Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 27 " Pernikahan Bay dan Raisa "


__ADS_3

Sebelum dilakukan tindakan operasi, dokter anestesi itu pun memberikan suntikan bius ke daerah sumsum tulang belakang Nagin.


" Nagin, kamu tenang ya?oh ya, Gin? kamu sudah punya pacar belum ?"


Tanya dokter anestesi itu, sambil memasukan obat bius itu.


Nagin hanya menggelengkan kepalanya.


Dokter itu mengajak Nagin berbicara, agar Nagin tidak terlalu takut ketika disuntikan obat bius itu. Air mata Nagin tak henti - hentinya mengalir.


Bagaimana biaya rumah sakitnya? bagaimana dengan biaya kontrakannya? ia takut kalau ibu Rini akan marah dan mengusirnya.


Dengan kondisi kaki yang belum bisa jalan, bagaimana mungkin dia bisa bekerja? semua Nagin pikirkan.


" Oke, selesai.." Kata dokter anestesi itu. Dokter itu melihat Nagin menangis. Para Dokter mengetahui kalau Nagin itu anak yatim piatu. Mereka pun tahu kalau Nagin bekerja disalah satu restaurant.


Dokter anestesi hanya bisa tersenyum dan memberikan semangat untuk Nagin.


Nagin pun disuru merebahkan dirinya kembali di bed kamar bedah itu. Sebelum dilakukan tindakan operasi itu, team medis itu pun berdoa terlebih dahulu.


Nagin hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Selesai berdoa, para dokter itu pun melakukan tindakan operasi itu. Semua sibuk dengan tugasnya masing - masing.


Hari itu, ruang kamar bedah itu begitu sangat tegang. Tidak ada suara satu pun yang berbicara. Hanya kedengaran layar monitor saja.


Air mata Nagin pun mengalir.


...* Suasana Pernikahan Bay & Raisa *...


Gedung yang megah dan besar itu tampak dikeliling papan bunga dan pernak - pernik pernikahan. Di setiap sudut gedung atau pun diluar gedung tampak fhoto praweding mereka.


Alunan piano mengumandangkan musik pernikahan. Semakin membuat suasana di gedung itu menjadi sangat indah dan damai.


Para tamu sudah banyak yang hadir. Petinggi - petinggi perusahaan pun juga hadir. Dari luar kota pun tidak ketinggalan. Begitu juga teman - teman Bay dan Raisa, semua telah berkumpul.


Bay sangat bahagia sekali. Akhirnya, ia bisa melepaskan masa lajangnya. Ia akan mempersunting putri dari seorang konglomerat, Bambang Hartojo. Bay dan pak Bambang sama - sama pengusaha sukses.


Johan dan istrinya juga turut dalam acara tersebut. Johan hanya bisa diam. Ya, dipikiran Johan pun masih ada nama Nagin. Ia sangat sedih sekali ternyata Bay tidak jadi menikahi Nagin, padahal dulu Bay pernah berjanji akan menikahi Nagin.


Begitu juga mantan pegawainya semua hadir, kecuali Jenni, kakek dan nenek Bay. Semua sudah tak sabar menantikan momen bahagia ini.


Bay memasuki gedung itu. Tak berapa lama Raisa pun tiba. Raisa sangat cantik sekali dengan gaun selayar berwarna putih. Ia selalu memberikan senyumannya kepada para undangan.

__ADS_1


Bay menatap Raisa dengan penuh kekaguman. Mereka pun saling menatap.


" Kamu cantik sekali hari ini....!" Ucap Bay


" Terimakasih sayang..." Jawab Raisa


Pemberkatan pun akan dimulai. Seorang pendeta sudah siap akan memberkati mereka.


Ketika pendeta itu mau memulainya, datanglah seorang pria membatalkan pernikahan mereka. Ya, pria itu adalah suami Raisa, Bima.


" Hentikan semua ini...Bay dan Raisa tidak boleh menikah...!" Ucap si pria itu.


Suasana gedung itu pun mulai ricuh, semua bertanya - tanya. Ada apa ini? siapa pria ini? Itulah yang mereka katakan.


Bay pun terkejut dengan kata - kata si pria itu.


" Saya dan Raisa belum ketuk palu, dia masih sah sebagai istri saya. " Ucap si pria itu lagi.


" Apa maksud kamu?" Tanya Bay


" Seharusnya kamu selidiki dulu calon istri kamu siapa. Jangan asal main nikah aja." Jawab suami Raisa


" Raisa itu istri saya. Saya bangkrut. Raisa meninggalkan saya. Dia pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan dokter spesialisnya. Dia minta pisah, tapi saya tidak mau..."


" Apa ? Raisa sudah menikah? menikah dengan kamu? " Tanya Bay


" Ia. Usia pernikahan kita masih jalan 5 bulan. kamu bisa tanyakan ini ke calon mertua kamu, Bambang Hartojo. Beliaulah yang menyuruh Raisa untuk meninggalkan saya, Karena perusahaan saya bangkrut."


" Kamu jangan main - main sama saya....!'' Ucap Bay pada pria itu sambil menarik kera bajunya.


" Saya tidak main - main. Saya tidak akan pernah menodai pernikahan saya. Karena saya masih cinta kepada Raisa. Sekarang kamu tanyakan aja pada Raisa..."


" Jawab Raisa.... Apa benar yang dikatakan pria ini?"


Raisa hanya diam dan menangis.


" Jawab Raisa ?????" Bentak Bay


Raisa hanya menganggukan kepalanya.


" Ohh, jadi kalian telah menipu saya ya?"

__ADS_1


Bay menghampiri pak Bambang.


" Bapak bisa jelaskan, mengapa bapak melakukan ini kepada saya? cepaattttt..... !!!! atau kalian berdua akan saya laporkan ke polisi? "


" Bay, saya bisa jelaskan, kita bisa bicarakan ini baik - baik..." Jawab pak Bambang.


" Sekarang juga jelaskan, saya ga perlu basa basi. Jelaskan, apa mau bapak sebenarnya ?"


Pak Bambang itu hanya diam. Tidak tahu harus apa yang akan dia katakan. Ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya , ingin memiliki sepenuhnya perusahaan keluarga Hardinata.


Bambang Hartojo dan Chandra Hardinata mereka dulu berteman, tapi karena bisnis mereka saling bermusuhan.


Bay tidak mengetahui, jika orang tuanya mempunyai saingan terberat dalam bisnisnya. Saingannya itu adalah pak Bambang.


" Ia. Saya melakukan ini karena saya ingin perusahaan keluarga mu, Bay. " Ucap pak Bambang. Ia pun melanjutkan perkataannya...


" Tapi Raisa sangat mencintai kamu, Bay. Dan pria ini yang telah mengganggu hari bahagia kamu ( sambil menunjuk suami Raisa ) dia sudah tidak saya anggap menantu saya..."


" Kenapa? kenapa bapak tidak menganggap dia menantu bapak? karena dia bangkrut? tega sekali bapak. Bapak ingin memisahkan mereka? ( sambil menunjuk Bima dan Raisa ) padahal bapak dengar sendiri kan? kalau suami Raisa itu masih cinta sama Raisa..." Ucap Bay


" Saya ga cinta lagi sama dia, Bay. Saya cintanya hanya sama kamu..." Ucap Raisa


Bay menghela nafas...


" Cukup, Sa. Saya kecewa sama kamu. Kamu uda bohongi saya. Setahun kita menjalin hubungan, tapi kamu tega berbuat seperti ini sama saya.."


" Ga bisa gitu dong, Bay? para tamu uda pada datang, apa kamu mau membatalkan pernikahan kita? " Tanya Raisa.


" Lebih baik saya membatalkannya dari pada saya melanjutkannya. Saya tidak mau mengganggu hubungan orang lain. Sekarang silahkan kalian pergi atau saya akan seret kalian kekantor polisi..."


" Bay, kita bisa bicarakan ini baik - baik, Bay. Bapak minta maaf Bay uda buat kamu kecewa. Tapi tolong, hargai perasaan Raisa. Raisa mencintai kamu..." Ucap pak Bambang.


" Hargai ?? kalian berdua, apakah kalian bisa menghargai perasaan saya? jawab?????" Bentak Bay pada pak Bambang. Pak Bambang hanya diam.


" Sekarang kalian pergi dari sini. Cepat??????????". Bay mengusir mereka keluar dari gedung itu.


Para undangan itu pun meninggalkan Bay. Hanya Bay seorang diri didalam gedung itu. Ia sangat kecewa sekali. Ia pun menangis.


..." Aaaaaahhhhh..."...


Bay menghancurkan hiasan - hiasan di gedung itu. Bay benar - benar marah. Kue pernikahan yang sangat indah itu, ia jatuhkan. Fhoto prawed itu juga ia pecahkan. Ia menangis sangat histeris.

__ADS_1


__ADS_2