Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 13 " Bay Mengalami Koma "


__ADS_3

Cuaca hari ini tidak mendukung, hujan lagi turun. Bay sudah melarang Nagin untuk tidak bekerja. Tapi Nagin tetap saja akan pergi. Karena jadwal kemoterapi tuannya itu sudah mau dekat. Mereka perlu uang.


Nagin pun pergi bekerja, ia tak perduli dengan hujan deras, angin kencang dan petir yang menggelegar. Ia menyusuri jalanan dengan menjadi joki hujan.


Bay, yang tinggal sendiri di kontrakan itu terjatuh saat ia mau mengambil obat. Nagin lupa kalau obat tuannya itu tidak ia letakkan disamping tempat tidur tuannya.


Bay pun pingsan. Ia tak sadarkan diri. Sementara Nagin sibuk mengais rejeki dicuaca yang sedang hujan.


Bu Rini, pemilik kontrakan mendatangi rumah tersebut. Namanya juga pemilik kontrakan, jika sudah saatnya bayar ya harus dibayar. Walaupun dalam keadaan hujan , bu Rini tetap saja mendatangi Nagin. Apalagi Nagin dan Bay sudah menunggak 2 bulan belum bayar kontrakan.


Bu Rini mengetuk pintu kontrakan itu. Tidak ada jawaban, pikirnya. Ia coba mengetuknya kembali. Ibu Rini masih tak habis pikir, masih pagi pikirnya. Kemana perginya Nagin dan Bay?


Bu Rini pun mencoba membuka pintu kontrakan itu. Pintu itu tidak dikunci. Ia membukanya sambil memanggil Nagin.


Ketika ia melihat kearah kamar, betapa kagetnya ia melihat Bay pingsan. Bu Rini mencoba membangunkan Bay, tapi tak ada reaksi. Bu Rini pun langsung berlari keluar memanggil para tetangga.


Mereka pun membawa Bay kerumah sakit. Pak RT sibuk mencari Nagin. Ia pergi ke pasar, ke terminal bus, ke stasiun kereta. Ia sama sekali tak melihat Nagin. Ia pun sudah lelah mencari Nagin di saat hujan begini. Baju pak RT itu pun basah kuyup.


Ketika ia berhenti dilampu merah, ia melihat Nagin sedang membantu seorang ibu yang sedang membawa belanjaan. Pak RT pun memanggil Nagin.


" Gin...Naginnnnn..Naginnnn...."


" Pak RT ??ada apa pak?"


" Gin...Bay...…Bay.......si Bay....." sambil ngos - ngos'an


" Ia, mas Bay kenapa pak? jawab pak?" Tanya Nagin penasaran.


" Bay terjatuh dikamar, sekarang berada di rumah sakit."


" Apa???? mas Bay jatuh ???"

__ADS_1


Nagin langsung menangis dan pergi kerumah sakit


Sesampainya di rumah sakit, Ia menanyakan ke bagian informasi, dimana Bay dirawat.


Baju yang basah kuyup, ia tak perduli kan lagi. Nagin sangat panik.


Petugas informasi itu pun memberitahukan kalau Bay berada di ruang ICU.


Nagin menangis, ia menyesali perbuatannya. Padahal pagi tadi tuannya itu sudah melarang nya untuk tidak bekerja. Dengan pakaian yang basah ia terduduk didepan pintu kamar ICU itu sambil menangis meronta - ronta.


Dokter yang menangani Bay pun bertambah. Tidak hanya dokter Bram saja. Kira kira ada 5 dokter yang menangani Bay, tuannya itu.


Perawat, pak RT dan bu Rini yang melihat Nagin, langsung menenangkannya. Nagin sangat takut sekali jika terjadi sesuatu kepada tuannya itu.


Para dokter itu pun keluar dari ruang ICU. Nagin langsung berdiri menanyakan bagaimana keadaan tuannya itu.


" Ibu Nagin, kita hanya bisa berdoa. Kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi, hasilnya biarlah Tuhan yang menentukan. Saat ini pak Bay....??" dokter itu tidak meneruskan pembicaraannya...


" Tuan Bay kenapa dok?? jawab dok??jawab saya dokter??????tuan Bay kenapa ???" sambil menarik - narik tangan dokter Bram..


" Apa dok?? koma ???? ga dok..ga dok....tuan Bay ga boleh koma dok...ga boleh dok....ga boleh dok...ga boleh dokterrrrrrrrrrr......"


Nagin kembali menangis. Ia memukuli dinding rumah sakit itu. Bu Rini dan pak RT pun menenangkannya kembali.


" Gin, sabar ya. Kita berdoa Bay pasti sembuh...!" kata pak RT


" Ia, Gin. Sabar ye...masalah uang kontrakan lu, ya da deh bulan depan aje bayar nye...gue ikhlas kok...!" tambah bu Rini


Seperti disambar petir siang bolong. Nagin begitu bersalah sekali. Coba kalau ia tidak pergi dan ingat meletakkan obat disampingnya, pasti tuannya itu tidak akan jatuh.


Bu Rini dan pak RT mengajak Nagin pulang terlebih dahulu, agar Nagin bisa membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Di kamar kontrakan itu, ia mengambil fhoto tuannya itu..ia menangis sambil berkata .....


" Mas Bay...maafkan saya ya. Ini salah saya. Coba aja kalau saya nurut kata mas, pasti mas Bay ga akan kayak gini...cepat sembuh ya mas..!!"


Nagin pun mencium fhoto itu. Dan meletakkannya kembali. Ia bergegas hendak pergi ke rumah sakit.


Sore hari, ketika dokter Bram kembali memeriksa Bay, ia memanggil Nagin. Dokter Bram hanya meminta kepada Nagin untuk banyak - banyak berdoa. Dan Nagin pun meminta kepada dokter Bram, agar ia diberikan ijin untuk melihat tuannya itu, Bay.


..." Selamat sore mas Bay...semoga mas dengar saya ya? mas Bay, maafin saya ya, ini semua salah saya mas. Ohh ya mas, kalau nanti mas sembuh kita pergi jalan - jalan ya, kita pergi makan sate, jagung bakar dan ke taman. Pasti mas uda rindukan kita kayak dulu lagi? Kita tertawa bersama, saling bercanda. Tau ga mas, yang paling lucu buat saya itu, ketika mas ngajak saya ke mall, trus saya ga tau naik eskalator. Mas Bay sabarrrrr banget ngajari saya. Semua orang liatin kita dan menertawakan saya, tapi mas Bay tidak perduli. Ohh ya satu lagi, mas nyuruh saya belajar dandan. Tapi saya ga tau hehehehe.....trus mas paksa dan hasilnya wajah saya cemong semua heheheheh.."...


...( dengan berat hati ia tertawa agar ia bisa menghibur Tuannya itu )....


...Nagin pun menangis......


..."Mas Bay....!!" sambil memegang tangannya......


..." Saya janji ga akan nangis lagi mas, tapi mas harus janji..mas bangun dong...lihat saya mas....saya ga punya siapa - siapa lagi mas. Saya hanya punya mas Bay. Saya janji bakalan menjadi Nagin yang lebih baik lagi, ga bawel lagi. Mas Bay....bangun mas...bangun masssss...."...


...Nagin kembali menangis....


" Maaf bu Nagin ,bsudah habis jam besuk. Besok lagi ya bu Nagin. Tetap sabar ya..!"


" Suster, jaga mas Bay ya? saya titip mas Bay. Kalau ada terjadi apa - apa kabari saya ya sust....!"


" Baik bu Nagin...tetap bawa dalam doa ya...!"


Nagin hanya menganggukkan kepalanya.


" Mas Bay, saya pergi dulu ya...!!


Nagin mencium kening tuannya itu lalu ia pun pergi.

__ADS_1


" Hampa rasanya hidup ini, sudah tidak punya keluarga harus dapat masalah kayak gini. Kenapa ini harus terjadi Tuhan? kapan mas Bay bisa sembuh? uang sudah tak ada lagi, bagaimana pengobatan mas Bay? apa yang harus saya lakukan Tuhan?apa saya harus menghubungi kakek neneknya? ahh ntahlahh...!


Sampai kapan seperti ini Tuhan? begitu pahitnya perjalanan hidup ini.. Bagaimana cara nya menghubungi mereka, saya ga ngerti. Apa minta bantu perawat rumah sakit ini aja ya? pasti mereka lebih mengerti. Nagin..ayo kamu bisa..pasti kamu bisa..." Gumam Nagin


__ADS_2