Cinta Lama Dini

Cinta Lama Dini
PINDAH KERJA


__ADS_3

Pada masa tunggu jadwal ke Solo, aku pulang rumah dan iseng aku melamar kerja ke beberapa perusahaan.


"Mbok wes to Din, di rumah aja wong ya Papi masih bisa biayain kamu" kata Mami pas aku curhat.


"Pamit keluar aja, nggak usah diterusin. Cari kerja yang lain" samber Papi.


"Papi nggak ijinin Kamu ke Solo, kerja di sini aja" lanjut Papi


"Kalau misal Dini dapat kerjaan lagi yang lebih baik, boleh nggak Pi?" jawabku


"Pokoknya Papi nggak akan ijinin Kamu kerja luar kota lagi apapun jenis pekerjaan kamu" kekeuh bener nih si Papi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Mbak, Saya terimakasih sudah dibantu selama ini mohon pamit dan maaf kalau selama Saya kerja ada kesalahan" pamitku pada Mbak Erni


"Shay, aku juga minta maaf untuk masalah yang kemarin. Besok besok kalau Kamu mau kerja lagi bareng Kami, langsung kontak aku aja, OK?" balas Mbak Erni sambil memelukku erat.


Aku berpamitan dengan Mbak Erni setelah pengunduran diri ku diterima.


"Mbak Anne, Mas Prast, Saya pamit ya. Terimakasih atas semuanya" kebetulan mereka berdua sedang ngobrol dekat pintu gudang. Mas Prast agak kaget, dia nggak menyangka aku datang ke kantor dan berpamitan untuk mengundurkan diri.


"Ya sama sama ya Din, sukses buat kamu" Mbak Anne menjabat tanganku dan meninggalkan aku bersama Mas Prast.


Kami terdiam, aku rasa sudah tidak ada yg perlu diucapkan maka aku bergerak mau pergi.


"Mmmm, serius keluar?" Mas Prast membuka obrolan

__ADS_1


"Kan udah pamitan, ya seriuslah" jawabku cuek.


"Ok, Mas Saya pulang dulu sudah ditunggu Mami" kuarahkan dagu-ku ke luar kantor. Aku emang diantar Mami naik taxi.


Diraihnya tanganku yang dengan segera aku tepis.


"Tapi masih boleh kan kalau aku menghubungi Kamu atau main ke rumah?" tanya Mas Prast serius


"Ya bolehlah, cuma aku nggak berkewajiban menerima Mas Prast" jawabku enteng


"Mmmm terimakasih sudah membantu aku, sampai aku bisa menemukan jati diri ku" Mas Prast memandangku lekat. Aku hanya mengangguk dan segera berlari ke taxi yang sudah menunggu di luar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari hari ku berikutnya aku lalui dengan melamar pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain dengan Mami yang selalu setia mendampingiku kemanapun. Tapi tak satu pun dari lamaranku yang tembus. Terkadang sudah sampai sesi wawancara ke dua kemudian tidak ada kabar beritanl kelanjutan nya.


Hingga suatu siang, aku sedang santai sehabis boci ( bobok ciang 😀) seseorang mengetuk pintu rumah.


Tok .... tok ... tok ...


Ada seorang Mas mas di depan pintu.


"Permisi"


"Ya, cari siapa Mas?"


"Mbak Riandini-nya ada?"

__ADS_1


"Ada perlu apa ya?"


"Ini Mbak ada surat buat Mbak Riandini dari PT Majapahit"


Oooo rupanya seorang kurir perusahaan.


"Surat apa ya Mas?"


"Panggilan lamaran kerja yang Mbak Riandini ajukan" jawab si Mas


"Ohhh gitu, terimakasih ya Mas" buru buru aku terima surat panggilan itu


"Maaf mbak-nya?" kalimat tanya yang menggantung dari si Mas nya


"Dini Mas, Saya Riandini" jawabku cepat dengan senyum manis.


"O, tolong tandatangan di sini Mbak"


"Oke, terimakasih Mas"


"Sama sama Mbak, Saya permisi dulu"


"Ya mari mari"


Itu percakapanku dengan Mas kurir.


Segera Aku buka surat panggilan itu, dihatap datang besok Senin untuk wawancara.

__ADS_1


Yesss .... semoga diterima


__ADS_2