
Mobil Mercedez itu pun tiba didepan rumah, itu artinya Bay sudah pulang dari kantor. Nagin menyambut kepulangan suaminya itu.
" Selamat sore, mas Bay ?" Sapa Nagin dengan memberikan senyuman manisnya.
Bay hanya menghela nafasnya, dan langsung saja masuk kedalam rumah. Tak ada sedikit pun dihatinya membalas sapaan istrinya itu.
Nagin hanya diam. Dan ia pun masuk kedalam rumah itu.
" Mas Bay, ada yang mau saya bilang ke mas Bay...!"
" Bilang apa?"
" Tadi, saya pergi ke dokter kandungan mas. Saya mau periksa lagi, mana tahu hasil lab mereka salah, gitu mas."
" Apa? kamu bilang hasil lab mereka salah? Nagin...Nagin..kamu tu ya , masa ia sih hasil lab mereka salah. Kamu itu uda jelas - jelas ga bisa hamil lagi. Mau kemana pun kamu periksa, itu ga akan mungkin rahim kamu bisa baik lagi.".
" Mas Bay, tapi kan???"
" Tapi kan apa? kamu ga usah periksa - periksa lagi deh, ngabisin duit aja."
" Mas Bay, mana tahu bisa di obati gitu lho?"
" Obati pake apa?"
Nagin pun terdiam. Bay langsung pergi kekamarnya dan meninggalkan Nagin begitu saja.
Bay sudah berpakaian rapi, ia sudah wangi. Sore itu Bay mau pergi ke suatu tempat.
" Mas Bay, mau kemana?"
" Bukan urusan kamu"
" Lha saya kan istrinya mas Bay, ya wajar lah saya pengen tahu mas Bay mau pergi kemana?"
" Kamu tu bisa ga sih diam? ga usah cerewet deh...!"
" Ia mas. Ya da hati - hati ya."
Bay kembali pergi. Dan tidak ada kata pamit untuk Nagin.
Cuaca sore itu, membuat Nagin ingin berjalan menyusuri kompleks perumahan. Ia pergi ke taman perumahan itu. Disana banyak anak - anak yang sedang bermain.
Nagin duduk disalah satu bangku taman itu. Ia melihat anak - anak itu tertawa, berlarian dan bermain bersama. Seketika air mata Nagin menetes melihat anak - anak itu.
Nagin mengingat ketika dirinya masih kecil dulu. Tak ada kata bermain dalam dirinya, karena hidup susah, ia harus mencari kayu untuk bisa dijual dipasar ,supaya ia dan keluarganya bisa makan.
__ADS_1
Ketika Nagin mengingat masa - masa ia sudah beranjak dewasa, ia harus merasakan caci maki, hinaan dari orang - orang sekitarnya. Tak cukup dari warga desa Bayaman, ternyata setelah menikah pun caci makian dan hinaan itu masih ia rasakan dari para tetangga.
Wanita mana yang tak menginginkan kebahagiaan? wanita mana yang tak menginginkan anak jika sudah berkeluarga? semua itu ada dalam keinginan Nagin.
" Hai Tante, kenapa menangis?" Sapa seorang anak perempuan berambut panjang.
" Hai, cantik. Tante ga nangis kok."
" Itu air matanya keluar..!"
Nagin menghapus air matanya.
" Angel, sini nak, jangan dekat - dekat Tante Nagin, nak." Panggil mama Angel.
Nagin pun terkejut dengan perkataan mamanya angel. " Kenapa anaknya dilarang bersama saya. " Gumam Nagin.
"Mbak, emang saya salah apa sama Mbak?"
" Ga salah sih, tapi anak saya ga biasa tu dekat - dekat orang kampung . Maaf ya. Yuk sayang kita pulang." Ajak mamanya Angel.
..."*Orang kampung? emang kenapa dengan orang kampung*?"...
...Ucap Nagin...
Sudah pukul 18.00 sore, Nagin pun pulang kerumah. Ia menyiapkan makan malam. Ia menatanya di meja makan.
Nagin mencoba menelponnya , tapi Bay tidak mengangkatnya. Nagin menanyakan kepada Lisa, sekretarisnya itu , apakah ada acara kantor diluar, tapi Lisa mengatakan tidak ada acara kantor.
Nagin sudah mulai cemas. Ia pun memberanikan diri keluar rumah untuk mencari suaminya itu. Ketika Nagin sedang menyusuri jalan, tiba - tiba angin kecang dan turunlah hujan.
Nagin mencari tempat berteduh. Jalanan itu sepi sekali. Tidak ada lagi kendaraan yang berlalu lalang. Sebuah mobil Mercedez melewati jalan itu. Ya, Nagin melihat suaminya itu.
..." Itu mobil mas Bay kan? siapa temannya ya? kok saya ga kenal ya?"...
...Ucap Nagin ...
Nagin mencoba mengejar mobil suaminya itu dan berteriak - teriak memanggil nama suaminya itu. Tapi karena mobil itu melaju sangat kencang, Bay tidak mendengar suara Nagin.
Nagin buru - buru pulang kerumah. Ternyata benar, mobil yang ia lihat itu mobil suaminya. Tapi yang membuat Nagin masih heran, siapa teman suaminya itu. Apakah wanita lain?
Nagin basah kuyub karena habis mencari suaminya itu.
" Bu Nagin, kenapa bajunya basah kuyup begitu?'' Tanya pak Jo.
" Tadi kena hujan pak. Ya da pak, saya masuk dulu ya?"
__ADS_1
Bay melihat Nagin dengan pakaiannya yang basah kuyup itu.
" Mas Bay, kenapa mas lama sekali pulang? mas mau makan? biar saya siapin makanannya?"
" Ga usah, saya uda makan. Kamu kenapa basah begitu ? "
" Anu mas, eehhmmm tadi saya, lagi ?? lagi?? cari sesuatu diluar mas."
" Ohh gitu."
Bay langsung masuk kekamarnya. Ya, tiap malam Bay keluar rumah. Bay tidak pernah memberitahukan kemana ia pergi. Suatu hari Nagin mengikutinya. Dan bener firasat Nagin, Bay mempunyai teman wanita lain.
Nagin ingin memergoki mereka, tapi ia masih bisa menahan emosinya. Ia masih bisa menutupi aib keluarganya.
..." Jadi selama ini mas Bay dekat dengan seorang wanita ? "...
...Ucap Nagin...
Nagin pun pulang kerumah. Disepanjang jalan ia selalu menangis. Ia tak berdaya, ya karena ia tidak bisa memberikan Bay junior untuk nya.
Pagi hari, Bay sedang diruang kerjanya. Ia sedang mencari map yang berisikan kontrak kerja dengan perusahaan lain. Ia tidak menemukan map hijau itu.
" Nagin.....! cepat kamu kemari...!"
" Ia, ada apa mas? "
" Kamu lihat map warna hijau, kemarin saya letak diatas meja ini. Sekarang kenapa malah hilang?"
" Maaf mas, saya ga lihat map yang mas maksudkan itu."
" Kan kamu yang beresi meja kerja saya?" Bentak Bay pada istrinya itu.
" Ia memang saya yang beresi, tapi saya ga lihat map hijau itu."
" Kamu gimana sih? sekarang kamu cari sampai ketemu..!"
" Ia mas." Nagin pun mencari map hijau itu. Ia membuka laci setiap laci, tapi ia tak menemukan map itu.
" Mas, ga ketemu map nya, gimana dong? coba kamu tanya Lisa, siapa tahu Lisa tahu, atau tinggal di kantor kali?"
" Kan da saya bilang map itu ada diatas meja saya?? Bilang aja kamu ga mau nyarinya." Bentak Bay sambil melempar gumpalan kertas ke wajah Nagin. Lalu ia pun pergi.
Nagin pun menangis, lalu ia merapikan berkas - berkas yang berserak dilantai itu. Kembali ia mencarinya lagi, siapa tahu terselip di beberapa berkas lain.
Nagin masuk ke kamar suaminya itu. Ia melihat ada sebuah kotak kecil yang dibungkus rapi dengan kertas kado.
__ADS_1
..." Dibalik dinginnya mas Bay, ternyata mas Bay baik juga ya ? Pasti ini kado buat ulang tahun pernikahan kami. Ya, besok kan ulang tahun pernikahan kami. Mas Bay romantis juga ya. " Nagin memeluk kotak kado itu. Ia berharap semua akan baik - baik saja. ...