
Pagi itu, Bay segera memberitahukan kepada Lisa, sekretarisnya itu, bahwa hari ini, ia tidak masuk kekantor. Lisa menanyakan mengapa atasannya itu tidak masuk. Bay hanya menjawab ada urusan yang sangat penting.
Bay juga meminta kepada Lisa, bahwa segala meeting dibatalkan sampai hari esok. Dan Bay juga meminta kepada Andre agar laporan keuangan dikirim melalui email saja.
Bay tidak mau awal kehamilan istrinya itu, ia lewatkan begitu saja. Ia mau selalu menemaninya jika urusan ke dokter. Bay benar - benar perduli dan sangat memperhatikan keadaan istrinya itu. Ia ingin menjadi suami siaga, seperti kebanyakan orang pada umumnya.
Mobil Mercedez itu pun tibalah di parkiran rumah sakit itu, dimana dokter Prety bertugas disana.
Setelah selesai mengambil nomor antrian, tibalah giliran mereka. Perawat yang menemani dokter Prety mempersilahkan mereka untuk masuk. Dokter cantik nan manis itu sangat senang ketika Bay dan Nagin datang ke prakteknya.
Nagin pun diperiksa dokter itu. USG pertama pun dilakukan. Dokter Prety hanya tersenyum dan mengatakan jika kandungan Nagin dalam keadaan baik - baik saja.
Dokter itu sangat bahagia sekali dan takjub akan kehamilan Nagin kali ini.
" Benar - benar ini kuasa Tuhan ya, pak Bay....!" Ucap dokter itu.
" Ya, dok. Gimana dengan kandungannya, dok?"
" Kandungannya baik - baik saja pak, posisi janinnya juga letaknya sangat bagus sekali." Tambah dokter itu lagi.
" Syukurlah, dok..!" Ucap Bay.
" Saya akan memberikan vitamin untuk ibu Nagin. Penguat rahimnya tidak perlu ya bu, karna kandungan ibu Nagin baik - baik saja. Kalau boleh, ibu Nagin jangan dulu terlalu banyak bergerak ya, karna usia kandungannya masih muda sekali. Banyak makan sayur dan buah, minum air putih yang banyak dan cukup istirahat ya bu...! kalau bisa jangan makan - makan seafood atau makanan yang membuat alergi dan sejenisnya."
" Ya, dokter. Terimakasih banyak ya, dok..!"
Bay dan Nagin pun meninggalkan ruangan dokter cantik itu.
" Sayang, gimana kalau untuk sementara kita tinggal di apartemen aja dulu. Lagian sayangkan apartemennya kosong gitu. Kamu mau ga ?"
"Aduh mas, jangan dong...! nanti saya semakin sepi disana. Mas Bay kan kerja."
" Saya takut kamu terlalu capek, sayang. Pak Jo juga belum menemukan ART buat dirumah."
" Saya janji mas, saya ga akan terlalu capek."
" Bagus deh..! kamu harus janji ya, demi anak kita."
Nagin pun tersenyum dan mereka pun meninggalkan rumah sakit itu.
Ditengah perjalanan Nagin hanya diam. Ia begitu khawatir akan kehamilannya. Perasaan dag dig dug pun menghampirinya.
" Kenapa sayang? kok melamun sih?" Tanya Bay, suaminya itu.
" Mas, saya sedikit takut."
" Takut kenapa?"
" Dengar dari orang - orang, kalau katanya ibu hamil itu banyak pantangannya toh, mas."
__ADS_1
" Ya itu kata orang - orang kan? sekarang kan kamu yang jalaninya. Kalau menurut kamu baik lakukan, tapi kalau tidak ya, ga perlu kamu lakukan. Itu semua tergantung pada diri kita, sayang. Percaya atau tidak, kita serahkan aja pada Tuhan. Bener ga?"
" Ia, mas. Trus, nanti saya bisa ga ya lahirin normal ? pengennya si normal mas, heheheh...!"
" Sabar ya sayang , nanti kan dokternya kasih tahu kamu bisanya normal atau harus operasi. Normal atau operasi itu sama aja, sayang...! yang penting anak kita sehat dan selamat."
" Trus namanya siapa?"
" Hahaha, sayang kita belum juga tau jenis kelaminnya. Tapi kalau boleh sih pengennya cowok, hehehehe...!"
" Hehehe, ia mas...!"
" Kamu mau makan apa? tapi ga boleh yang aneh - aneh dulu makannya. Kasihan calon anak kita."
" Ehhmm apa ya? terserah mas aja deh. Saya juga ndak selera makan mas."
" Ga boleh sayang, kamu harus banyak makan, kasihan anak kita. Dia perlu makan juga lho..!"
" Nasi padang deh mas..!"
" Boleh. Ya da nanti kita mampir di Jalan Sudirman ya sayang. disana nasi padang nya enak banget."
" Oh ya?"
" Ia. Anak - anak itu suka makan disana (teman - teman dikantor ). Kata mereka enak banget. Lisa tuh sering pesan. Hampir tiap hari itu mulu makannya, hehehe...!"
" Ia, nanti mas samperin mereka."
" Mas..!"
" Ya?"
" Boleh ga mereka suruh main kerumah?"
" Sayang, bukanya mas ga kasih, tapi kamu kan dalam kondisi seperti ini...! Saya kan kerja, trus nanti siapa yang ngurusi anak - anak itu?"
" Kalau mas libur dong, bawa mereka."
" Ya da, minggu depan kalau mas ga sibuk ya, hehehe...!"
" Ia mas, makasih ya mas."
Tibalah mereka di rumah makan padang itu, "Uda Sayang", itulah nama rumah makan tersebut.
" Sayang, kamu mau makan apa?"
" Rendang daging boleh ya mas...! heheheh, kali ini aja kok...!"
" Ya da. Kamu tunggu disini ya..!"
__ADS_1
Bay pun pergi membeli makanan tersebut. Rumah makan tersebut sangatlah ramai sekali pengunjungnya. Bahkan Bay harus sabar mengantri.
Demi istrinya, ia pun rela harus berdiri lama. Dari dalam mobil, Nagin melihat suaminya itu. Kini, Bay telah menjadi pria yang benar - benar perhatian padanya. Nagin sangat beruntung sekali mempunyai suami seperti Bay itu.
Bay pun mulai belajar untuk menjadi pria yang selalu bersabar dan mengerti kemauan Nagin, istrinya itu.
Nagin sangat bersyukur sekali, dengan berbagai cobaan yang ia hadapi, akhirnya Tuhan memberikan berkat yang luar biasa pada keluarganya.
Jika kita selalu bersabar, apa yang kita minta dan kita nantikan, niscaya Tuhan akan segera mengabulkannya.
Bay pun telah selesai membeli makanan tersebut. Lalu mereka pun kembali kerumah.
Ketika mobil yang dikendarai Bay berhenti di lampu merah, Kevin melihat mereka.
Ternyata Nagin masih dalam ingatannya. Ia melihat wanita yang sempat ingin menjadi istrinya itu. Nangin semakin cantik.
Perasaan sedih dihati Kevin. Ntah mengapa ia sangat menyesal telah memberikan Nagin kepada Bay.
Matanya pun mulai berkaca - kaca.
..." Nagin, andai kamu tahu, bahwa saya masih memikirkan mu. Andai kamu tahu, bahwa saya tidak jadi menikah. Nagin, maafkan saya, saya belum bisa move on dari kamu. Kamu sekarang sudah bahagia, Gin."...
...Ucap Kevin...
Kevin menghapus air matanya. Lampu hijau telah menyala. Kevin melaju terlebih dahulu. Nagin atau Bay tidak melihatnya sama sekali.
Kevin tidak bisa menahan perasaannya. Ia menepikan mobilnya. Ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan buat Nagin.
Kevin belum mengetahui kalau Nagin sedang hamil. Kevin memberikan pesan agar mereka saling bertemu.
Kevin memohon kepada Nagin. Waktu dan tempat pun diberitahukannya.
Tring...
Nagin membaca pesan tersebut. Betapa kagetnya ia, ketika membaca pesan dari Kevin.
Nagin menatap suaminya. Ingin rasanya ia memberitahukannya pada suaminya itu, tapi ntah kenapa, rasanya berat sekali bibirnya berkata.
Nagin belum saja membalas pesan tersebut. Ia merasa heran kenapa tiba - tiba Kevin mengajaknya ketemuan.
" Sayang ,kenapa? kok agak cemas gitu? Tanya Bay
" Ehhmm, ga papa mas."
" Uda laper ya?"
" Lapar? ehhmm, anu mas..ia, saya uda lapar. "
Nagin pun berbohong. Sesaat saja laparnya pun hilang, karena mendapatkan pesan dari Kevin.
__ADS_1