
Malam hari pun tiba. Malam yang yg telah ditunggu - tunggu oleh Jenni. Karena ia akan pergi makan malam bersama Bay. Ya...Bay, pria tampan yang telah membuat hatinya berbunga - bunga.
Ketika masih duduk dibangku kuliah, Jenni menyukai Bay. Tapi Bay tak pernah merespon sikap Jenni yang menyukainya itu. Waktulah yang telah membawa Jenni kembali bertemu dengan Bay. Ya...Jenni sangat beruntung sekali bisa bertemu kembali dengan Bay.
Jenni pun senang ketika Bay menerima tawarannya untuk makan malam bersama. Jenni pun berdandan sangat cantik. Memakai gaun biru navy, sepatu dengan high heels zara kesayangannya dan menenteng tas tangan berwarna putih.
Ya...Jenni sudah tak sabar ingin cepat - cepat bertemu dengan Bay. Jenni pun menelpon Bay. Ia memberitahu nama tempat restaurant yang akan dituju.
Bay pelan - pelan menuruni anak tangga. Nagin yang berada di dapur mencium bau aroma parfum Tuannya itu. Dalam benak Nagin, mau kemana Tuannya itu pergi. Apakah ia ada janji dengan seseorang ?
" Ginnnn.....Nagin....??" Panggil Bay.
" Ya Tuan..?? wahhh rapi sekali ?? Tuan mau pergi kemana?"
" Mau pergi kencan Gin...!!"
" Kencan ????"
" Kencan dengan siapa ?"
" Jenni.''
" Jenni ??sama Mbak Jenni, Tuan??"
" Ia..sama Jenni. Kenapa ?? mau ikut??"
" Kalau saya ikut, saya nanti ngapain disana ?"
" Jaga nyamuk lah...!". Sambil merapikan kemejanya.
" Jaga nyamuk??masa saya jaga nyamuk Tuan ??"
" Hahahahaha...ya ga lah. Ada - ada aja kamu. Ya uda...kamu baik - baik aja disini ya? Jaga rumah, ntar bukain pintu ya... Oh ya, kamu mau apa??martabak atau pancake ?? ntar saya bawain."
" Ga ahh Tuan...! Ehh.. Tuan beneran mau kencan dengan Mbak Jenni ?"
" Ia..bener. Kenapa Gin? Kamu cemburu ya ??hehehehe...!"
" Yeeee enak aja bilang cemburu...ga lah Tuan. Tuan ini ada - ada aja..!!"
" Ya Uda saya pergi dulu ya Gin..ntar bukain pintu ya...jangan lupa."
Bay pun pergi. Nagin tinggal seorang diri. Ia sedikit kesal, karena Tuannya itu pergi kencan dengan Jenni. Apakah Nagin cemburu ?? Ntahlah... Sepertinya Nagin tidak rela jika Tuannya itu berkencan dengan Jenni.
Akhirnya Bay dan Jenni pun bertemu dalam sebuah restaurant. Mereka pun memesan makanan yang mereka pilih.
Tidak berapa lama, makanan mereka pun datang. Belum ada pembahasan lebih serius. Mereka masih saja menikmati makanannya. Dan Jenni pun mulai membuka pembicaraan.
" Bay..gimana makanannya ? enak ga ??"
" Hhmm ya enak...!" Jawab Bay datar.
__ADS_1
" Bay....kamu belum ada rencana untuk menikah? "
" Belum. Kenapa Jen ?"
" Apa kamu ga mikirin usia kamu sekarang ? apa kamu ga mau punya keluarga ? kamu mau, hidup kamu melajang terus ?"
" Hhmmm...ntahlah Jen. Sampai sekarang belum ada yang pantes aja".
" Bay...harus kamu tahu, dari jaman kuliah, saya tu uda suka sama kamu. Tapi kamu nya aja ga pernah respon. Kamu taunya belajar mulu. Kutu buku banget kamu."
" Trus maunya apa Jen??"
" Mau saya, kita pacaran titik."
" Pacaran ???hahahahahaha...."
" Bay...saya serius lhoo...jangan main - main dengan perasaan. Ingat usia kamu."
" Jadi kita pacaran ??ya udah...ayok."
" Bay..serius dong..jangan kayak anak ABG gitu. Kalau kamu mau kita serius..kita akan pikirkan untuk kejenjang lebih jauh lagi. Gimana??"
" Ya udah..kita jalani aja dulu."
" Berarti kita sah kan Bay ??ayo dong dijawab ...!"
" Ia Jenniii...ya da buruan habisin makanannya."
Pukul 23. 30 wib, suara mobil itu pun berhenti di depan teras rumah. Bay sudah kembali dari kencannya. Nagin yang sudah lama menunggu, akhirnya membukakan pintu untuk Tuannya itu.
" Hai Gin...?makasih ya uda bukain pintu. Maaf ya Gin..tadi saya lupa beliin kamu makanan. Lagian Uda malam kan, ga baik juga makan dimalam hari ntar kamu gendut...!". Sambil menarik hidung mancung Nagin.
" Ledek aja terus...! Tuan, gimana dengan kencannya ??apa yang kalian lakukan ?
" What...?? Nagin ?? maksud kamu apa Gin...??
" Maksud saya, itu Tuan ???hanya makan atau jalan - jalan gitu...
" Kita makan malam trus kita Uda sah pacaran Gin..!!
" Pacaran??maksudnya, Tuan dan Mbak Jenni pacaran gitu??
" Ia Gin. Bener juga yang dikatakan Jenni, Gin. Selama ini saya sibuk dengan pekerjaan, sampai saya lupa mencari pendamping hidup.
Saya juga ingin mempunyai keluarga. Ya keluarga yang bahagia dan harmonis. Usia saya tidak muda lagi, Gin."
" Ohh gitu ya Tuan...!. Trus kalau Tuan nanti menikah dengan Mbak Jenni, apa saya masih bisa kerja disini Tuan??"
" Hehehehe...Nagin...Nagin..kamu tu ya mikirnya aneh - aneh terus. Ya bisalah. Ohh ya, kamu juga perlu memikirkan tuk kehidupan kamu. Uda bisa tu kamu kalau dipasar TP - TP.."
" Apa TP - TP, Tuan ?"
__ADS_1
" Tebar pesona, Nagin bawel...!"
" Ohhh tebar pesona ya...??"
" Ya udah..da malem..jangan lupa kunci pintunya, trus kamu tidur."
Mendengar Tuannya itu sudah pacaran dengan Jenni, Nagin pun merasa sedih.
Pasti Tuannya itu akan lebih banyak waktu untuk Jenni. Beruntung sekali Jenni, bisa memikat hati Tuannya itu, ujar Nagin.
Setelah Bay dan Jenni pacaran, mereka pun selalu menghabiskan waktu bersama.
Mereka sering makan diluar. Bay pun sudah lupa dengan pesan dokter Bram. Ia tak pernah lagi makan masakan Nagin, padahal Nagin selalu memasak makanan buatnya.
Begitu juga dengan sarapan, ia sering melalaikannya. Nagin dulu yang rajin mengantarkan bekal makan siang kekantor, sekarang sudah tak pernah lagi. Karena Bay melarangnya. Lisa dan para pegawai pun jadi tahu, siapa wanita yang telah memikat hati bos nya itu. Tapi sampai sekarang, Lisa masih bertanya - tanya , barang - barang yang ia beli waktu lalu kepada siapa diberikan.
Siang itu Nagin duduk dimeja makan seorang diri. Ia melihat makanan yang ia masak. Sedih rasanya, Tuannya itu kini telah berubah.
Perhatiannya pun kini telah berkurang buat Nagin. Biasanya kalau keperluan rumah sudah habis, Bay dan Nagin selalu pergi bersama untuk membelinya.
Kini, Bay menyerahkan semuanya kepada Nagin. Nagin pun harus pergi seorang diri. Terpaksa ia harus memberanikan diri naik taxi. Padahal selama ini, ia sangat takut jika naik taxi seorang diri.
Tak terasa air mata Nagin pun menetes. Tak berapa lama, suara pintu diketuk oleh seseorang. Ternyata petugas ekspedisi datang. Nagin pun membukakannya.
" Selamat siang Bu..! Maaf ini ada paket untuk Ibu Nagin."
" Ohh ya..saya sendiri Pak. Paket dari siapa ya Pak?"
" Maaf Bu..dipaket tersebut tidak ada dicantumkan nama sipengirim. Boleh minta tanda tangan atau parafnya disini Bu ?"
Nagin pun memberi paraf pada buku petugas ekspedisi itu. Petugas itu pun pergi. Buru - buru Nagin membuka paket tersebut. Ia masih bertanya - tanya siapa yang memberi paket itu kepadanya.
Ia membolak - balikan paket itu. Setelah ia buka pembungkus paket itu, betapa terkejutnya ia melihat isi paket tersebut. Ada beberapa pakaian , peralatan make up, tas dan ada secarik kertas didalamnya. Nagin membaca isi surat itu..
Hai Nagin...
Semoga kamu suka ya ...
Oh ya..semua barangnya dipakai ya..
Terimakasih...
Nagin merasa sedih, ternyata ada orang yang berbaik hati padanya. Ia tak tahu siapa orang yang telah mengirimkan paket itu. Apakah itu seorang pria atau wanita ?.
Seingatnya, dikota ini belum banyak yang ia kenal. Ia pun mencoba semua baju - baju yang ada didalam kotak paket itu.
Semuanya sangat bagus - bagus sekali. Tas berwarna hitam itu pun sangat bagus dan kelihatannya mahal. Peralatan make up itu pun begitu lengkapnya.
Ketika sore hari, Bay pun pulang dari kantornya. Nagin memberitahukan bahwa ada seseorang memberikan ia paket.
Bay hanya bisa tersenyum. Ia melihat betapa bahagianya Nagin menerima paket itu.
__ADS_1