Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 39 " Jenni Kembali "


__ADS_3

Bay menceritakan kepada Nagin, yang terjadi ketika dipasar itu. Harus terkena becek, bau yang tidak sedap, tapi anak - anak itu selalu membantunya. Nagin tertawa dan ia sangat bahagia sekali, akhirnya suaminya itu mau juga membeli keperluan dapur dengan tidak malu -malu dan mau berbagi ke anak - anak yang kurang beruntung.


" Nah gitu dong mas, dengan kita berbagi kepada sesama, kita sudah menjadi berkat buat mereka." Ucap Nagin.


" Ia, Gin. Anak - anak itu juga titip salam buat kamu. Mereka uda kangen banget ma kamu. Oh ya? gimana kalau ada waktu kita undang mereka makan malam dirumah kita. Ya, biar terobati rasa rindu mereka ke kamu."


" Wahh ide bagus tu mas. Ya da terserah mas Bay aja. Kapan mas Bay ada waktu, ya uda kita undang mereka."


" Ia Gin. Kasihan mereka. Ya da mas beresin belanjaan dulu ya? kamu baik - baik disini."


Walaupun Bay pemuda kaya, tapi Nagin berhasil membawa suaminya itu untuk saling perduli dan memiliki sifat kesederhanaan.


Bay tidak menyangka ternyata istrinya itu berhati mulia sekali. Semua orang di pasar mengenal akan kebaikan Nagin. Ya, Nagin wanita desa itu ternyata menyimpan kebaikan, kesabaran, dan rendah hati.


Bay pun semakin mencintainya, ia tak pernah lagi menyakiti hati istrinya itu. Dalam rumah tangga mereka, Naginlah yang selalu mengalah. Bay menyadari betul hal itu.


Minggu pagi, Bay melakukan olah raga kecil di kompleks rumahnya. Ada beberapa ibu - ibu yang menanyakan tentang keadaan Nagin.


" Mas Bay, Nagin sehat kan? kangen bangetlah kue buatan Nagin. Kapan ya Nagin bisa terima orderan lagi?" Tanya ibu Desi.


" Sabar ya bu, untuk saat ini Nagin belum bisa terima orderan. Karena Nagin harus banyak istirahat." Jawab Bay.


" Mas Bay? mana ulang tahun anak saya uda mau dekat lagi. Natan maunya cake buatan Tante Nagin, makanya saya mah bingung mas Bay?" Ucap bu Santi.


Bay hanya bisa tersenyum melihat ibu - ibu itu. Bay pun melanjutkan olah raga paginya.


Nagin masih saja rebahan, ia sudah bosan rebahan terus. Ingin sekali ia melakukan pekerjaannya, tapi Bay pasti akan melarangnya.


Tiba - tiba saja ponsel Bay berdering. Ada pesan masuk. Nagin hanya melihat nama si pengirim pesan " Jenni". Ternyata Bay masih menyimpan nomor Jenni.


Bay sama sekali tidak pernah lagi menghubunginya. Ya, semenjak mereka putus, diantara komunikasi mereka pun tidak ada lagi. Nagin sama sekali tidak cemburu. Ia tidak mau mencampuri urusan suaminya itu.


Karena baginya, jika ia mencampuri urusan suaminya itu, yang ada hanya menimbulkan pertengkaran, makanya Nagin bersikap biasa saja.


Mau tak mau ia harus ikhlas karena ia tahu suaminya pengusaha sukses, selain pengusaha sukses, suaminya itu pun sangat tampan sekali, wajar saja banyak wanita ingin mendekatinya.


Bay sudah kembali dari olah raganya. Nagin pun memberitahukan jika ada pesan dari Jenni.


" Mas Bay, itu ada pesan dari Jenni, kali aja penting mas?"


" Ga ah, biarin aja. Ga penting banget kan? "

__ADS_1


" Ya dibaca aja to mas? kan da dibilang, siapa tahu penting?"


" Ga lho Nagin bawellll...da ah mas mau mandi."


Bay tidak perduli dengan pesan tersebut. Ia pun langsung pergi membersihkan tubuhnya.


Jenni, mantan kekasih Bay Hardinata itu, kini telah kembali ke Jakarta. Ternyata selama ini, ia berada di luar negeri. Jenni pun telah mengetahui jika Nagin sudah hamil.


Jenni cemburu dengan kehamilan Nagin. Ia tidak ingin melihat Bay dengan mantan pembantunya itu hidup bahagia. Jenni mempunyai rencana busuk, ia ingin menghancurkan rumah tangga mereka.


..."Saya ga perduli, kalau kalian itu sudah menikah dan sekarang Nagin sedang hamil. Yang penting bagi saya, kalian tu harus pisah. Kalian ga boleh bahagia, apalagi anak yang dikandung Nagin anak Bay. Anak itu juga harus mati bersama ibunya hahahaha."...


...Ucap Jenni...


Jenni mencari alamat rumah baru Bay. Semua teman - teman Bay pun ia hubungi. Dan alamat rumah baru Bay pun sudah diketahui Jenni.


Suatu hari, Jenni pergi ke rumah Bay. Tapi ia tidak menemukan siapa - siapa dirumah itu. Beberapa kali Jenni mengetuk pintu rumah itu, tapi tidak yang buka.


..." Oke...kali ini saya gagal, masih ada waktu untuk menghancurkan kamu Nagin, ingat saja kamu itu ga boleh bahagia. Sayalah yang pantas berada di samping Bay...."...


...Ucap Jenni lagi....


Tapi dengan sudah diketahuinya rumah Bay, ia pun semakin semangat untuk menghancurkan rumah tangga mereka. Ia tak sudi melihat kebahagiaan mereka.


Padahal dulu Jenni lah yang meninggalkan Bay ketika Bay masih sakit.


Jenni pun nekat mendatangi kantor Bay. Ia sudah sangat kangen sekali dengan mantannya itu.


Lisa memberitahukan jika Jenni datang. Bay tidak menanggapi ucapan Lisa, karena ia pun sudah lupa akan Jenni. Tiba - tiba Jenni nyelonong aja masuk keruangan Bay.


" Hai Bay ? apa kabar ? " Tanya Jenni.


" Jenni? mau apalagi kamu? " Tanya Bay balik.


" Saya kangen sama kamu. Bolehkan?


" Ada - ada aja kamu, Jen. Keluarlah saya masih sibuk..!"


" Kamu ngusir saya, Bay?


" Jen, mau kamu apa sih? "

__ADS_1


" Mau saya kita kembali lagi."


" Gila kamu Jen? saya sudah menikah. Dan lagian, siapa suruh dulu kamu pergi meninggalkan saya?"


"Ia. Dulu memang saya bodoh ninggalin kamu gitu aja. Tapi sekarang, rasa cinta itu masih ada buat kamu."


" Ga usah lebay kamu, sekarang pergilah. Saya masih banyak pekerjaan."


" Oke..saya akan pergi. Tapi asal kamu ingat, saya akan menggantikan posisi Nagin sebagai istri kamu. Kamu harus ingat itu."


" Maksud kamu apa? kamu jangan macem - macem ya , Jen?"


" Ya, lihat ajalah.. Tunggu tanggal mainnya Bay. Permisi..!"


Jenni meninggalkan ruangan itu. Bay menghela nafas. Ia masih saja heran mengapa Jenni berubah menjadi wanita arogan seperti itu. Bay langsung ingat Nagin. Ia takut kalau Nagin dicelakai oleh Jenni.


Bay langsung menelpon Nagin dan menanyakan keadaannya , apakah ia baik - baik saja.


" Gin, kamu dimana sekarang ?"


" Saya dirumah mas. Emang kenapa ? kok cemas gitu?


" Ga. Ga papa kok, mas kangen aja hehehehehe..."


" Ya ampun mas Bay, kirain ada apa."


" Ya da ya, mas kerja lagi."


Bay mematikan ponselnya. Ia jadi kepikiran akan Jenni. Jenni adalah wanita yang pemberani. Segala cara pun ia lakukan agar dapat yang diinginkannya.


..." Lihat saja Bay...sekarang saya sudah tahu apa yang akan saya perbuat untuk mantan pembantu kamu itu. Selamat tinggal Nagin...hahahahahaha...


...Ucap Nagin...


Jenni menghidupkan mesin mobilnya. Lalu pergi meninggalkan gedung kantor itu. Jenni meghubungi orang terdekat nya agar bisa disuruh untuk menculik Nagin.


" Ini fhoto Nagin. Kalian culik dia. Bawa dia kepada Ku. Tapi ingat jangan sampai kalian sakiti dia, biar saya saja yang akan menyakitinya."


" Bayarannya bos mana?"


" Kerja dulu baru saya kasih bayarannya? paham?"

__ADS_1


" Ya paham bos."


__ADS_2