
Bay tidak ingin pulang. Karena ia kelelahan, Ia pun tertidur disamping Nagin. Akhirnya Nagin pun sadar. Ia memanggil suster. Kakinya terasa sakit sekali.
Bay pun bangun. Ia melihat Nagin sudah siuman. Bay pun memanggil perawat.
" Obat bius nya telah habis, makanya terasa sakit" , ya begitulah kata perawat itu. Nagin trus menangis karena kakinya sakit sekali.
" Nagin...!" Sapa Bay
Nagin mendengar suara itu dan ia pun menghentikan tangisannya. Bay pun memegang tangan Nagin.
" Mas Bay?" Tanya Nagin
Bay mencoba tersenyum, walaupun sebenarnya ia masih teramat sedih atas kejadian yang menimpanya.
" Ia, ini saya, Gin. Kamu apa kabar? gimana dengan kaki mu?" Tanya Bay
Nagin melihat wajah itu. Wajah pria tampan yang pernah membuatnya sakit hati. Wajah itu sedikit kusam, raut wajahnya pun masih terasa sedih dan baju kemejanya kotor, rambut yang acak - acak'an.
" Apa yang terjadi ?" Tanya Nagin
Bay tidak bisa mengatakannya. Ia hanya diam.
" Kamu mau kan, maaf kan saya, Gin?"
Nagin hanya menganggukkan kepalanya.
Bay pun menceritakan semua apa yang telah terjadi. Nagin hanya diam. Lalu ia menatap ke langit - langit ruangan itu. Air matanya pun mengalir.
Bay benar - benar minta maaf pada Nagin. Ia selalu memegangi tangan Nagin. Bay pun menangis. Ia menyesali semua perbuatannya.
" Mas, Bay. Sebelum kamu minta maaf, saya uda maafin kamu . Saya ga mau ada dendam diantara kita."
" Benarkah, Gin?"
Nagin kembali menganggukan kepalanya.
" Sekarang pulanglah, ini sudah larut malam." Ucap Nagin.
Ia pun menuruti permintaan Nagin. Bay pun pergi meninggalkannya.
Didalam ruangan itu Nagin menangis. Kini ia telah bertemu kembali dengan mantan majikannya itu. Ya..pemuda yang pernah berjanji akan menikahinya.
***
Sudah hampir seminggu Nagin berada di rumah sakit. Bay lah yang selalu mengurus Nagin ketika masih di rumah sakit. Sebelum dan sesudah pulang kantor, ia selalu menemui Nagin. Padahal Nagin sudah melarangnya untuk tidak terus datang, tapi Bay tetap saja menemui Nagin.
Hari ini Bay membawa kabar baik untuk Nagin, karena perusahaan yang dibangun papa nya dulu kini telah kembali ke tangan Bay. Nagin pun senang mendengarnya.
Dokter pun sudah memperbolehkan Nagin pulang. Tapi terapi harus tetap dijalankan.
Bay menawarkan agar Nagin tinggal bersamanya lagi. Tapi Nagin menolaknya. Ia tidak mau membebankan Bay. Ya itulah alasan yang diberikan Nagin.
__ADS_1
***
Pagi - pagi sekali, Bay buru - buru pergi. Pak Jo sampai heran ,mengapa tuannya itu pagi - pagi sudah pergi aja .
Ya, pagi itu Bay pergi ke kontrakan Nagin. Sebelum ia kerja, ia akan menemui Nagin terlebih dahulu. Diperjalanan Bay membeli sarapan. Ya sarapan itu untuk Nagin. Dengan semangatnya ia ingin menemui Nagin.
Ketika Bay tiba di kontrakan itu, ia melihat sepertinya ada tamu. Ia pun membuka pagar kontrakan itu, ternyata ada Kevin. Ya, Kevin adalah atasan Nagin.
Kevin lebih dulu datang menemui Nagin. Ingin rasanya Bay menghampiri mereka, tapi Bay melihat sepertinya mereka sangat dekat. Ia pun mengurungkan niatnya untuk menemui Nagin.
..." Kevin?? mengapa dia pagi - pagi sudah berada di kontrakan Nagin? "...
...Gumam Bay...
Bay pun menghidupkan mesin mobilnya, lalu ia pergi.
..." Ada hubungan apa diantara mereka?" Gumam Bay...
Bay selalu meminta kepada Nagin agar ia menemani Nagin untuk terapi, tapi Nagin tidak pernah mau. Jika ditanya Bay apa alasannya, Nagin hanya menjawab " Ia akan ditemani bu Rini" .
Hari ini ada jadwal terapi Nagin. Bay sengaja lebih awal pulang dari kantor. Tibalah ia di depan gang itu, ia pun menepikan mobilnya. Ia melihat ada mobil Kevin. "Lagi - lagi ada Kevin" gumam Bay. Ya, ternyata Kevin lah yang membawa Nagin terapi. Bay langsung sembunyi. Ia tak mau jika mereka melihatnya.
Akhirnya mereka pun pergi. Bay masih melihat bu Rini. Dan ia pun memanggil bu Rini.
" Bu, Rini?" Tanya Bay
" Ehh pak Bay, siganteng heheh..."
" Bu, Naginnya ada?"
" Nagin uda pergi terapi..."
" Kalau boleh tahu, siapa temannya bu? Bay pura - pura tidak tahu kepergian Nagin dan Kevin.
" Namanya Kevin. Sepertinya, Kevin itu pacar baru Nagin. Dia selalu datang kesini. Dia lah yang membawa Nagin pergi terapi."
" Bukannya selama ini kalau terapi ibu yang menemaninya?"
" Ga pak, Bay. Saya mahh repot atu pak Bay..??"
" Oh gtu ya?"
" Pak Bay, kirain selama ini kalian sudah menikah ? "
" Ga bu. Saya belum menikah..."
" Tapi dengarnya pak Bay, Nagin dan Kevin itu mau menikah. Saya si dari dulu pengennya Nagin tu nikahnya sama pak Bay heheh...."
Bay hanya tersenyum " Oh, mereka mau nikah ya, bu? ibu tahu dari mana?"
" Kevin sendiri yang cerita. Secepatnya dia akan menikahi Nagin kalau kakinya sudah sembuh.."
__ADS_1
" Oh gitu bu? Ya uda saya permisi ya bu. Makasih atas informasinya.."
Bay pergi meninggalkan bu Rini.
..." Nagin dan Kevin pacaran? mereka akan menikah? jadi selama ini Nagin bohong? pantesan aja Nagin tidak mau diantar terapi, ternyata Kevinlah yang selalu mengantarkan Nagin..."...
Bay tidak bisa menyalakan Nagin. Karena Nagin berhak mendapatkan pria yang terbaik dan benar - benar sayang padanya.
Bay pun langsung mencari tahu informasi mengenai Nagin dan Kevin. Seperti biasa, Bay makan siang di restaurant itu. Kebetulan Kevin ada disana.
" Hallo Bay, apa kabar ?" Sapa Kevin.
Bay hanya tersenyum.
" Saya cabut dulu ya, Bay. Buru - buru nih..." Ucap Kevin.
" Kamu mau kemana ? " Tanya Bay
" Biasalah punya pacar baru, jadi mau jemput dia..."
" Pacar baru? kenapa ga bilang - bilang ada pacar baru? " Bay semakin kepo hehehehe
" Harus ya dibilang? " Kevin pun
tertawa.
" Ia dong..." Jawab Bay sambil duduk dikursi restaurant itu.
" Doakan aja Bay, hubungan kita baik - baik..." Ucap Kevin
" Kapan ni pestanya?" Tanya Bay penasaran.
" Doakan Bay segera. Kalau dia sudah sehat, kita akan segera menikah.."
" Dia sakit? "
" Ia Bay. Dia mengalami kecelakaan. Jadi kakinya harus pasang pen. Ini sekarang dia lagi terapi..."
" Oh gitu, wahhh selamat ya, Vin. Akhirnya kamu mau naik pelaminan aja.."
" Makasih ya Bay, kamu tu ya, teman ter the best Bay hehehehe.." Kevin pun pergi meninggalkan Bay.
Kevin belum tahu jika Nagin dan Bay itu saling kenal. Mereka pun dulu pernah dekat. Bay pun masih aja kepo, ia menanyakan tentang kekasih baru bosnya itu kepada salah satu karyawannya. Karyawannya itu mengatakan jika Naginlah kekasih baru boss nya itu.
Bagai disambar petir disiang bolong. Ya Bay harus bisa menerima ini, pantasan saja Nagin tidak mau kembali lagi kerumahnya. Ternyata sudah ada Kevin.
***
Kevin selalu setia menemani Nagin terapi. Ketika pulang terapi Kevin mengatakan kepada Nagin, jika sudah sembuh ia akan menikahinya. Dan Nagin pun setuju. Bunga - bunga cinta pun mulai tumbuh dihati mereka.
Begitu juga Nagin, dia pun semakin bisa menerima Kevin. Mereka pun bahagia. Nagin harus benar - benar bisa melupakan Bay. Walaupun kini Bay sudah minta maaf, bukan berarti Nagin bisa kembali lagi kepada Bay.
__ADS_1