Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 24 " Bay Bertunangan Dengan Raisa"


__ADS_3

Sampailah ia di terminal bus. Tak berapa lama bus itu pun berangkat. Bay hanya bisa mengenang Nagin. Dalam benak Bay, mungkin ia tak akan pernah melihat Nagin lagi.


Banyak kenangan bersamanya. Terlebih ketika ia sakit, Naginlah yang selalu merawatnya. Padahal, Bay ke desa ingin membawa Nagin kembali ke kota. Tapi karena sikap Nagin yang dingin dan tidak perduli, Bay pun mengurungkan niatnya.


Mungkin ini lebih baik. Ia tak akan mengganggu Nagin lagi. Ia pun akan mencoba melupakan Nagin. Pasti bisa, ya itulah kalimat yang ada dibenak Bay. Biarlah Nagin hidup bahagia dengan jalannya.


Hiruk pikuk dikota kembali ia rasakan. Padahal cuti yang ia ajukan belumlah habis. Masih ada 2 hari lagi.


Tibalah ia dirumahnya yang mewah dan besar itu. Bay berjanji tidak akan pernah lagi mengingat Nagin. Selesai membersihkan diri, ia mengambil beberapa fhoto Nagin.


Dan ia pergi kedapur lalu membakarnya. Diponselnya juga tidak ada lagi fhoto - fhoto Nagin.


Ya, kali ini Bay ingin melupakan Nagin. Bay juga merasa bersalah telah menyakiti hatinya.


Ntah kenapa, tiba - tiba saja Bay langsung mengingat Raisa. Ya, Raisa dokter cantik itu. Ia pun menghubungi Raisa. Ternyata Raisa juga sudah merindukan Bay. Mereka pun pergi makan bersama


Dipikiran Bay tidak ada lagi nama Nagin. Bay benar - benar melupakan Nagin. Sekarang hanya ada Raisa, putri pak Bambang itu.


Setahun kemudian. Akhirnya Bay dan Raisa resmi pacaran. Pak Bambang pun mengetahui hal ini. Pak Bambang ingin mereka segera bertunangan.


Hari yang dinanti - nantikan itu pun tiba. Bay dan Raisa menggelar acara tunangan mereka. Kakek dan nenek Bay juga hadir diacara tersebut. Bay dan Raisa sangat bahagia sekali. Mereka saling mencintai.


...***** Keadaan Nagin didesa*****...


Hari - hari Nagin hanyalah ke kebun dan ke hutan mencari kayu. Ketika sore hari, ia duduk di pohon yang tumbang. Ia sangat kelelahan. Tiba - tiba ia ingat tuannya, Bay.


Sudah hampir setahun, ia tidak tahu kabar tuannya itu. Apakah ia sudah menikah atau belum. Ia juga ingat akan Johan. Nagin pun menangis.

__ADS_1


Hampa rasanya ia hidup sendiri. Hari - harinya pun selalu seperti ini. Ia ingin sekali mencari pekerjaan di kota. Dengan tidak bekerja sebagai asisten rumah tangga lagi.


Waktu yang baik pun tiba. Nagin pergi kekota. Ia masih ingat alamat rumah ibu Rini. Ia sudah mempunyai uang yang cukup. Ia pun mengontrak rumah ibu Rini. Ibu Rini pun senang bisa bertemu dengan Nagin.


Nagin pun berniat mencari pekerjaan. Tak pernah ada kata lelah bagi Nagin. Panas terik pun ia jalani demi menyambung hidupnya. Setelah lelah berjalan, ia melihat kompleks rumah tuannya itu. Rindu rasanya ingin melihat rumah tuannya itu.


Ia pun melanjutkan lagi perjalananya. Sampailah ia di depan kantor tuannya itu. Ia melihat kantor itu masih sama seperti yang dulu. Ia jadi teringat ketika ia mengantarkan makanan buat tuannya itu.


Air mata Nagin pun menetes. Ia sangat ingat betul perjuangan nya begitu berat untuk merawat tuannya itu sehingga tuannya itu sembuh dari kankernya.


Sudah 2 hari ia mencari pekerjaan. Akhirnya ia mendapatkan panggilan. Ia diterima bekerja di sebuah restaurant yang terkenal di kota itu. Nagin sangat senang sekali dapat diterima di restaurant itu. Dengan gaji yang lumayan besar.


Nagin tetap lah Nagin yang dulu, ia selalu rajin dan baik hati. Ia pun suka menolong orang lain. Semua karyawan di restaurant itu senang melihat Nagin.


Restaurant itu tidak jauh dari kantor tuannya itu, Bay. Para pegawai kantor itu sering menghabiskan waktu di restaurant itu. Restaurant itu juga sering di kunjungi oleh para petinggi - petinggi di perusahaan. Jika ada meeting, mereka sering disana. Begitu juga restaurant itu mempunyai aula untuk mengadakan resepsi pernikahan.


Hari pertama Nagin bekerja. Ia belum begitu tahu nama - nama makanan dan sejenisnya. Ia tak menyerah. Ia selalu belajar agar ia bisa ingat akan pesanan pengunjung.


Polesan lipstik yang tipis menempel di bibirnya yang mungil itu. Ia masih saja memakai bedak baby. Ia tak mau sembarangan memakai bedak yang lain, ia takut jika ada jerawatnya. Nagin masih memakai seragam putih hitam, karena Nagin masih karyawan training.


Pemilik restaurant itu bernama pak Kevin. Nagin belum pernah melihat wajah bosnya itu. Hari ini pak Kevin datang ke restaurant itu. Ketika giliran jam istirahat Nagin, Nagin pergi ke belakang untuk makan bekalnya.


Ia duduk sendiri. Wajah cantik itu sedikit kelelahan. Ia membuka bekalnya. Hanya ada telur dadar goreng, tidak ada sayur atau lauk lainnya. Ia harus berhemat agar bisa membayar uang kontrakan.


Ketika ia makan, pak Kevin melihatnya. Ia bertanya - tanya siapa wanita itu. Ia pun mendekati Nagin yang sedang makan itu. Ia melihat isi bekal Nagin.


" Kamu karyawan baru ya ?" Tanya pak Kevin

__ADS_1


Nagin pun terkejut. Ia langsung menutup bekalnya dan menelan makanan yang ada di dalam mulutnya, ia pun tersedak.


" Hehehehe..maaf ya? silahkan dilanjutkan lagi makannya..!" Ucap pak Kevin.


" Maaf pak. Ia pak saya karyawan baru..." Nagin pun langsung berdiri dan memberi hormat kepada pak Kevin dan senyum manis itu pun keluar.


" Nama kamu siapa?" Tanya pak Kevin


" Nagin pak..." Jawab Nagin sambil menunduk


" Ohh Nagin. Ya sudah lanjut lagi makannya. Kenapa kamu tidak mengambil jatah makan kamu?" Tanya pak Kevin lagi


" Maaf pak, saya ga tau kalau disni ada jatah untuk karyawan.." Jawab Nagin.


" Lain kalau kamu tanya ya sama atasan kamu? supaya kamu ga perlu lagi membawa bekal makan siang dari rumah."


" Ia pak, terimakasih ya pak...!"


Pak Kevin itu pun pergi meninggalkan Nagin. Nagin pun melanjutkan makannya lagi.


Setelah pak Kevin mengetahui Nagin karyawan baru, pak Kevin pun perhatian kepada karyawannya itu.


Selain cantik, Nagin pun sangat rajin. Ia tak pernah mengeluh. Walaupun wajah yang lelah tapi ia masih bisa perlihatkan senyumannya kepada para pengunjung. Ya, semenjak Nagin bekerja di restaurant itu, semakin banyak para pengunjung datang terlebih anak muda dan para hidung belang.


Mereka pun sangat senang jika Nagin yang melayani. Nagin ramah apalagi kalau ada pengunjung anak - anak, ia suka memberikan permen dan coklat. Karena di restaurant itu ada hari - hari tertentu dimana anak - anak akan mendapatkan permen dan coklat.


Terkadang anak - anak pengunjung itu, meminta Nagin untuk bermain atau sekedar bercerita. Jika tidak sibuk, Nagin akan menerima ajakan mereka.

__ADS_1


Pak Kevin sangat senang sekali karena ada Nagin, restaurantnya semakin ramai. Apalagi Nagin mau memberikan masukan untuk setiap masakan di restaurant itu.


Ya...Nagin telah membuat pak Kevin dan para karyawan yang lain sangat bangga bisa memiliki teman seperti Nagin.


__ADS_2