Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 61 " Candle Light Dinner "


__ADS_3

Ketika pagi hari, matahari sudah mulai menampakkan sinarnya, membuat Bay segera bangun dari tidurnya. Ia mengambil ponsel yang terletak di nakas kamar itu, ia melihat apakah ada pesan masuk atau tidak.


Bay mencoba membangunkan istrinya itu agar segera sarapan. Selama bulan madu, Nagin selalu telat untuk bangun pagi. Dikarenakan kelelahan karena selalu pulang telat dari perjalanan.


" Nagin, bangun dong, kamu ga mau sarapan ?"


" Malas mas, masih ngantuk."


" Saya tinggal ya?"


" Jangan..jangan... jangan, hehehe, saya uda bangun, mas..!"


" Masih bau. Kalau ga saya tinggal."


" Gendong, mas..! malas jalan."


" Kamu itu ya ?"


" Hahahahah...!


Dengan manjanya, Nagin meminta pada suaminya itu, agar di gendong sampai ke kamar mandi. Bay pun melakukannya. Bay benar - benar menuruti kemauan istrinya itu.


Selesai sarapan, mereka melanjutkan perjalanannya kembali. Kali ini, mereka mengunjungi outlet tas termahal yang berada di Paris, tepatnya Louis Vuitton.


Bay mengajak kesana, karena dulu alm.mama nya jika berkunjung ke kota Paris, pasti akan mampir di outlet tersebut.


" Kita ngapain kesini, mas?"


" Bawa kamu shopping dong..!"


" Mau shopping apa?"


" Tas. Kalau wanita itu kan suka tuh dengan tas - tas mahal, branded gitu. Mama tuh dulu suka kesini. Ini tempat favorite mama, sayang."


" Oh gitu. Jadi semua barang mama Leoni dari Paris ya?"


" Yup, benar banget. Mama itu dulu suka shopping, tas, baju - baju mahal, sayang."


" Jadi sekarang barangnya mama, masih baguskan?"


" Masih, sayang. Semua barang - barangnya masih pada bagus."


" Mas, maaf ya...! bukannya saya ga mau, tapi sayang kan kalau harus beli lagi. Gimana kalau barang - barang miliknya mama, buat saya aja mas hehehe. Kan sayang ga dipakai mas. Bener ga? ya, itupun kalau mas kasih ijin sih? wanita mana yang ga mau kalau di kasih tas mewah gitu. Tapi kan kalau masih ada punya mama Leoni juga ga papa, mas. Lagian, saya ga pantes mas, pake barang gituan."


" Emang kamu mau pake punya mama?"


" Ya maulah mas. Ngapain juga kita buang - buang uang, kalau toh punya mama masih ada dan bagus. Saya tahu, mas itu banyak uangnya hehehe, tapi tidak juga harus seperti ini, mas..!"


" Tapi saya ikhlas lho..!


" Mau ga mau ya memang harus ihklas, namanya juga sama istrinya hehehe. Gimana kalau kita beliin buat anak - anak aja, mas. Bayu, Andi dan Iko, trus pak Jo, Lisa dan Andre."


" Hah? beli'in tuk mereka?"


" Ia mas. Bayu dan adik - adiknya, mereka kan perlu perlengkapan sekolah. Ayo lah mas, mereka lebih membutuhkan dari pada saya mas. Pak Jo, beliau kan sudah lama ikut sama mas. Emang ga kasihan lihat pak Jo, mas?"


Bay hanya tersenyum


" Nagin, kamu tu emang perduli banget sama mereka ya...! tadi saya ga kepikiran buat kasih mereka lho."

__ADS_1


" Kita memberi, rejeki kita juga akan bertambah kok, mas. Kita ga langsung jadi kekurangan kan? berbagi berkat itu ibadah, mas."


" Ia sayang. Ya da kita beliin buat mereka ya..!"


" Makasih ya mas..!"


" Seharusnya saya yang bilang makasih, kamu tu uda ingatin saya untuk bisa berbagi. Kamu selalu mengajarkan saya tentang arti kesederhanaan dan perduli ke sesama. Kamu istri yang the best deh...!" Sambil mencubit hidung mancung milik Nagin.


" Hehehe ia mas, tapi cubitnya jangan kuat - kuat toh, mas. Sakit, tauk...!"


" Hahahaha, maaf ya sayang. Ya da kita jalan lagi ya..!"


" Ia mas."


Bay dan Nagin pun pergi meniggalkan tempat tersebut. Kali ini Bay mengajak ke outlet perlengkapan anak - anak. Bay dan Nagin memilih perlengkapan untuk sekolah, ada tas, sepatu dan beberapa pakaian untuk dipakai anak - anak jalanan itu.


Begitu juga untuk pak Jo, Nagin memilih pakaian yang bagus. Tak ketinggalan juga Lisa dan Andre.


Selesai berbelanja, mereka masih saja berkeliling kota Paris itu.


Bay mengajak ke Paris Disneyland, dunia imajinasi dan tempat nostalgia semasa kecil.


" Bagus banget ya, mas...!"


" Ia sayang, dulu kalau liburan ke Paris, kita pasti mampir kesini. Saya uda ga sabar pengen bawa Bay junior ketempat ini...!" Bay tersenyum dan merangkul istrinya itu.


" Ia mas. Mudah - mudahan segera dikasih Tuhan ya, mas."


Mereka melanjutkan perjalanan lagi ke Istana Versailles. Kemegahan arsitektur dan juga suasana khas kerajaan yang sangat memukau. Lagi - lagi Bay membidikkan kameranya dan mengambil beberapa video disana.


Tidak hanya di Istana Versailles saja mereka kunjungi, mereka juga pergi ke Saint Malo, wisata pantai. Dengan panorama yang sangat indah dan terakhir ke Porte de Clignan Court Flea Market. Tempat dimana menjual barang - barang antik.


" Terakhir kesini bareng mama dan nenek. Mereka membeli beberapa barang antik. Kota Paris kota kebanggaan mama, sayang...!" Ucap Bay pada istrinya itu.


Ketika mereka disebuah restaurant, seorang teman Bay, bernama Hanny memanggilnya. Hanny teman ketika mereka satu kuliah di Indonesia.


" Bay....!!! seorang wanita melambaikan tangannya kepada Bay.


Bay melihat jelas wanita itu, dan mengingat - ingat namanya. Wanita itu pun mendekati mereka.


" Apa kabar Bay?"


" Hanny?"


" Ia, lupa ya? kamu sedang apa disini? "


" Bawa istri saya, Han. Oh ya kenalkan ini Nagin , istri saya Han."


" Oh kamu sudah menikah. Wah selamat ya, Bay...!"


" Kamu kapan?"


" Hahahaha belum tahu Bay, belum lahir jodohnya."


Bay dan Hanny pun berbincang - bincang. Wajah Nagin sudah manyun, cemberut seperti jeruk purut.


..." Mas Bay, tega banget sih...! depan istri sendiri, panggil wanita lain pake Hanny - Hanny segala....


...Gumam Nagin...

__ADS_1


Bay melirik wajah istrinya itu. Bay tahu kalau Nagin tidak suka, ia akan menunjukkan wajahnya cemberutnya.


Bay pun mengakhiri percakapannya dengan Hanny. Hanny memberikan nomor ponselnya pada Bay dan berakhir pergi meninggalkan Bay dan Nagin.


" Kok wajahnya jelek gitu? kamu marah ya?" Sambil tersenyum melihat wajah istrinya yang sedang cemberut dan marah itu.


" Nggak...!"


" Hahahaha, ga boleh bohong lho..!"


" Mas Bay sama wanita lain aja pake panggil sayang. Tega banget sih sama istri sendiri."


" Panggil sayang? maksudnya?"


" Itu pake hanny - hanny."


" Hanny ? ohh hahahahah, nama nya memang Hanny, sayang. Bukan berarti saya panggil dia sayang, memang namanya Hanny. Oh jadi karena itu kamu ngambek?"


Nagin memonyongkan bibir mungilnya.


" Hahahahaha...! Nagin, kamu itu lucu banget sih? bikin gemes, taukk...!"


" Uda ah, ga lucu."


" Sayang, saya punya sesuatu buat kamu."


" Apa, mas?"


" Ntar lihat aja deh kalau kita kembali ke hotel."


Waktu pun sudah mulai malam. Malam ini Bay mengajak istrinya itu untuk candle light dinner.


Setelah membersihkan tubuhnya, mereka pun turun ke restaurant itu.


Dengan adanya lilin - lilin kecil, diiringi alunan gesekan biola semakin membuat suasana semakin romantis. Nagin sangat terkejut sekali dengan semua itu.


" Mas Bay, makasih banyak ya...! bagus banget, mas."


" Ia, sayang. Kamu tahu ga, hari ini adalah hari spesial kamu."


" Hari spesial apa?"


Bay memberikan sebuah kotak berbentuk love kepada Nagin.


" Ini apa, mas?"


" Buka dong...!"


Nagin membuka kotak tersebut dan ia sangat terkejut dengan isi kotak tersebut.


Sebuah kalung berlian kuning yang sangat mahal, dengan harga yang fantastis " King Of Diamond". Kalung berlian yang sangat di dambakan semua kaum hawa.


" Mas Bay, kalung ini bagus sekali...!"


" Ia, sayang. Selamat ulang tahun buat kamu...! Semoga kamu suka ya?boleh saya bantu pakaikan?"


Nagin menganggukan kepalanya dan Bay pun memasangkan kalung tersebut. Kalung itu sangat pas sekali di leher Nagin.


" Makasih banyak ya, mas...!"

__ADS_1


" Sama - sama, sayang."


Malam itu Nagin sangat cantik sekali. Bay tak henti - hentinya memuji istrinya itu.


__ADS_2