Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 52 " Bahagia "


__ADS_3

Sepanjang jalan, Bay terlihat bahagia. Dia selalu tersenyum. Ya, Bay telah membayangkan Bay junior itu hadir kembali di keluarga mereka.


" Senang banget, mas. Kenapa?''


" Ya senanglah, Gin. Masa kamu ga senang sih ? kamu itu bisa hamil lagi."


" Oh gitu ya? trus mas Bay dan mbak Nadine, gimana?"


" Kita ga ada hubungan apa - apa kok. Serius."


" Baguslah."


" Kamu dan Tomi, gimana? "


" Kita juga ga ada hubungan apa - apa mas, kita cuma mau buat mas Bay ?"


Bay menghentikan mobilnya.


" Buat apa?"


" Cem...bu...ru.."


" Cemburu? mau buat saya cemburu?"


Nagin menganggukkan kepalanya.


" Maaf mas."


" Kamu ada - ada aja, Gin. "


" Tapi emang mas Bay cemburu kan? ayo ngaku..!"


" Kamu pasti tau artinya , jika seseorang itu masih cemburu melihat pasangannya. Itu gimana? kamu pasti tahukan? rasa sayang, cintanya ke kamu itu ga harus dibilang, Gin. Lihat aja perbuatannya."


" Tadi mas nanya sama saya, kamu masih sayang ga, masih cinta ga sama saya? lah itu, juga ga harus di bilangkan mas? lihat aja perbuatannya."


" Kalau itu beda dong?"


" Kok beda mas?"


" Masa kamu ikut - ikutan sih?"


" Mas Bay ??? bikin kesal aja sih kamu. Ahh..saya pulang aja kekontrakan. " Wajah Nagin cemberut.


" Kalau kamu pulang ke kontrakan, gimana kamu mau hamil?" Bay tersenyum dan memegang perut Nagin.


" Tapi mas Bay uda buat kesal"


" Sama yang dipasar tadi gimana? lebih kesal mana? uda ga usah cemberut lagi. Senyum...senyum yang lebar..itu bibir ga usah dimonyongin, biasa aja. Ya, da kita pulang."


" Ia..." Jawab Nagin kesal.


Setibanya dirumah, mereka melihat kedatangan Andre dan Lisa. Andre dan Lisa datang membawa beberapa laporan yang harus diperiksa Bay.


" Andre, Lisa. Uda lama nunggu ya?"


" Sekitaran 5 menit lah pak." Jawab Andre.


" Dari mana mbak Nagin dan pak Bay?"


" Dari praktek dokter Prety, Lis." Jawab Nagin.


" Ya da, kita masuk ya..!" Ucap Bay


Andre dan Bay pun pergi menuju ruang kerja. Sedangkan Lisa dan Nagin pun menggibah 🤭😂


" Mbak, Gin. Gimana dengan pak Bay? uda akur belum?"

__ADS_1


" Uda Lis. Tadi kita ke dokter kandungan. Mas Bay uda tahu kalau saya uda bisa hamil lagi."


" Reaksinya gimana?"


" Mas Bay senang, Lis."


" Syukurlah mbak. Itu yang kita harapkan. Semuanya baik - baik aja, mbak. "


"Lis, surat perceraian itu kamu tahu kemana ilangnya? kata mas Bay, ilangnya dikantor."


" Hahahaha... saya bakar mbak."


" Bakar? kenapa? "


" Saya ga mau kalian itu pisah. Jadi ya ,saya bakar aja."


" Hahahahaha...." Nagin pun tertawa. Makasih banyak ya, Lis, buat bantuan kamu."


" Ia sama - sama , Mbak . Mbak dan pak Bay itu orang baik, jadi kalian itu ga boleh pisah."


" Ahh kamu bisa aja, Lis."


" Mbak, jangan pulang ke kontrakan lagi ya?"


Nagin pun menganggukan kepalanya.


" Mbak senangkan, bisa bersama pak Bay lagi?"


" Ia, Lis. Ini semua berkat kamu."


" Berkat Tuhan, mbak hehehe..."


" Ia bener hehehe."


Beberapa laporan pun telah selesai diperiksa atasannya itu. Andre dan Lisa pun kembali kekantor.


" Mungkin 3 hari lagi Ndre. Pokoknya kamu handle semua urusan kantor ya? kalau ada masalah, kamu langsung beritahukan ke saya ya?"


" Pak, mengenai kerja sama dengan pak Yudi gimana?"


" Nah itu dia, belum terealisasi sampai sekarang, Ndre. Pak Yudi ga jelas."


" Oh gitu pak. Okelah pak, kami pamit ya pak, bu Nagin." Ucap Andre.


" Ia Ndre, Lisa, kalian hati - hati ya?"


Andre dan Lisa pun pergi meninggalkan rumah atasannya itu.


" Gin..?"


" Ya, mas."


" Masih sakit perutnya?"


" Ehhmm, ga lagi mas."


" Ya da, kamu mandi biar seger'an dikit."


" Dikit ya? "


" Ga, banyak. Bawel banget sih ! uda buruan mandi. Biar saya aja yang beres - beres dapurnya."


Siang itu, Bay lah yang turun tangan untuk membersihkan seluruh rumah dan seisinya. Ia masih kasihan melihat istrinya itu.


Ketika sedang membersihkan dapurnya, Nagin datang. Bay pun melihat istrinya itu sudah bersih dan wangi.


" Mas, biar saya aja yang ngerjai.

__ADS_1


" Ya da, saya kerja dulu ya, tadi ada laporan yang belum sempat saya periksa."


" Ia, mas. "


****


Diperjalanan menuju kantor, Lisa memberitahukan kepada Andre kalau istri atasannya itu sudah kembali kerumah itu.


" Lis, kamu tahu ga? dulu waktu Nagin itu masih sebagai asisten rumah tangga pak Bay, saya sempat suka lho hehehe..."


" Gilak kamu Ndre, hahaha..beneran Ndre?"


" Ia, Lis. Saya uda sempat cari tahu tentang Nagin. Ga munafik Lis, Nagin cantiknya kebangetan hahaha..."


" Hahaha, ia emang. Saya aja kalah cantiknya hahaha..."


" Jauh banget Lis wkwkwk.."


" Idih kamu?"


" Kamu dulu ga ada tertariknya sikit sama pak Bay?"


" Ga Ndre, karena ibu ku pernah bilang. Jangan ganggu pekerjaan mu karena cinta pada orang yang tidak tepat. Saya tahu diri Ndre, saya juga orang desa merantau ke kota. Dulu saya kuliah sambil kerja. Trus pak Bay kasih ijin dengan catatan, jangan sampai terbengkalai masalah kerjaan. Mau tidak mau , saya berhutang budi pada pak Bay, Ndre. Apalagi dulu , saya butuh uang, pak Bay mau memberikan pinjaman uang kantor buat saya Ndre. Pak Bay itu benar - benar orang baik Ndre. Walau sedikit agak cerewet hahaha..."


" Oh jadi kamu dulu kuliah sambil kerja dikantor pak Bay? "


" Ia Ndre. Orang tua pak Bay pun begitu baik sama para pegawainya. Dulu waktu pak Bay mau ambil S2 keluar negeri, ibu Leoni itu selalu nangis jauh dari anaknya. Jadi ibu itu, sering kekantor Ndre. Ibu Leoni lah yang ngajari saya dulu gimana jadi sekretaris yang baik dan bisa dipercaya."


" Ia sih, keluarga Hardinata emang baik - baik, Lis. Ya itu tadi,


kita ga tahu jodoh kita siapa. Pak Bay sendiri dan bu Nagin, mereka dulu hanya sebatas majikan dan asisten rumah tangga, sekarang mereka bisa bersama Lis. Suami istri."


" Tuhan itu adil ya Ndre ?"


" Ia, Lis. Tapi kecantikan Nagin itu tidak hanya dari wajah Lis, hatinya juga baik banget. Beruntung pak Bay."


" Kita semua beruntung Ndre. Punya atasan dan istrinya yang baik."


" Ia bener, Lis."


" Oh ya Ndre, kamu tahu ga, mbak Nagin sekarang uda bisa hamil lagi lho..!"


" Oh ya? bagus dong hehehe. Kelak kita dapat jodoh yang baik ya, Lis hehehehe..."


" Amin Ndre, makanya kamu jangan mau jadi playboy.''


" Hahaha playboy gimana? atau kita berdua aja Lis jadian wkwkwkwkw


" Enak aja ga mau ahh...ga asyik pacaran sama teman kantor sendiri."


" Belagu banget sih kamu, Lis?"


" Saya mau cari yang baik kek pak Bay, Ndre hihihihi."


" Terserahlah, Lis. "


" Ya emang ia, terserah saya lah, masa terserah kamu? hahahahaha.


" Uda sampe, buruan turun."


" Kamu marah Ndre?


" Ga..."


" Wokelah kalau begicuu..."


" Ga usah lebay kalau ngomong, Lis."

__ADS_1


" Hahahaha sirik lu..."


__ADS_2