
Jenni menyuruh masuk Nagin kedalam mobilnya. Kedua tangan Nagin masih dalam keadaan terikat. Jenni pun menghidupkan mesin mobilnya.
" Mbak Jen, tolong lepaskan saya mbak? perut saya sakit sekali."
" Ahh diam kamu ?"
" Kita mau kemana mbak?"
" Ga usah cerewet, kamu ikut aja..!"
Jenni melajukan mobil itu sangat kencang sekali."
" Mbak Jen, pelan - pelan dong, saya takut mbak."
" Kamu bisa diam ga sih?"
Mobil itu semakin melaju kencang. Beberapa mobil pun menepi karena Jenni mengemudikan mobilnya ugal - ugalan.
" Mbak Jen, perut saya semakin sakit mbak? saya ga kuat mbak."
" Bodo amat dengan perut kamu, yang penting kamu dan janin kamu secepatnya ke neraka hahahaha..."
" Astaga mbak. Mbak kita sama - sama wanita mbak, kok tega banget sih mbak buat nyelakai saya dan kandungan saya?"
" Saya ga perduli Nagin, yang penting Bay akan menjadi milik saya hahaha.."
" Tin...tin...tin...tin...awas mbak ada truk ? pelan - pelan mbak Jen?"
" Kamu diam, atau saya akan lemparkan kamu dari sini?"
Nagin hanya diam saja. Ia pun menangis. Ia hanya bisa berdoa, semoga ia dan kandungannya baik - baik saja."
Mobil Jenni pun semakin melaju kencang. Jenni tidak perduli akan keselamatan mereka.
Bay mencoba menelpon Jenni, tapi Jenni tidak mengangkatnya. Bay sudah semakin cemas .
..." Ya Tuhan ...lindungi Nagin dan kandungannya Tuhan...!"...
Perjalanan Jenni pun semakin jauh. Nagin mencoba menenangkan Jenni, tapi Jenni tidak perduli dengan Nagin.
Dipertengahan jalan tol itu, Jenni tidak melihat adanya perbaikan jalan.
" Awas mbak...itu jalannya lagi rusak ucap Nagin.
Jenni pun menabrak pembatas jalan itu. Ia tidak bisa lagi mengendalikan remnya dan akhirnya
..." Brakkkkkkkkkk"......
...ahhhh...ahhhh...ahhhh...ahhhhh...
mobil sedan putih itu pun berguling - guling dijalan tol itu.
Petugas perbaikan jalan itu melihat kejadian itu. Dan mereka langsung menolong Nagin dan Jenni.
__ADS_1
" Cepat tolong telpon ambulance...!"
" Oke ..oke..." Salah satu dari petugas itu menelpon ambulance.
Mereka mencoba memecahkan kaca mobil itu. Karen Nagin dan Jenni terjebak di dalam. Petugas itu mengambil linggis dan memecahkan kacanya. Dan ia pun bisa membuka pintu mobil itu.
Nagin dan Jenni terluka sangat parah sekali. Kepala mereka pun memar, luka ada dimana - mana. Mereka berdua tidak sadarkan diri.
" Bim, lihat ini.....!"
Mereka melihat Nagin. Mengalir darah segar dari dalam roknya.
" Apa yang terjadi pada wanita ini? banyak sekali darahnya keluar?"
" Ntahlah, apa ia sedang hamil?"
Tak berapa lama, ambulance pun tiba. Petugas ambulance dan 2 orang perawat membawa Nagin dan Jenni kerumah sakit.
Karena zaman sudah semakin canggih, petugas perbaikan jalan itu memposting fhoto Nagin dan Jenni ke sosial media, agar saudara - saudara mereka pada tahu, ya begitulah pikiran petugas itu.
Lisa yang kebetulan bermain sosmed, melihat postingan itu. Ia sangat terkejut sekali. Ia melihat ada fhoto Nagin dan Jenni yang sedang kecelakaan.
Ia pun buru - buru menelpon atasannya itu.
" Pak Bay? bapak lihat berita sekarang pak? cepat ?"
" Ada apa, Lis?"
" Kenapa dengan Nagin, Lis?"
" Cepat bapak lihat pak..!"
Bay segera melihat berita ya terjadi di sosmed itu.
..." Nagin? Jenni? apakah ini Nagin, istri saya? tidak...tidak..tidak...ya Tuhan Nagin..Naginnnnnn.....!"...
Bay langsung mendatangi rumah sakit dimana mereka dirawat.
" Sust, apakah bener disini ada 2 orang wanita yang baru aja kecelakaan di tol? "
" Ohh ia pak, bener sekali dua orang wanita itu bernama Nagin dan Jenni Putri."
" Mereka dimana sekarang sust?"
" Mereka sekarang ada di IGD, pak."
" Terima kasih suster.."
Bay langsung berlari ke ruang IGD. Ia melihat pintu IGD itu masih saja tertutup. Bay sangat cemas sekali. Ia berharap kepada Nagin, tidak terjadi apa - apa padanya.
Ia melihat lagi ruang IGD itu, seorang perawat keluar masuk membawa beberapa alat - alat medis.
" Suster, bagaimana keadaan Nagin sust?"
__ADS_1
"Sabar ya pak, dokter masih saja menangani mereka. Biar dokter nanti yang menjelaskan kepada bapak." Ucap perawat itu.
Sudah hampir 2 jam, Nagin dan Jenni ditangani oleh dokter. Johan, Kevin dan semua teman - teman lainnya mengetahui kabar buruk ini. Johan dan Kevin mendatangi rumah sakit itu. Mereka pun bertemu dengan Bay.
" Bay ? gimana perkembangan Nagin?" Tanya Johan
" Apa bener Nagin bersama Jenni, Bay?" Tanya Kevin.
" Belum ada kabar dari dokter. Ia, Vin. Nagin bersama Jenni. Kayaknya Jenni berusaha mencelakai Nagin. Karena sebelumnya, Jenni datang kekantor dia ingin mengancam Nagin."
" Ya, Tuhan, Jenni? apa sih maunya anak itu?" Tanya Johan .
" Doakan Nagin. Jo, Vin..Nagin sedang hamil, saya khawatir dengan kehamilannya." Ucap Bay sambil menangis.
" Nagin hamil?" Tanya Kevin.
Bay hanya bisa mengangguk. Ya, ke 3 pria itu sangat bersedih sekali dengan kejadian yang menimpa Nagin. Bay selalu saja menangis.
" Kandungan Nagin sangat lemah, makanya saya takut. " Ucap Bay lagi.
" Sabar ya, Bay. Semua akan baik - baik saja. Kita tetap doakan yang terbaik buat Nagin dan kandungannya...!" Ucap Kevin.
Dokter Prety pun keluar dari ruangan IGD itu, wajahnya sedih sekali.
" Dokter, gimana keadaan Nagin, dok?"
" Maaf pak, Bay. Saya tidak bisa menyelamatkan kandungan Nagin. Pendarahannya begitu parah. Perutnya terbentur. Sabar ya pak, Bay...!"
" Apa dok????? Nagin pendarahan ?? " Bay menangis histeris. " Kenapa ini semua terjadi Tuhan??" Bay kembali menangis.
" Bay sabar ya, yang penting Nagin selamat Bay...!"
" Ga, Jo. Nagin itu sudah lama berharap dia hamil. Bagaimana nanti saya menjelaskan kepadanya?? " Bay kembali menangis.
" Ia Bay kita ngerti. Sabar ya? sekarang kita fokus ke Nagin, Bay. Nagin harus cepat pulih. " Ucap Johan lagi.
" Ini semua karena Jenni. Ya, Jenni lah yang telah menyakiti Nagin. Jenni lah penyebab Nagin harus kehilangan janinnya....!"
Bay pun langsung masuk ke ruang IGD itu. Johan dan Kevin pun menyusul. Mereka melihat Nagin dan Jenni terbaring . Wajah Jenni banyak terdapat luka, sedangkan Nagin kakinya dan kepalanya lah yang terluka dan ia harus kehilangan janinnya.
" Nagin, bangun sayang, Ini mas Bay."
" Bay, sabar ya. Nagin pasti baik - baik saja." Ucap Johan.
Lalu 4 orang perawat memasuki ruangan IGD itu, mereka mau membawa Nagin dan Jenni ke ruang perawatan.
Perawat itu pun membawa Nagin terlebih dahulu. Lalu diikuti Jenni.
Lagi - lagi Tuhan memberikan cobaan kepada Nagin. Hampir 1 tahun lebih Nagin menunggu kehamilannya.
Ia selalu diejek para tetangga karena ia lama sekali hamil dan begitu juga Bay yang dulunya tidak perduli akan Nagin. Tapi Nagin berhasil melewati ujian tersebut.
Dan kali ini, ia harus kehilangan janin yang ada dalam kandungannya. Penyebab itu semua adalah Jenni, ya Jenni mantan kekasih suaminya itulah yang telah merenggut nyawa janinnya.
__ADS_1