Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 36 " Nagin Sakit "


__ADS_3

Pelan - pelan Nagin memasuki dapur itu. Dan ia menyiapkan sarapan untuk suaminya. Ia membuka kulkas besar itu, kira - kira makanan apa saja yang ada dikulkas itu.


Ia hanya melihat ada sosis dan 2 butir telur. Ya semenjak Nagin sakit, keperluan dapur habis belum sempat ia membelinya.


Pagi itu, Nagin hanya bisa membuat sarapan nasi goreng sosis. Setelah selesai masak ia menyuruh Bay untuk segera sarapan.


Tak berapa lama, Nagin pun pingsan didapur. Bay melihat Nagin yang pingsan itu dan langsung mencoba membangunkannya.


Bay pun menggendong Nagin ke kamar. Ia pun menelpon dokter keluarga Hardinata. Dokter itu pun tiba.


Dokter itu memeriksa Nagin. Ia mengatakan jika Nagin tekanan darahnya sangat rendah sekali. Dokter itu memberikan obat dan vitamin. Ia menyuruh agar Nagin banyak istirahat.


Bay sangat cemas dengan keadaan Nagin. Bay takut terjadi sesuatu kepada Nagin. Bay masih saja berada disamping Nagin. Ia tak mau meninggalkan Nagin seorang diri.


Hari itu Bay lah yang membersihkan seisi rumah. Ternyata Bay tidak sanggup merapikan rumah. Ia kelelahan. Ia baru menyadari mengapa Nagin sampai tekanan darahnya rendah sekali.


Malam itu Bay hanya memasak telur dadar, ia bingung mau masak apa. Bay hanya bisa memasak telur dadar. Telur dadar buatan Bay itu pun keasinan. Dan ia pun membawanya kekamar. Ia membangunkan Nagin agar ia makan.


" Gin, bangun yok...! Kamu makan dulu ya ?" Ucap Bay.


Nagin hanya menggelengkan kepalanya.


" Makanlah Gin, biar obatnya bisa diminum. Mas suapin ya?"


Nagin pun memakan telur dadar buatan suaminya itu, tiba - tiba Nagin muntah.


" Kenapa dimuntahin?" Tanya Bay sedikit kesal


" Asin. Mas kebanyakan buat garamnya, jadi keasinan." Jawab Nagin.


" Masa sih asin? kamu ini ngaco ahh..." Ucap Bay sambil mencicipi telur dadar buatannya itu.


" Asinkan ? " Tanya Nagin sambil tersenyum.


Bay hanya menganggukkan kepalanya.


" Jadi gimana dong? kamu makan apa? atau saya beliin ya?" Ucap Bay


" Ga usah mas. Saya ga lapar."


Nagin muntah lagi...


" Nagin? kamu ga papa?" Tanya Bay


Nagin menggelengkan kepalanya.


" Jangan - jangan kamu hamil? tapi gimana mau hamil ya? tidur bareng aja ga pernah. Nagin ?? ayo minum dulu." Ucap Bay.

__ADS_1


Nagin hanya melihat suaminya itu dengan sedikit tertawa.


Nagin sangat lemas sekali. lagi - lagi ia muntah. Bay pun panik. Ia mengambil minyak telon, ia pun mengolesi ke kening Nagin.


Tak tenang hatinya ia meninggalkan Nagin dikamar itu seorang diri. Setelah ia mengolesi minyak telon itu, Nagin pun tertidur. Bay masih saja cemas melihat istrinya itu. Akhirnya Bay pun meniatkan dirinya tidur bersamanya.


Bay selalu menatap Nagin. Ia sangat berharap Nagin cepat sembuh. Ternyata Bay sangat cemas jika Nagin sakit.


Malam itu Bay tidur bersama Nagin. Bay merasakan ada kenyamanan tidur bersamanya. Bay merasakan ada yang beda.


Bay pun tersenyum. Tak henti - hentinya ia menatap wajah cantik itu. Seperti wajah penuh kedamaian.


Tengah malam Nagin terbangun dari tidurnya. Lampu kamar padam. Ia merasakan seperti ada yang memeluknya.


Nagin pun menyalakan lampu tidur itu. Dan ia pun sangat terkejut, Nagin melihat ternyata Bay tidur disampingnya.


Ia mencoba melepaskan pelukan Bay, tapi Bay sangat erat sekali memeluk tubuh Nagin. Mau tidak mau Nagin pun selalu dalam pelukan Bay.


Sesak rasanya di peluk terus. Ia sama sekali tidak bisa bergerak. Berkali - kali ia mencoba melepaskan pelukan suaminya itu tapi tidak bisa.


Hingga keesokan paginya Nagin selalu dalam pelukan Bay . Nagin lah yang pertama bangun. Ia pun mencoba membangunkan Bay. Bay pun terbangun dari tidurnya.


Bay pun heran, mengapa ia sampai tertidur bersama Nagin. Buru - buru ia pergi dari kamar Nagin karena ia harus pergi kekantor.


Selama dua hari ini, Bay selalu minta tidur dikamar Nagin. Nagin pun heran dengan sikap Bay tersebut.


" Emang ga boleh? saya kan suami kamu." Jawab Bay


" Ya kan biasanya mas Bay tidur dikamar mas Bay."


" Ga ah..saya mau tidur disini. Malas kalau tidur sendiri."


" Lah biasanya kan tidur sendiri ?"


" Pokoknya saya mau disini tidur titik ga pake koma."


" Bilang aja mau dekat - dekat saya, ya kan?"


" Pede banget si kamu, Gin."


" Mas Bay? kenapa mas Bay beberapa hari ini berubah ya?"


" Berubah apanya?"


" Ya tumben aja mau tidur disini."


"Kamu tu ya? nanti kalau kamu sakit gimana ?"

__ADS_1


" Mas Bay mulai perhatian ya sama saya?"


" Ga usah ge er kamu."


" hahahaha..mas Bay malu ya?"


" Ngapaen juga malu. Uda ahh saya mau tidur."


" Hahahaha..mas Bay, uda deh ga usah jaim - jaim gitu?"


Bay menatap wajah cantik itu. Nagin masih saja seperti yang dulu. masih suka bawel. Hati Nagin ntah terbuat dari apa, padahal ia selalu menyakitinya tapi ia tetap baik kepadanya.


" Gin, kamu benci ga sama saya?


" Kenapa harus benci?"


" Saya kan uda buat kamu sakit hati , saya kan uda buat kamu menangis tapi kamu masih baik kepada saya, kamu masih perduli sama saya."


" Itulah sifat seorang istri mas Bay. Biar gimana pun mas Bay itu kepala keluarga dirumah ini. Jadi ya harus dihormati. Yang penting ga diulang lagi nyakitin nya ya? heheheheh."


" Ia deh Nagin bawel...." sambil merebahkan dirinya dikasur itu. " Gin, cari makan yok, laper hehehe.''


" Ehhmm ya uda. Mau mkn apa?"


" Nasi goreng ? mau ga?"


" Kayaknya mas Bay uda jatuh cinta bgt ya sama nasi goreng? hehehe. Jatuh cintanya sama saya kapan mas?" Tanya Nagin sambil melipat selimut kepunyaan Bay.


" Nanti - nantilah itu. Ayo buruan ntar habis nasi gorengnya."


Malam itu Nagin sangat senang sekali dengan sifat suaminya itu. Bay sedikit perhatian kepadanya, walaupun masih kelihatan kaku dan dingin." Semoga saja tidak berubah," gumam Nagin.


Nagin tahu kalau suaminya itu paling takut kalau ia sakit. Sekarang ia sudah tahu bagaimana menaklukan seorang Bay Hardinata.


Sehabis makan nasi goreng itu, Bay buru - buru merebahkan dirinya di kasur Nagin. Sepertinya memang Bay suka dikamar itu. Ia pun tertidur lelap.


Nagin menyelimutinya. Ia tahu kalau suaminya itu sudah kelelahan membersihkan rumah seharian.


Nagin berharap kebahagiaan akan menghampiri keluarganya. Dan yang paling ia impikan menjadi seorang istri adalah memiliki anak. Nagin sudah tidak tahan dengan sikap ibu - ibu kompleks yang selalu suka menanyakan kapan hamilnya.


Nagin belum berani mengatakan hal ini kepada suaminya. Ia masih takut. Biarlah Bay sendiri yang berpikir ke arah sana.


Ya, Nagin gadis desa Bayaman itu mempunyai segudang impian untuk keluarga kecilnya. Banyak masalah yang selalu menghampirinya , tapi karena dengan kesabaran Nagin, pelan - pelan Tuhan berikan.


Ya dalam hidup ini, kesabaran dan keikhlasan itu lah yang paling penting.


Apapun cobaan yang datang biarlah kita menjalaninya dengan lapang dada, sabar, ikhlas.

__ADS_1


Jalani saja peran mu dengan baik karena skenario Tuhan tidak akan pernah keliru.


__ADS_2