Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 51 " Bay Bete "


__ADS_3

" Gin, buruan dong pulangnya? dari tadi muter trus, capek, taukk....!"


" Sabarlah mas, bentar lagi kita pulang. Ada yang mau dicari."


" Cari apa ? ini kaki uda pegel, Gin?"


" Nah itu anak - anak mas...! Uda kangen lihat mereka."


Tarik nafas panjang si Bay 😄😄


" Bunda Nagin, apa kabarnya?" Tanya Bayu sambil menyalam tangan bunda Nagin.


" Baik sayang. Kalau kalian gimana?" Jawab Nagin.


" Kami juga baik bunda. Hai om....!" Sapa anak - anak itu.


Bay diam saja, tak mau membalas sapaan anak - anak itu.


" Mas Bay, jawab dong? ditanya juga?" Perintah Nagin pada suaminya itu.


" Om kabar baik.." Jawab Bay cuek.


" Kalian sudah pada sarapan belum?" Tanya Nagin pada anak - anak itu.


Iko menggelengkan kepalanya.


" Gimana, kalau kita cari sarapan di seberang sana ? kalian mau ga?" Tanya Nagin lagi pada anak - anak itu.


" Mau dong bunda..!" Jawab anak - anak serentak.


" Gimana mas ? mau ya? bareng anak- anak?" Tanya Nagin pada suaminya itu.


" Mobil baru aja di bersihin pak Jo, ntar kotor lagi." Jawab Bay dengan malasnya.


" Lebih penting mana, mobil apa anak - anak, mas ? ga boleh pelit - pelit mas, semua yang kita punya itu miliknya Tuhan."


" Ia deh. Ia...ya, uda ayok...!" Wajah suaminya itu cemberut seketika.


" Iklas ga?" Tanya Nagin lagi sambil melirik suaminya itu.


" Ikhlas, Nagin." Jawab Bay dengan kesalnya.


"Senyum dong ?" Pinta Nagin pada suaminya itu. " Oh ya, anak - anak sekarang ikut bunda ya?" Ajak Nagin pada anak - anak itu.


" Oke bunda..!" Jawab anak - anak itu dengan serentaknya.


Bay melihat anak - anak itu. Bayu, Andi dan Iko berpakaian sangat kumal sekali. Tapi Nagin, tidak perduli dengan penampilan mereka.


Bagi Nagin, membahagiakan mereka adalah tanggung jawabnya. Tapi tidak dengan Bay, ia selalu menggerutu dan cemberut melihat anak - anak itu.


Tibalah mereka di tempat makan tersebut. Nagin sangat perhatian kepada anak - anak itu, dari pada suaminya. Bay seperti tidak dianggap🤭😂


" Kalian mau sarapan apa?" Tanya Nagin kembali pada anak - anak itu.


" Terserah bunda aja, kami ngikut bunda aja." Jawab anak - anak itu serentak.


" Mas Bay , mau sarapan apa?" Tanya Nagin.


" Terserah." Jawab Bay datar.


" Kok terserah si mas? ga ada jawaban lain apa?" Tanya Nagin


" Jadi apa?" Jawab Bay.


" Ya da, dilihat daftar menu sarapannya lah mas." Pinta Nagin.


" Aduh.." Bay seketika langsung syok mendengar ocehan istrinya itu.


" Kenapa , mas Bay ?"

__ADS_1


" Pusing pala saya."


" Ya da, kalau pusing pulang aja."


" Kamu ngusir ya?"


" Ga. Siapa yang ngusir?"


" Bawel banget si kamu, Gin."


" Ya da , nanti saya pulang ke kontrakan ya?"


" Ehh jangan. Ga boleh pulang ke kontrakan."


Anak - anak itu sudah senyum - senyum melihat bunda Nagin dan om Bay adu mulut.


" Kalian kenapa tertawa? ada yang lucu ya?" Tanya Bay.


" Ga om.." Jawab anak - anak dengan takutnya.


Sarapan yang dipesan mereka pun tiba. Nagin sangat dekat sekali dengan anak - anak itu. Ia pun tak sungkan menyulangi Iko, adek Bayu yang paling kecil.


" Iko kan anak paling kecil ? mau ga kalau bunda suapin?"


" Mau bunda." Jawab Iko dengan senangnya.


" Lebay banget si kamu , Gin."


" Kenapa ?cemburu ? mau disuapin juga?"


" Ogah.."


" Heheheh...om Bay lucu, kayak baby shark." Kata anak - anak.


" Apa ? baby shark? kalian sama kayak bunda Nagin ya? suka usil."


" Uda dong mas ? sarapannya dihabisin ya?"


" Om Bay dan bunda Nagin, makasih banyak ya ? kita uda ditraktir sarapan."


"Sama -sama sayang. Kalau kalian kerja jangan lama2 pulang ya? ingat..belajar yang rajin juga. Trus hati - hati dijalan raya ya? oh ya ini ada uang, buat makan siang dan malam kalian. Trus ini ada buah2an buat kalian juga. Dimakan ya, sayang?"


" Terimakasih banyak ya bunda. Sehat selalu buat bunda dan om Bay."


" Ia sayang. Ya da , hati - hati di jalan ya?"


Bayu, Andi dan Iko mereka pun pergi meninggalkan mereka. Nagin langsung melihat suaminya itu sedikit lucu.


" Kita pulang kan ?" Tanya Nagin.


" Terserah." Jawab suaminya itu.


" Kalau ngambek, saya pulang ke kontrakan."


" Siapa juga yang ngambek." Jawab Bay dengan kesalnya.


Bay dan Nagin pun pergi meninggalkan pasar tradisional itu.


Nagin pun langsung beberes keperluan dapur tadi. Tiba2 perutnya sakit. Ia tak tahan untuk berdiri. Nagin merasa kesakitan, sehingga ia pun tak melanjutkan pekerjaannya.


" Nagin, buatin teh atau kopi dong?Nagin ?"


Bay memanggil istrinya itu, tapi tidak ada jawaban . Bay pun menghampiri Nagin ke dapur. Begitu ia melihat Nagin, Bay sangat kaget.


" Nagin, kamu kenapa?"


" Perut saya sakit mas."


" Sakit? jangan - jangan ? kamu keracunan sarapan itu ya?"

__ADS_1


" Ga tau mas. Sakit banget." Nagin selalu memegangi perutnya itu.


" Kita kerumah sakit ya?"


" Saya ga kuat jalan mas Bay."


" Ya da, biar saya gendong aja."


Bay menggendong Nagin sampai kemobil. Bay membawa istrinya itu ke dokter.


" Mas Bay, ke dokter Prety aja ya?"


" Kenapa harus ke dokter Prety, Gin?"


" Ia, waktu itu kan perut saya, dokter Prety yang periksa...!"


" Oh, gitu. Ya da, kita kesana ya? Kamu masih tahankan?"


Mereka pun pergi ke klinik praktek dimana dokter Prety bertugas. Sesampainya disana, dokter cantik itu sudah tersenyum melihat kedatangan mereka berdua.


" Dokter, tolong periksa istri saya dok, perutnya sakit...!"


" Baiklah pak, bapak silahkan tunggu ya?"


Nagin diperiksa oleh dokter itu. Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya.


" Oke bu Nagin, sudah selesai ya...!" Ucap dokter Prety.


" Apa yang terjadi dengan istri saya, dokter?"


" Tidak terjadi apa - apa. Hanya saja gejala - gejalanya seperti menstruasi atau datang bulan. Itu tidak apa - apa kok pak. Tapi lebih disarankan, ibu Nagin cepat hamil." Dokter Prety tersenyum melihat Nagin yang masih kesakitan.


" Hamil ? tapi istri saya?" Tanya Bay.


" Bapak belum tahu ya? kalau rahim ibu Nagin sudah membaik, itu artinya ibu Nagin bisa hamil kembali."


" Apa dok ? bisa hamil kembali? itu artinya kita akan bisa punyak anak lagi ya dok?"


" Ia pak, Bay." Dokter Prety tersenyum kembali.


" Oh pantes saja, Nagin tadi mintanya ke dokter Prety, rupanya dokter uda tahu soal ini?"


" Ia pak Bay." Dokter itu dan Nagin pun tertawa melihat Bay yang masih kebingungan itu.


Mereka pun meninggalkan klinik tersebut. Dan kembali pulang.


" Gin, kenapa kamu ga bilang ini sama saya?"


" Gimana saya mau bilang mas? mas Bay aja sakit? trus ?"


" Trus apa?


" Amplop yang waktu itu saya berikan di kantor, itu ga mas bacakan? kalau mas baca itu surat, pasti mas tahu."


" Ia, saya lupa. Habisnya kepikiran trus sama surat perceraian itu. "


" Jadi gimana? masih mau berpisah kah? kalau memang mas Bay mau pisah, kita urus se...ka..rang...!" Sambil melirik suaminya itu.


Bay tersenyum dan memegang tangan Nagin.


" Saya mau nanya kamu. Kamu masih sayang ga sama saya? masih cinta ga? ayok di jawab?"


" Kok gitu sih pertanyaannya ?"


" Jadi gimana?"


" Kita pulang aja ah, Nanti dibahas. "


" Ya uda. Pulang, pulang."

__ADS_1


Lagi - lagi Bay kesal melihat sikap istrinya itu. Bay hanya bisa bersyukur untuk hari ini, dimana keajaiban Tuhan menghampiri keluarga kecilnya, yang hampir saja putus ditengah jalan.


__ADS_2