Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 49 " Bay Pura - Pura Sakit "


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Nagin, Bay semakin rindu padanya. Ia selalu memikirkan istrinya itu. Ia tidak mau jauh - jauh lagi dari Nagin.


Seperti ada magnet yang membuat Bay tidak bisa melupakan istrinya itu. Semakin hari, Nagin semakin cantik saja. Sehingga ia tak bisa melupakan wajah istrinya itu. Gayanya yang polos itulah yang membuat Bay juga semakin sayang padanya.


Senyum manisnya itulah yang selalu membuat Bay semakin menggila pada istrinya itu juga. Ada rasa gengsi juga pada diri Bay, untuk menyuruh Nagin pulang kerumah. Dan Bay juga tidak suka jika Nagin itu dekat dengan Tomi atau pria lain.


Suatu hari ia memikirkan gimana caranya agar Nagin mau kembali lagi padanya. Jika ia bermohon pada Nagin untuk kembali, pastilah Nagin tidak akan mau lagi. Ya, itulah yang selalu dipikirkan oleh Bay.


Ya, Bay punya ide gimana caranya agar Nagin kembali pulang kerumah itu. Bay pun mengajak kerja sama dengan pak Jo.


Rencana konyol itu pun disepakati pak Jo. Ternyata pak Jo pun tidak mau, jika majikannya itu berpisah. Karena majikannya itu adalah orang baik dan pengertian.


Bay tidak saja mengajak pak Jo untuk rencana konyolnya ini, Lisa pun dilibatkan dalam hal ini. Dan Lisa pun sangat setuju sekali. Lisa juga tidak mau, kalau mereka itu berpisah. Karena Lisa tahu bahwa mereka ini adalah pasangan serasi.


Bay, suaminya itu bersandiwara pura - pura sakit. Ia membuat ide konyol ini agar Nagin bisa kembali kerumahnya. Ia pun menyesal telah mengusir Nagin. Bay pun menyuruh pak Jo, agar menghubungi Nagin.


" Hallo, bu Nagin? ini pak Jo bu...! Bu.....😭" ( Pak Jo pura - pura menangis )


" Ia pak Jo, ada apa pak?"


" Tuan Bay, bu..?"


" Kenapa dengan mas Bay, pak?"


" Tuan Bay, sakit bu."


" Apa ? mas Bay sakit, pak ? sakit apa pak ?"


" Demam bu....!" ( Pak Jo pura - pura menangis lagi )


" Demam? pak bawa aja ke rumah sakit atau bapak telpon dokter keluarga Hardinata pak. Kalau bapak tidak tahu nomornya, minta aja sama mas Bay..!"


" Ga mau tuan Bay, bu. Tuan Bay asyik muntah dan meriang bu..!"


" Meriang ? ya Tuhan, kasihan sekali. Pak tolong berikan ponsel bapak sama mas Bay, biar saya ngomong pak...!"


" Kamarnya dikunci bu. Tuan Bay juga ga mau makan."


" Jadi, gimana dong pak?"


" Bu Nagin datang aja kesini, siapa tahu tuan Bay langsung sembuh. ( Bay sudah ketawa ketiwi mendengar pak Jo bicara 😄😄 )


" Tapi, pak? mas Bay itu uda benci sama saya pak...!"


" Ga kok bu. Nanti juga hati tuan Bay luluh lihat bu Nagin."


" Saya ga yakin pak." Nagin sedih.


" Bu..? bu Nagin? sepertinya tuan Bay muntah lagi, bu?" ( Bay kembali ketawa - ketiwi 😄😄).


" Muntah lagi?" Nagin semakin cemas mendengar ucapan pak Jo itu.


" Ya da pak, nanti saya pikirkan, apakah saya bisa kesana ya pak?"


" Ia bu, datanglah bu, saya mohon bu."


Pak Jo pun mematikan ponselnya.


" Pak Jo, maaf ya pak, bapak harus berbohong demi saya...!" Ucap Bay.

__ADS_1


" Ga papa tuan. Yang penting tuan dan bu Nagin bisa bersama lagi."


Bay pun tak hanya menyuruh pak Jo saja untuk menghubungi Nagin, ternyata Lisa pun disuru atasannya itu, untuk menghubungi istrinya itu.


Tak berapa lama Lisa pun menelpon Nagin.


" Ia, Lis ada apa ya?" Tanya Nagin dengan nada suara sedikit serak, karena Nagin baru saja menangis memikirkan suaminya itu.


"Mbak? pak Bay, mbak ? Pak Bay sakit." (Lisa pun pura - pura menangis juga 😄)


" Ia, Lis. Saya uda tahu. Pak Jo tadi nelpon saya."


" Mbak, lihat dong pak Bay mbak ? Kasihan pak Bay, mbak. Ayok mbak..!"


"Ia Lis, tpi saya takut Lis. Ntar mas Bay ga terima lagi kedatangan saya?"


" Jamin deh mbak. Pasti pak Bay nerima kedatangan, mbak."


" Ia Lis, saya coba ya?"


" Ia mbak...!" Lisa pun kegirangan karena Nagin mau melihat keadaan atasannya itu. Lisa pun sangat kepo gimana reaksi mereka berdua ketika mereka bertemu.


Perasaan Nagin pun ga tenang. Ia jadi sangat khawatir dengan suaminya itu. Hari itu juga ia pergi kerumah itu.


Sesampainya dirumah itu, perasaan Nagin semakin tak tenang, ia begitu gugup. Ia pun memberanikan diri menekan bel rumah itu.


" Tuan Bay, sepertinya ibu Nagin datang, tuan ?" Ucap pak Jo.


" Oh ya? coba bapak lihat dong, siapa tahu bukan Nagin?" Pinta Bay.


Pak Jo pun mengintip dari balik jendela. Pak Jo pun tersenyum bahagia. Akhirnya Nagin datang juga. Buru - buru Pak Jo memberitahukan kepada tuannya itu kalau Nagin istrinya sudah tiba.


Pak Jo pun membukakan pintu rumah itu.


" Syukurlah, bu Nagin cepat datang."


" Pak Jo, gimana keadaan mas Bay?"


" Ibu lihat ajalah. Kasihan sekali tuan Bay. Ibu masuk aja ga papa."


" Ia pak Jo, tapi saya takut?"


" Ga papa bu, masuk aja...!"


" Ya pak saya coba ya? aduh pak Jo saya takut, pak ? ntar diusir lagi?"


" Ga bu cobalah bu, semangat bu Nagin hehehehe...!"


" Kok malah ketawa sih, pak?"


" Maaf bu, keceplosan." Pak Jo tersenyum malu.


Nagin mengetuk pintu kamar Bay.


" Uhuk..uhuk..uhuk..uhuk....!" Bay berpura - pura batuk.


" Tu kan bu? tuan Bay sakit ?"


" Ia pak Jo. Aduh kasihan sekali mas Bay ?"

__ADS_1


" Uda masuk aja bu. Ga usah pake ketuk - ketuk pintu...!"


Pak Jo pun membukakan pintu kamar tuannya itu.


" Itu tuan Bay, bu. Kasihan bu...!"


" Ii..ii..ia..ia pak. Kasihan mas Bay."


" Saya tinggal ya bu ?"


Nagin hanya mengangguk.


" Mas Bay ? kenapa mas bisa sakit ?"


Bay meriang, ia pura - pura mengigau, dan merasa kesakitan.


" Mas Bay ? ini Nagin mas. Saya uda disini."


Nagin memegang keningnya.


..." Lah, keningnya ga ada panas? katanya demam ? tapi keningnya ? tubuhnya ga ada sama sekali panas." Gumam Nagin...


" Mas Bay ? mas Bay beneran sakit ya? kok badannya ga ada demam, mas? Tanya Nagin.


" Tadi saya demam kok, mungkin karena kamu uda datang demamnya ilang." Jawab Bay.


" Ohh gitu ya?" Nagin masih saja heran dan terbengong - bengong. " Masa demamnya cepat sekali hilangnya?" gumam Nagin.


Bay kembali batuk. Ia sedikit meriang.


" Mas Bay, atau kita kerumah sakit aja ya?"


" Ga ahh..."


" Supaya dokter bisa periksa mas Bay."


" Ga ah. Kamu aja disini, ntar saya sehat kok kalau kamu ada disini." Bay kembali batuk dan dari dalam selimut Bay tersenyum.


" Tapi kan?"


" Tapi apa ? kamu disini aja, bobo sini aja. Kan kita masih sah suami istri."


Nagin terdiam...


" Kamu takut ya, kalau Tomi tau kamu disini ?"


" Ga mas. Justru saya yang nanya ke mas, nanti mbak Nadine marah kalau saya disini ?"


" Saya dan Nadine itu ga ada hubungan apa - apa kok. Kamu ga usah takut. Kamu uda ngantuk ya? ya da bobo sini aja...!" Bay pun menggeser tubuhnya.


"Saya tidur diluar aja mas."


" Uda disini aja. Ntar kalau saya sakit lagi, gimana?"


Nagin menghela nafasnya. Mau tak mau ia pun tidur disamping suaminya itu. Seperti baru kenal sehari, Nagin masih saja tampak gugup.


" Kenapa? kamu ga bisa tidur ? mikir Tomi?"


" Ga, ga mikir siapa - siapa kok."

__ADS_1


" Baguslah..." Bay tersenyum puas melihat istrinya itu ada disampingnya.


__ADS_2