuh lagi mandi di dalam"


"Oohhh" ternyata dia mandi di kamar mandi dekat dapur. Tumben!? batinku

__ADS_1


Selesai mandi dia bergabung dengan Kami di teras.


"Kita makan malam dulu yuk, kemalaman ntar Mami tambah gendut lagi. Kasihan si Papi" Kami hampir berbarengan mengerutkan kening.


"Kok Papi Mi?" Papi menunjuk dirinya sendiri


"Ya kasihanlah. Kalau Mami gendut Papi kesusahan gendong Mami ntar" muanjanya Mamiku iniii.


"Ooooo jangan remehin Papi yaaa segendut apa pun Mami Papi pasti kuat gendong lahh" si Papi ikutan jadi genit dengan buru buru merangkul Mami. Dihhh bikin iri aja. Aku dan Koh Tony malu malu saling pandang saja. Ya aku mulai membuka hati dengan kegigihan Koh Tony. Diraihnya tanganku dan digandeng mengikuti Mami Papi ke meja makan.


"Kalau pengen kaya kita harusnya cepetan dihalalin ya Pi" tiba tiba Mami ngomong sambil menggelendot manja sama Papi dan mengering jahil pada Kami. Buru buru Kami lepaskan tautan tangan Kami dengan malu.


Kami makan malam dengan meriah, yang meriah sih sebenernya Mami sama Papi aja sih. Mereka sepertiga lagi mengompori Aku dan Koh Tony.


Selesai makan Papi dan Mami pamit ke kamar, memberi kesempatan Kami berduaan 😀


"Yang, ini komisiku bulan ini tolong dibawa. Buat Kamu, kalau sisa disimpan buat keperluan kita besok" diangsurkan ya amplop coklat di hadapanku.


"Koh jangan sekarang, kan aku belum jadi istrimu" tolakku halus


"Ya kalau gitu aku titip aja, tolong disimpan. Kalau di aku nanti habis nggak tau juntrungannya" paksanya.


"Simpan di Bank aja to Koh kan gampang" aku berusaha menolak pemberiannya


"Ya tolong Kamu aja yang nyimpen di Bank. Aku malas antrinya" elaknya lagi


"Ya oke lah. Ntar kalau sudah rekeningnya aku serahin ya Koh" aku mengalah


"Gampang lah, bawa aja kali di aku ntar ilang lagi"


"Ini aku simpan ya Koh" kataku

__ADS_1


__ADS_2