
Malam itu adalah malam yang sangat romantis buat pasangan Bay dan Nagin.
Tak henti - hentinya, Nagin mengucapkan terima kasih buat suaminya itu, buat semua kebaikan yang Bay berikan buat Nagin.
Hadiah kalung berlian yang sangat mahal, menjadi hadiah terindah buat hari spesialnya itu. Tak pernah terbayangkan, akan bisa memiliki kalung semahal itu. Dulu, ia bisa makan saja, sudah sangat bersyukur sekali.
Di usia sekarang ini, membuat Nagin semakin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, terlebih menjadi istri yang selalu setia kepada suaminya itu. Ya, Nagin semakin mencintai pria yang pernah menjadi majikannya itu. Tidak suatu kebetulan, ia bisa bekerja dirumahnya dan sekarang bisa menjadi istri dari pengusaha sukses itu.
Dengan adanya bulan madu ini, membuat pasangan ini semakin saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Semua harapan mereka menjadi satu dalam sebuah doa. Tak pernah berhenti untuk selalu meminta agar mereka tetap menjaga cinta dan kesetiaan.
Candle Light Dinner itu pun masih berlanjut. Pihak resto menyediakan sebuah gitar akustik merk Ibanez, Bay mengambilnya dan memainkan gitar tersebut.
Satu lagu ia nyanyikan, ternyata suami Nagin itu jago dalam memetik senar pada gitar akustik itu.
Kurasa 'ku sedang jatuh cinta
Karena rasanya ini berbeda
Oh, apakah ini memang cinta?
Selalu berbeda saat menatapnya
Mengapa aku begini?
Hilang berani dekat dengan mu
Ingin 'ku memiliki mu
Tapi aku tak tahu
Bagaimana caranya
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini ku tuliskan untuknya
Namanya selalu ku sebut dalam doa
Sampai aku mampu
Ucapkan maukah dengan ku...
Lirik lagu milik Budi Doremi itu menjadi salah satu lagu yang ia nyanyikan di hadapan istrinya itu.
Mata Bay selalu menatap tajam wajah istrinya itu. Nagin begitu sempurna dihatinya. Wanita itu banyak memberi perubahan dalam hidupnya, terlebih dari arti berbagi dan hidup dalam kesederhanaan.
" Suara mas Bay bagus banget. Ternyata jago nyanyi juga toh, mas..!"
__ADS_1
" Hahaha biasa aja, sayang. Kamu suka ga?"
" Suka banget mas. Makasih ya, mas..!"
" Sama - sama, sayang." Sambil mencium kening Nagin.
Malam semakin larut, acara candle light dinner itu pun selesai, mereka kembali ke kamar hotel itu. Setelah mereka membersihkan tubuhnya, Nagin tiba - tiba saja memeluk suaminya itu dari belakang.
Ia menangis. Ia mengingat tentang semua kehidupannya, dari awal bertemu dengan suaminya sampai menghadapi berbagai masalah. Semua ia lalui dengan kata sabar.
" Kenapa menangis?"
" Pengen nangis aja, mas."
" Menangis lah, jika itu membuat hati mu menjadi tenang."
" Mas Bay, jangan pernah tinggalkan Nagin ya?"
" Kok gitu ngomongnya? tuh kan, saya jadi sedih..!"
" Maaf, mas. Saya takut aja kalau mas Bay ninggalin saya."
" Nggak dong sayang. Kamu itu segalanya buat saya. Kamu jangan pernah takut ya?"
"Oh ya, kita besok jadi ke rumah nenek ya, mas?"
"Hehehehe, ia mas."
" Air matanya dihapus dong, jangan lagi menangis. Masa jauh - jauh bulan madu, mau nangis sih? ayo senyum dong...! mana senyum manisnya ?"
Nagin pun langsung tersenyum melihat suaminya itu. Bay sangat suka jika melihat istrinya itu ketika tersenyum. Tersenyum bisa menghilangkan kepenatan dan gundah gulana pada dirinya.
Bay masih menatap wajah cantik istrinya itu. Bay langsung mendekatkan wajahnya ke bibir mungil Nagin.
" Mau ngapain, mas?" Nagin tertawa melihat suaminya itu.
" Ahh kamu mengganggu konsentrasi saya aja." Bay langsung merebahkan dirinya dikasur empuk itu.
Nagin tertawa dan Nagin tahu apa yang diminta suaminya itu. Nagin pun melayaninya. Malam semakin larut, pasangan ini semakin terbawa suasana romantis.
Cie..cie..cie...maaf ya para reader, kalau cerita saya jauh dari kata ada adegan dewasanya, karena saya ingin cerita saya, semua umur boleh membacanya. Ambil hikmatnya saja dari cerita ini ya..!
***
Suasana di Jakarta...
Lisa yang sedang bermain ponsel itu, selalu saja terpesona akan setiap postingan atasannya itu. Instagram, milik atasannya itu, semua fhoto dan video - video selama mereka honeymoon pun di posting di aplikasi tersebut.
__ADS_1
" Ooh..co cwittt sekali..! jadi pengen kesana. Ternyata pak Bay itu bisa juga romantis ya, hihihi....!"
Ucapan Lisa itu didengar Andre. Andre hanya tersenyum melihat Lisa, temannya itu.
" Makanya buruan nikah, Lis."
" Belum ada jodoh, Ndre."
" Yang benar aja belum ada jodoh! kamu ga lihat apa, disamping kamu ini ? Kamu bisa kok jadi'in dia jodoh kamu. Itu pun kalau kamu mau..!"
" Kalau saya ga mau, gimana?"
" Ya, ga papa juga. Tapi kan lebih baik kalau orang terdekat kita, kita jadi'in jodoh kita, benar ga?"
" Nggak. Ga benar, Ndre. "
" Sok jual mahal, lu. Ntar juga kebeber lu ngejar cintanya gue."
" Apa' an sih lu, Ndre. Ogah Ahh pacaran ma kamu."
" Yakin?"
" Ia. Uda ah, saya mau kerja. Besok pak Bay tiba di Jakarta. Kamu mau kena SP ?"
Andre pun buru - buru meninggalkan meja kerja Lisa dan kembali keruangannya.
..." Andre tuh ya, suka banget sih ganggu hidup gue. Tapi, kalau di pikir - pikir sih, Andre juga tampan dan baik hati kok, hihihi. Masa ia, saya harus jadian sama Andre. Ahh yang benar aja. Huffff..ntahlah, ampe sekarang, saya juga ndak ada pacar. Tiap malam minggu, trus menjadi malam minggu kelabu. Kasihan deh gue..!...
...Ucap Lisa...
Lisa melolongkan kedua matanya melihat Andre. Dari kejauhan tenyata Andre melihat Lisa. Mata mereka pun saling bertemu. Ada senyum diantara mereka berdua.
Lisa jadi salah tingkah melihat Andre, kepala bagian keuangan dikantor itu. Diam - diam, Lisa pun memuji Andre.
Semua para pegawai kantor mengetahui kalau atasan mereka pak Bay, besok akan kembali ke Jakarta.
Semua sibuk mengerjakan tugas mereka. Segala laporan mereka persiapkan. Mereka tidak mau, jika ada masalah dalam pekerjaan mereka.
Terlebih Lisa, sekretaris pribadinya itu. Banyak sekali tugas yang harus ia kerjakan. Karena besok atasannya itu kembali, terpaksa ia harus menghubungi para klien dan memberitahu jadwal meeting penting.
Andre pun tak mau kalah. Segala laporan keuangan kantor, telah ia persiapkan. Jika sewaktu - waktu atasannya itu menanyakan, ia pun sudah siap untuk menjelaskannya.
Tidak hanya dikantor saja, para pegawai sibuk menyiapkan segala pekerjaannya. Pak Jo, penjaga rumah itu sekaligus sopir pribadi tuan Bay, ia pun mulai membersihkan semua rumah dan seisinya. Pekarangan rumah yang luas , serta bunga - bunga di taman yang ditanami Nagin itu pun ia rapikan. Ia tak mau kalau, majikan nya itu kecewa.
Rumah mewah dan megah itu kini telah bersih, tak ada tampak debu sama sekali. Taman depan dan belakang juga telah tertata rapi. Pak Jo pun bahagia dengan hasil kerjanya, apalagi ketika ia melihat taman - taman itu. Bunga - bunga mawar dari semua warna pun mulai berbunga semakin menambah keasrian rumah itu.
Tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita, haruslah kita pertanggung jawabkan, jangan sampai kita lalai dan mengabaikannya.
__ADS_1