
Kakek dan nenek Bay pernah memberikan hadiah tiket gratis buat Bay dan Nagin, yaitu pergi honeymoon. Rencana itu pun disetujui Bay dan Nagin.
Segala urusan untuk honeymoon sudah diurus oleh Bay, dan terlebih paspor dan visa Nagin. Karena mereka akan berkeliling Eropa, jadi mereka membutuhkan banyak waktu untuk tinggal disana.
Negara yang pertama mereka kunjungi adalah Negara London - Inggris. Itu permintaan Bay, karena dulu ia pernah kuliah disana tepatnya di Universitas Cambridge, di kota Cambridge - London. Bay ingin membawa istrinya itu ketempat dimana ia dulu pernah menuntut ilmu.
Sebelum mereka pergi, ia harus menyelesaikan segala pekerjaan kantor. Ia membawa segala pekerjaan kerumah, banyak laporan yang harus ia periksa. Laporan proyek dan laporan keuangan perusahaan.
Besok mereka akan pergi, Nagin melihat suaminya itu begitu sangat sibuk. Nagin pun tak mau ketinggalan, ia pun membersihkan seisi rumah, pakaian - pakaian kotor segera ia bersihkan, bahan makanan dikulkas harus segera dikosongkan.
Karena pak Jo, tinggal di paviliun, jadi Nagin hanya memberikan uang belanja untuk pak Jo.
Nagin begitu bahagianya, akhirnya ia bisa honeymoon bersama suaminya. Momen yang ditunggu - tunggu Nagin dan Bay akhirnya bisa terwujud.
Nagin berharap sepulang dari honeymoon, Tuhan segera berikan Bay junior. Ya, itulah harapan pasangan suami istri ini.
Jam makan siang telah tiba, Nagin telah menyediakannya, ia sudah menatanya dimeja makan. Ia pun memanggil suaminya itu agar segera makan.
" Mas, uda waktunya makan siang, mas." Titah Nagin.
" Ntar ya sayang, dikit lagi kok, nanggung hehehe...!" Jawab Bay.
Nagin hanya menghela nafasnya dan pergi meninggalkan ruang kerja suaminya itu.
Tiba - tiba saja, telpon rumah berdering. Nagin pun mengangkatnya.
" Hallo, maaf ini dengan siapa ya?" Tanya Nagin dengan nada suara yang lembut.
" Nagin, ini nenek, nak...!" Jawab nenek dari seberang.
" Nenek? apa kabar nek?" Tanya Nagin lagi.
" Nenek baik - baik saja, nak. Oh ya, kapan jadinya kalian pergi?" Tanya nenek Bay.
" Esok pagi, nek." Jawab Nagin.
" Bay kerja?" Tanya nenek Bay lagi.
" Ia, nek. Mas Bay sedang di ruang kerjanya. Hari ini mas Bay tidak masuk kantor, nek. Mas Bay kerja dari rumah aja nek." Jawab Nagin.
" Oh begitu...! Nagin, sepulang dari Eropa, kalian mampir ke Singapure ya, nak...! nenek kangen sekali sama kalian." Pinta nenek Bay.
" Ia, nek. Nanti saya sampaikan sama mas Bay ya, nek." Jawab Nagin.
" Ia, nak. Besok hati - hati dijalan ya..! jangan lupa, baju hangatnya dibawa, karena disana dingin." Titah nenek Bay.
" Ia, nek. Sudah kita rapikan kok, nek." Jawab Nagin.
" Semoga kalian cepat dapat momongan ya, nak...!" Ucap nenek Bay.
Nagin tersenyum. " Ia, nek. Doakan ya nek. Terimakasih untuk kebaikan nenek dan kakek..!" Ucap Nagin dengan senangnya.
" Ia, nak. Happy holiday ya nak..!" Ucap nenek Bay.
" Terimakasih ya nek.." Jawab Nagin.
__ADS_1
Nagin pun menutup telpon rumah itu. Tiba - tiba saja, Nagin dikejutkan suara suaminya itu.
" Siapa yang nelpon, Gin?" Tanya Bay.
" Mas Bay..! yang nelpon nenek, mas." Jawab Nagin.
" Ohh, nenek sehatkan?" Tanya Bay kembali.
" Sehat, mas. Tapi, kata nenek, nanti kita mampir di rumah mereka." Ucap Nagin.
" Apa? mampir ke Singapure? Ga bisa, Gin. Waktu kita ga banyak." Ucap Bay.
" Mas Bay ga boleh gitu..! Kasihan nenek mas, nenek kangen banget sama mas Bay." Balas Nagin.
" Ya uda, nanti bisa diatur. Sekarang kita makan yuk, laperrr.." Sambil tersenyum pada istrinya itu.
Nagin menyiapkan makan siang untuk suaminya itu. Ketika mereka makan, Lisa dan Andre tiba dirumah itu. Nagin membukakan pintu rumah, dan mempersilahkan mereka masuk.
" Pak Bay dimana, mbak?" Tanya Lisa.
" Mas Bay lagi makan. Kalian sudah makan belum?" Tanya Nagin pada Lisa dan Andre.
" Sudah mbak." Jawab Lisa.
" Kalau gitu tunggu sebentar ya...! saya panggil mas Bay dulu." Ucap Nagin.
Nagin meninggalkan mereka berdua diruang tamu itu.
Andre sangat terpukau dengan wajah cantik Nagin. Semakin hari wajah itu semakin bersinar, aura positif selalu membayangi wajahnya itu.
" Ndre, nape lu?" Tanya Lisa.
" Wkwkwkwkw, ada pak Bay, Ndre. Mau kena PHK ? hahahaha.." Ucap Lisa.
" Hahaha kan ga salah, Lis? cuma lihat doang kok. Gue kan normal Lis, ya wajarlah lihat wanita cantik langsung kesemsem." Balas Andre.
" Ia, tapi lihatnya jangan terlalu, Ndre. Haram, bini orang, Ndre. Hahahaha..!" Ucap Lisa lagi.
" Bawel lu.." Balas Andre.
Tak berapa lama, Bay pun datang menghampiri mereka.
" Lisa, Andre, gimana keadaan kantor hari ini?" Tanya Bay.
" Aman pak..!" Jawab Andre spontan
" Baguslah. Oh ya, ini laporan proyek dan laporan keuangannya uda saya periksa. Trus saya minta sama Lisa, segala meeting dengan klien tolong di cancel aja dulu ya, Lis..!" Titah Bay pada Lisa.
" Baik, pak. Nanti saya akan konfirmasi lagi kebeberapa klien kita yang uda sempat ada jadwal meetingnya." Ucap Lisa
" Ya, bagus Lis. Kalau begitu saya minta pada kalian berdua, segala urusan kantor kalian handle dulu. Kalau ada apa - apa, tolong kabari saya secepatnya." Titah Bay.
" Pak, berapa lama di Eropa?" Tanya Andre penasaran.
" Hhmmm, kurang tau, Ndre. Paling 2 atau 3 minggu lah." Jawab Bay memastikan.
__ADS_1
" Ohh begitu. Asyik dong pak heheh...!" Ucap Andre.
" Makanya buruan nikah...!" Ucap Bay sambil melihat wajah Andre.
" Pengen nikah pak, tapi sayang uda ditikung duluan pak, hahahaha...!" Balas Andre.
Lisa langsung menoleh ke arah Andre. Dan tersenyum melihat sahabatnya itu.
" Wah kasihan sekali kamu, Ndre...! Kamu sih ga cepat lamarnya, makanya ditikung." Ucap Bay.
" Ia pak, kurang nyali saya pak
, hahaha...!" Balas Andre.
" Pak, semoga cepat dapat momongan ya pak, hihihi..!" Ucap Lisa sambil tersenyum.
" Ya, Lis. Doakan ya..!" Ucap Bay
" Ia pak, jangan lupa oleh - oleh ya, pak hehehe....!" Lisa kembali tertawa.
" Ia. Okelah sekarang kalian bisa kembali ke kantor. Lis, kamu jangan telat lagi datang kekantor ya?" Pinta Bay.
" Ia pak, saya akan tepat waktu pak." Balas Lisa.
Bay, Lisa dan Andre pun tertawa bersama. Bay tidak pernah menjaga jarak terhadap bawahannya itu.
Bagi Bay jika mereka tidak ada, perusahaan itu juga tidak akan berjalan dengan baik.
Siang itu Bay begitu sibuk, ia juga menghubungi beberapa klien perusahaannya agar meeting di tunda sampai ia kembali.
" Mas, uda selesai urusannya?" Tanya Nagin sambil menghampiri suaminya itu.
" Uda, Gin. Saya ga tenang kalau pergi itu, meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. Makanya saya selesaikan semuanya hari ini." Jawab Bay.
"Emangnya kita berapa lama disana mas?" Tanya Nagin lagi.
" 2 minggu atau 3 minggu atau berbulan - bulan juga boleh...!" Jawab Bay sambil melirik istrinya itu.
" Berbulan - bulan?" Tanya Nagin.
" Hahahaha, ya ga dong, Gin. Oh ya, kamu senang ga?" Tanya Bay balik.
Nagin hanya menganggukkan kepalanya.
" Ini semua buat kamu, Gin. kamu itu uda baik banget. Kadang, saya mau mengingat perjuangan kamu dulu. Kamu wanita yang kuat, Gin. Maaf kan saya ya, dulu saya uda kasar sama kamu, ga perduli sama kamu. Saya baru sadar, kamu itu sangat berarti dalam hidup saya, Gin. Apalagi saya hanya seorang diri, tidak punya orang tua lagi. Ya, kamulah teman saya sampai menua nanti. Semoga kita bahagia selalu ya sayang...!" Sambil memeluk Nagin, istrinya itu.
" Saya juga berterima kasih sama mas Bay. Coba dulu kalau mas Bay ga trima saya kerja disini, mungkin kita ga akan bertemu hehehe. Dan mungkin saja, saya masih kerja sama mbak Mooly, mas. " Ucap Nagin.
" Perjalanan hidup kita begitu banyak rintangan. Semua suka duka kita lewati bersama. Tau ga? yang buat saya itu berterima kasih banget itu sama Kevin. Coba kalau Kevin ga mau serahkan kamu, sekarang kamu istri Kevin bukan istri Bay hahaha...!" Ucap Bay.
" Hahaha, ia mas. Berarti kita jodoh ya mas, heheheh..!" Balas Nagin.
" Ia Gin. Oh ya semoga juga Bay junior segera datang ya....!" sambil memegang perut Nagin.
" Ya mas, Tuhan maha baik kok mas. Pasti Tuhan kasih." Ucap Nagin.
__ADS_1
" Ia sayang...!" Balas Bay.
Bay kembali memeluk istrinya itu. Ia pun mencium keningnya Nagin. Bay sangat bahagia sekali bisa dipertemukan dengan wanita seperti Nagin. Walaupun banyak perbedaan diantara mereka. Tapi Nagin adalah wanita yang begitu sabar Dimata Bay, suaminya itu.