Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 42 " Harus Ikhlas "


__ADS_3

Nagin dipindahkan keruangan perawatan. Nagin belum juga sadar. Hati Bay sangat hancur. Ia harus kehilangan Bay junior, padahal ia juga sudah sangat senang dengan adanya Calon Bay junior.


Nagin dan Jenni terpisah kamarnya. Jenni sudah sadar. Ia memanggil - manggil nama Nagin.


" Naginnnnn...Naginnnn.....!"


Perawat pun langsung datang menghampiri Jenni.


" Suster, Nagin dimana?"


" Nagin ada disebelah.."


" Bagaimana keadaannya sust?"


" Ia selamat dari kejadian itu. Tapi kandungannya ? ia harus kehilangan janinnya bu."


Jenni tersenyum..


..." Kenapa tidak ikut sekalian Nagin ? kenapa dia masih hidup?...


...Gumam Jenni...


" Suster, apakah orang tua saya sudah mengetahui, jika saya di rawat disini?"


" Sudah bu, Jenni. Kami sudah memberitahukan kepada orang tua bu Jenni."


Di kamar sebelah, Nagin belum juga sadar. Bay masih saja menemaninya. Dokter Prety dan seorang perawat masuk keruangan itu. Dokter itu ingin memeriksa kembali keadaan Nagin.


" Dokter, kenapa istri saya belum juga sadar, dok?"


" Ia pak, benturan dikepalanya dan di perutnya lah yang membuat bu Nagin belum juga sadarkan diri. Pak Bay, saya ingin bicara kepada bapak sebentar. Bisa bapak ikut keruangan saya?"


" Ada hal yang penting ya dok?"


" Ya pak. Saya harus menyampaikan ini pada bapak."


" Baiklah dokter..."


Bay mengikuti langkah dokter Prety itu.


" Silahkan duduk, pak. Begini pak, dari hasil pemeriksaan kami, seperti nya rahim ibu Nagin ada masalah. Mungkin ini karena benturan daerah panggulnya sehingga menyebabkan rahimnya bermasalah."


" Apa dok? rahimnya bermasalah?"


" Ia pak, kemungkinan besar ibu Nagin akan susah untuk hamil lagi. Jika bu Nagin bisa hamil, semua itu hanya mujizat dari Tuhan."


" Apakah tidak bisa dilakukan tindakan dok? ntah operasi atau apa gitu?"


" Tidak pak. Kalau pun dilakukan tindakan , mau tak mau kita harus mengangkat rahimnya."


Bay menangis mendengar penjelasan dari dokter itu. Bay ga tau lagi nasib Nagin.

__ADS_1


" Pak Bay yang sabar ya? semua serahkan kepada Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan pak."


" Ya dokter..."


Bay pun meninggalkan dokter itu. Dan kembali ke ruangan Nagin. Ia menangis memeluk tubuh istrinya itu.


" Gin, bangun, bangun Nagin...!"


Selama ini Bay menahan emosinya, kali ini emosi Bay tidak tertahankan lagi. Ia pergi keruangan Jenni.


" Jenniiiii....bentak Bay. Jenni yang sedang tidur itu pun langsung bangun ketika mendengar suara bentakan Bay.


" Kamu harus merasakan sakit yang sama seperti yang dirasakan Nagin."


" Apa maksud kamu? kamu mau ngancam saya?"


" Saya akan masukan kamu ke penjara Jenni, atas rencana pembunuhan terhadap Nagin. Kamu uda buat kita harus kehilangan janin yang ada dalam kandungan Nagin"


" Saya ga takut Bay, laporin aja.."


" Ohh okee..saya akan segera telpon polisi sekarang juga."


" Telponlah...telponlah..asal kamu tahu saya tu masih menginginkan kamu. Kamu ngerti ga sih??"


" Apa ? kamu masih menginginkan saya? saya ga salah dengarkan Jen? kamu itu pembunuh Jen....Saya ga akan pernah memaafkan kamu Jen. Ngerti kamu???? " Bay hampir saja mencekik leher Jenni.


Seorang perawat memasuki ruangan Jenni.


" Pak Bay, ibu Nagin sudah siuman pak..!"


Bay pun pergi meninggalkan ruangan Jenni. Dan ia melihat Nagin sudah siuman.


" Sayang, kamu sudah sadar?"


" Perut saya mas? kenapa begini perut saya ? mana bayi dalam kandungan saya mas?"


" Gin, sabar ya. Perut kamu baik - baik aja kok."


" Ga...ga mas. Bayi dalam perut saya mana mas? mana mas?????"


Nagin menangis histeris sambil memegangi perutnya. Bay mencoba menenangkan Nagin tapi tidak berhasil. Bay pun memanggil dokter Prety.


" Dokter mana anak saya? kenapa begini perut saya dok?" Nagin masih saja memegangi perutnya


" Bu Nagin, tenang ya? maaf ya bu, karena kecelakaan itu janin ibu harus kehilangan. Ibu mengalami pendaharan hebat, sehingga janinnya tidak bisa kami selamatkan."


" Apa dok????jadi janin saya ???" Nagin kembali menangis


" Sayang, tenang ya? yang penting kamu selamat dari kejadian itu. Kalau masalah anak, kita bisa memintanya kepada Tuhan. Yang penting kamu selamat, sayang."


" Ga mas...ga masssssssss...ini semua karena Jenni..Jenni telah membunuh bayi saya. Jenni..dimana kamu..Jenni.....Jenni.."

__ADS_1


" Nagin sabar, Gin. Gin kamu baru aja sadar. Kamu istirahat dulu ya. Masalah Jenni biar mas yang selesaikan."


" Ga mas, saya mau bertemu dengan Jenni. " Nagin mencoba turun dari bed nya dan ia ingin melepas selang infusnya.


"Nagin...Nagin...Nagin..tenang..tenang ya? kamu harus tenang sayang? kamu sabar ya, semua ini uda kehendak Tuhan, Gin. Kita harus ikhlaskan semua ini." Bay memeluk istrinya itu dengan sangat erat.


" Gimana saya mau ikhlas mas, saya menunggunya sangat lama. Sekarang Jenni telah membunuhnya. Saya ga trima mas....awas masssss Bay..lepaskan tangan saya..."


" Ia..ia..ia..mas ngerti. Kamu tenang ya?"


" Bu Nagin, apa yang dikatakan pak Bay itu benar. Ibu harus sabar dan ikhlas ya? saya tahu perjuangan ibu itu tidak gampang tapi semua ini sudah kehendak Tuhan, bu."


Bay memeluk kembali istrinya itu. Nagin menangis kembali.


" Mas Bayyyyyy...ini salah saya mas, kalau lah saya tidak keluar dari kamar, mungkin ini ga akan terjadi...."


" Ga Nagin, ini bukan salah kamu. Ini semua sudah kehendak Tuhan. Ga ada yang perlu disesali. Semua akan baik - baik aja. Kamu tenang ya? "


Nagin terus menangis. Ia selalu menyalahkan dirinya. Bay pun pelan - pelan bisa menenangkan istrinya itu.


Bay masih saja mengingat apa kata dokter tadi, bahwa rahim Nagin telah rusak. Ia tak habis pikir bagaimana ia akan memberitahukan ini pada istrinya itu.


Begitu berat cobaan untuk mereka. Tapi Bay yakin dibalik ini semua ada hal yang indah akan Tuhan berikan pada keluarganya.


Malam itu Bay tidak bisa tidur. Ia selalu kepikiran kepada Nagin. Wanita yang tulus itu harus menderita seperti ini.


Tiba - tiba ponselnya berdering, nenek Bay menelpon.


" Bay, apa yang terjadi pada Nagin?"


" Nenek??" Bay menangis


" Bay, kenapa Nagin, nak?"


" Nagin mengalami pendarahan, nek. "


" Apa, pendarahan? itu artinya janinnya tidak bisa diselamatkan ya?


" Ia nek..."Bay kembali menangis sejadi - jadinya.


" Sabar ya nak, yang penting Nagin selamat , nak. "


" Ya nek. "


" Sekarang Nagin sudah gimana ?"


" Nagin sudah mulai pulih , nek."


" Kamu tetap sabar ya, semua ini ujian dari Tuhan, Bay."


" Ya nek..."

__ADS_1


Kali ini Tuhan belum mengijinkan Bay dan Nagin untuk menjadi orang tua yang baik. Tapi mereka percaya dibalik musibah ini ada rencana yang indah Tuhan beri kepada Bay dan Nagin.


Dan untuk Jenni, Bay akan siap membawanya ke jalur hukum .


__ADS_2