Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 54 " Masalah Uang "


__ADS_3

Pagi itu Nagin langsung menelpon Lisa. Ia menanyakan gimana keadaan suaminya itu. Pikirannya pun tak tenang.


Lisa memberitahukan kalau suaminya itu sedang ada meeting penting. Nagin meminta kepada Lisa, jika terjadi sesuatu pada suaminya itu, segera diberitahukan kepadanya.


Nagin kembali kerumah. Tiba - tiba saja ia mendapatkan telpon dari pak Bambang.


" Hallo, Nagin cantik...!"


" Maaf, ini siapa ya pak?"


" Ini saya, pak Bambang, sayang."


" Ohh bapak, ada apa? bapak mau pulangin uang suami saya?"


" Saya akan pulangin , tapi dengan satu syarat, sayang...!"


" Syarat? syarat apa?"


" Kamu temani saya tidur. Gimana?"


" Astajim, bapak ohh bapak, ingat umur pak, ingat dosa. Uda bau tanah juga masih kegatelan ya pak ? Kasihan sekali Raisa punya bapak seperti ini. Lah, anaknya polos - polos wae, bapaknya beringas gini."


" Eh Nagin, saya bisa dapatkan wanita lebih cantik dari kamu."


" Ya uda cari sana . Pak ingat umur pak, kalau ga salah bapak sebentar lagi akan punya cucu kan? Uda tua juga, bukannya banyakin ibadah malah buat dosa. Saya akan laporin bapak ke Raisa, biar Raisa tahu bapaknya itu bagaimana."


" Coba aja kamu beritahu, kamu akan tahu akibatnya.''


" Bapak ngancam saya? Saya ga takut pak." Nagin pun mematikan telpon rumah itu.


..." Orang kota begitu ya? semena - menanya sama wanita"...


...Ucap Nagin sambil tersenyum....


***


Selesai meeting, Bay tampak bingung dan sedih. Lisa melihat atasannya itu dirundung kecemasan. Lisa pun tidak tahu harus berbuat apa. Ia takut malah membuat emosi atasannya itu.


Lisa memberitahukan kepada Nagin, kalau suaminya sedang cemas, bingung dan sedih. Semua campur aduk.


Nagin pun langsung mengirimkan pesan pada suaminya itu.


..." Selamat siang sayang....! semua akan baik - baik saja, jangan terlalu dipikiri. Kalau itu masih rejeki kita, pasti akan kembali ke kita mas. Tetap sabar ya mas, jangan lupa makan siangnya...!"🥰...


Bay membaca pesan itu dan langsung menelpon istrinya itu.


" Makasih ya, Gin. Ternyata istri mas itu baik banget ya, walaupun kadang suka bawel. Tapi kamu itu ngangenin, taukk."


" Hehehehehe, ia mas. Oh ya, tetap semangat ya mas. Jangan terlalu dipikiri. Sekarang waktunya makan siang mas, mas makan ya?"


" Ia, Nagin."


" Moso hanya Nagin aja sihh?"


" Hahahah, ia Nagin cantik, istri kesayangan mas Bay...! uda, uda puas?"


" Hahahaha ia mas, makasih ya...!"


Bay pun mematikan ponselnya. Kembali ia gelisah, sedang berpikir. Tampak di raut wajahnya kesedihan yang mendalam. Ia tak menyangka harus seperti ini kejadiannya.


Andre juga melihat atasannya itu teramat sedih. Ia mencoba menghibur atasannya itu.


"Tok..tok..tok...tok.." pintu diketuk oleh Andre.


" Masuk." Titah Bay dari dalam ruangannya .


" Pak Bay...!"

__ADS_1


" Andre ? ya, Ndre, ada apa?"


" Maaf pak, menganggu. Saya melihat bapak tampak sedih pak. Bapak yang sabar ya?"


" Ia Ndre. Kalau rejeki ga akan kemana."


" Bapak uda coba hubungi pak Bambang?"


" Nanti akan saya coba, Ndre. Tuk sementara Yudi dulu yang akan saya coba hubungi."


" Oh gitu, pak. Baiklah pak. Bapak uda makan siang belum?"


" Belum Ndre."


" Gimana kalau bapak bareng kita aja makan siangnya ? soalnya hari ini ada yang ulang tahun dikantor kita."


" Siapa?"


" Nayla, pak. Jadi, kita semua ditraktir makan."


" Oh ya? oke, baiklah."


" Makasih ya pak Bay, bapak itu care banget sama kita semua. Jarang ada atasan seperti pak Bay. "


" Hahaha, kamu bisa aja, Ndre."


" Ya da, pak, kita otw ya."


Bay menganggukkan kepalanya. Siang itu Bay sedikit terhibur, walaupun ada masalah yang menimpanya.


Pukul 17.00 Bay telah tiba dirumah. Ia hanya bisa diam. Tak ada sedikit pun bicara.


" Mas Bay, uda pulang?"


" Uda, Gin. Saya kekamar dulu ya?"


" Mas Bay, saya pengen makan bak...so." Ucap Nagin dengan sangat hati - hatinya.


" Makan bakso? makan bakso dimana?"


" Ya kita cari lah, ayok dong mas..!"


" Mas nya capek lho ?"


" Jadi ga mau ni?" Wajah Nagin cemberut dan pura - pura keluar dari kamar itu.


" Ya da, kita cari. Uda ga usah cemberut lagi...!"


" Ia mas, heheheh. Mas Bay baik banget ya?" Sambil melirik suaminya itu.


" Ntar kalau ga dituruti, cemberut lagi..!"


" Hahahaha, kok tau sih,mas..!"


" Dimana jualnya , Gin?"


" Kita jalan kaki aja, kali aja ada abang bakso lewat."


" Ya uda, terserah."


Ketika mereka berjalan , tiba - tiba saja, Yudi tangan kanan pak Bambang itu ada dihadapan mereka.


" Itu Yudi ? mau ngapain dia dsini?" Tanya Bay penasaran.


" Coba tanya, mas." Balas Nagin.


Bay langsung menghampiri Yudi. Ya, benar saja, itu adalah Yudi. Pukulan pun mendarat di wajah Yudi tangan kanan pak Bambang itu.

__ADS_1


"Bukkkkk.." Sebuah tumbukan berhasil mendarat di wajah Yudi itu.


" Kembalikan uang saya, atau kamu akan saya bawa ke kantor polisi?"


" Pak Bay?"


" Ya, ini saya Bay. Sekarang kembalikan uang saya. Cepattt.....!"


Nagin hanya diam melihat suaminya itu berkelahi dengan klienya itu.


"Pak Bay, maafkan saya pak. Uang itu ada sama pak Bambang, pak."


" Saya ga mau tahu, yang jelas kamu kembalikan sekarang juga."


" Bukkkkk.." pukulan kedua mendarat di wajahnya, sama sekali tidak ada perlawanan dari Yudi. Yudi benar - benar tidak berdaya dibuat pukulan Bay tersebut.


" Baik pak, saya akan telepon pak Bambang."


" Sekarang juga telpon dia, atau kalian berdua saya jebloskan kepenjara..!"


Yudi pun mengambil ponselnya. Lalu menelpon bos nya itu.


" Pak, saya sekarang bersama Bay, pak. Bay minta uangnya dikembalikan."


" Apa? kamu ada sama Bay?"


"Ga, saya ga akan pulangkan uangnya."


Bay langsung merampas ponsel Yudi.


" Sekarang juga transfer uang itu, kalau tidak bapak saya akan laporkan ke polisi."


" Saya tidak takut Bay. Laporkan saja, karena ini hak saya."


" Apa? hak bapak? dari mana itu hak bapak?"


" Ia Bay, ini uang sebagai pengganti anak saya tidak jadi kamu nikahi."


" Dasar bajingan kamu. Sekarang tunggu saja giliran mu."


Bay tidak bisa menahan emosinya. Ia mengajak Yudi kerumah Bambang.


" Sekarang juga, kita kerumah bis kamu itu." Titah Bay.


" Tapi pak?"


" Ga ada tapi - tapian. Sekarang kamu masuk ke mobil dan bawa saya kesana."


" Mas Bay?" Panggil Nagin.


" Gin, maaf ya saya harus selesaikan masalah ini. Karena Yudi sudah lama menghilang, hanya dia saksi semua ini. Kamu buruan pulang kerumah ya?"


" Baiklah mas. Hati - hati ya, mas?"


Bay dan Yudi pun pergi kerumah pak Bambang itu. Nagin langsung menghubungi Raisa.


" Hallo mbak Raisa, Saya Nagin istri Bay Hardinata. Saya minta sama mbak, tolong selamatkan uang suami saya. Suami saya ditipu papa kamu."


" Apa? papah nipu? nipu suami kamu?"


" Ia mbak, kalau mbak pengen tahu cerita sebenarnya, mbak datang sekarang kerumah mbak. Mas Bay dan Yudi sedang menuju kesana."


" Baiklah."


Nagin pun mematikan ponselnya. Ia sangat cemas sekali. Ia takut terjadi sesuatu terhadap suaminya itu.


..." Semoga saja , ada kabar baik dari mereka"...

__ADS_1


... Ucap Nagin....


__ADS_2