Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 8 " Nagin bertemu dengan Johan"


__ADS_3

" Selamat pagi, Nagin ?


" Selamat pagi juga, tuan. Tuan, sarapannya ?"


" Dikantor aja, Gin. Ntar sarapan bareng Jenni."


" Ohh gitu..!".


" Kamu mau kemana, Gin?" Tanya Bay


" Kepasar, tuan." Jawab Nagin sambil menghitung uang belanjanya


" Ya uda kita bareng aja...! " Pinta Bay


" Bareng gimana, Bay ?" Tanya Jenni. Tiba - tiba Jenni datang


" Jenni ? kok kamu....?" Tanya Bay


" Tadi nebeng bareng papa, trus kebetulan lewat sini. Ya da, singgah dehh..!" Jawab Jenni


" Ohh gitu. Ya da kita sarapan disini aja ya Jenn ? gimana ?" Ajak Bay


" Bay, kita sarapan diluar aja dong ?? ga selera, tau...!"


Bay pun mengiyakan ajakan Jenni. Bay selalu menuruti semua permintaan Jenni. Tapi, sekalipun permintaan Bay tak pernah Jenni turuti.


Nagin berjalan menyusuri jalanan kompleks. Ia hendak pergi kepasar terdekat. Ketika sampai di pintu gerbang kompleks, ia melihat ada seorang pria yang sedang memperbaiki mobilnya yang mogok .


Pria itu begitu kesulitan karena harus bolak - balik masuk keluar mobil. Nagin merasa kasihan dan menghampiri pria itu dan menanyakan apa yang terjadi.


" Maaf pak, mobilnya rusak ya..?" Tanya Nagin


Pria itu pun menjawab pertanyaan Nagin tanpa melihat wajah Nagin yang cantik itu.


" Ia, mobil saya rusak. Mana bengkel jauh lagi..!" Sambil mengotak - Atik mesin mobilnya.


" Ya uda pak, bapak tunggu disini aja ya? kayaknya ga jauh dari sini ada bengkel kok. Bentar, biar saya panggilin petugasnya. Bapak jangan pergi dulu ya ...??"


Nagin pun pergi dengan buru - burunya memanggil petugas bengkel itu. Pagi itu, bengkel yang ia maksudkan pun sudah buka. Ia pun segera memanggil dan mengajak petugas itu. Tak lupa juga petugas bengkel itu membawa beberapa peralatannya.


Sesampainya di tempat, petugas bengkel itu langsung memeriksa mobil si pria itu. Dan akhirnya, mobil itu pun selesai.


Pria itu sangat berterimakasih sekali karena Nagin telah membantunya. Dan mereka pun berkenalan.


" Mbak, terimakasih banget ya uda mau nolongin saya? Untung aja ada mbak, kalau ga ? saya ga tau harus gimana. Mana buru - buru lagi mau kekantor. Oh ya, nama mbak siapa? saya Johan mbak..! " Sambil menjabat tangan Nagin.


" Ia pak, sama - sama. Nama saya Nagin pak. Sesama manusia kan harus tolong monolong pak. Oh ya bapak mau kekantor? tapi bajunya ???"

__ADS_1


" Ia mbak, saya mau kekantor. Ia saya lupa bawa baju cadangan mbak. Kayaknya saya harus cari toko baju dekat sini biar bisa ganti. Soalnya hari ini saya ada janji dengan klien mbak."


" Ohh begitu ya....?? ya uda, gimana kalau bapak, pakai baju majikan saya aja dulu?"


" Baju majikan ???"


" Ia,vbaju majikan saya. Kayaknya pas kok kalau bapak pakai. Bapak tunggu disini ya, biar saya ambilin. Oh ya...titip keranjang belanjaan saya ya? hehehehe.....!"


Nagin berlari masuk kedalam kompleks dan buru - buru masuk kedalam rumah. Ia masuk kekamar tuannya itu dan membuka lemarinya. Ia memilih mana kemeja yang pantas untuk pria yang bernama Johan itu.


Nagin pun mengambil kemeja berlengan panjang bewarna merah maroon itu. Kemeja itu sangat wangi sekali dan ia pun membawanya.


Sesampainya di gerbang kompleks, ia menyerahkan kemeja tersebut dan ia menyuruh pak Johan itu untuk memakainya. Awalnya, Johan tidak mau, tapi Nagin selalu memaksanya. Dan akhirnya Johan mengambil kemeja tersebut.


" Nagin?? ga papa ni saya pakai kemeja majikan kamu?" Tanya Johan


" Ga papa pak. Pakai aja. Ya uda buruan kekantor pak, nanti terlambat."


" Makasih ya, Gin. Kamu uda baik banget. Saya pergi dulu ya?"


" Ia pak, hati - hati ya?"


Johan pun pergi meninggalkan Nagin. Dan Nagin pun melanjutkan perjalanannya ke pasar.


Pagi ini, Johan ada meeting dengan kliennya. Kliennya itu bernama Bay. Johan telah tiba dikantor Bay. Ia pun buru - buru mengganti kemejanya yang kotor akibat oli yang menempel di kemeja itu.


Setelah selesai persentase, Bay melihat kemeja yang digunakan Johan. Dalam benak Bay, kemeja yang digunakan Johan sama sekali mirip dengan kemeja miliknya .


Kemeja yang dibelinya dari Perancis ketika ia pergi bersama kakek dan neneknya setahun yang lalu. Tapi Bay langsung mengalihkan pemandangannya, karena ia berpikir semua orang pasti akan punya kemeja yang sama.


Setelah selesai meeting, Johan menceritakan tentang kejadian tadi pagi. Untung saja ada wanita yang menolongnya. Bay dan Johan pun sama - sama tertawa.


Setelah kejadian itu, Johan semakin memikirkan Nagin. Wanita yang baik hati dan cantik itu. Ia berharap suatu saat, ia akan bertemu kembali dengan Nagin.


Ya...Johan sudah mengetahui tempat dimana Nagin bekerja, hanya saja Johan belum mengetahui nomor rumah rumahnya.


Suatu malam, Bay dan Jenni keluar untuk makan malam. Lagi - lagi Nagin tinggal dirumah sendiri. Nagin sama sekali tidak masak. Malam itu, Nagin ingin sekali makan nasi goreng yang berada di sebrang kompleksnya.


Nagin memberanikan diri pergi keluar untuk membeli nasi goreng tersebut. Ketika hendak menyebrang jalan, Johan melihat Nagin dan ia pun memanggilnya.


Johan, yang kebetulan lewat dari jalan itu melihat Nagin. Johan pun menghampiri Nagin.


" Hai Nagin, apa kabar?" Sapa Johan


" Ehh...pak Johan. Saya kabar baik pak. Oh ya, bapak kok ada disini ?" Tanya Nagin


" Ia, tadi saya kebetulan lewat sini, Gin...!"

__ADS_1


" Ohh ya, kamu mau kemana?"


" Saya mau kesebrang pak.


Mau beli nasi goreng hehehe. Bapak mau??"


" Ga usah Gin, terimakasih. Oh ya, gimana kalau kita cari makan ditempat lain aja. Hhmmm....biar saya yang traktir. Karena kamu kan uda nolongin saya waktu itu. Gimana, kamu mau ga ?"


" Taaaa...pi?? tapi ??"


" Tapi apa, Gin? saya orang baik - baik kok, Gin. Ya da kamu naik ke mobil gihh ....!"


Mereka pun pergi mencari makan. Setelah keliling, akhirnya Johan mengajak Nagin makan disalah satu restaurant sea food. Mereka pun memasuki restaurant tersebut.


Bay dan Jenni, ternyata ada juga didalam restaurant itu. Dari kejauhan Bay melihat Johan dan Nagin. Bay pun heran dan bertanya - tanya. Mengapa mereka bisa bersama? Mereka kenal dimana? Malam itu Bay tidak fokus. Ia selalu kepikiran dengan Johan dan Nagin.


Tapi Bay orang yang selalu bisa menjaga perasaan orang lain. Ia tidak mau, kalau Johan mengetahui siapa sebenarnya Nagin.


Makan malam pun berlalu. Bay dan Jenni, mereka pulang lebih dahulu. Johan dan Nagin masih saja bercerita panjang lebar. Malam itu Johan senang sekali bisa banyak ngobrol dengan Nagin. Ternyata Nagin anak yang menyenangkan dan suka bercanda.


Tak berapa lama, mereka pun pulang. Johan mengantarkan Nagin sampai kedalam kompleks. Ternyata Bay sudah menunggu didalam. Johan sama sekali belum mengetahui, jika itu adalah rumah Bay. Nagin pun turun dari mobil Johan. Dan Johan pun pergi meninggalkan kompleks itu.


" Jalan bareng siapa, Gin? asyik ya pakai mobil segala lagi...!"


" Ohh ia, tuan. Itu teman baru saya. Tadi saya diajak makan ."


" Teman baru ?? teman baru dari mana? sejak kapan kamu punya teman baru ?"


" Maaf tuan. Ehh tuan, lucu juga ya, biasanya kan saya yang nungguin tuan pulang. Sekarang jadi majikan ya, yang nungguin pembantunya pulang, hahaahahaa...!" Ejek Nagin kepada tuannya itu.


" Ketawa lagiiiii....! itu ketawanya ga bisa dikecilin? uda malam, Gin. Malu - maluin aja. Siapa juga yang nungguin kamu pulang?" Jawab Bay sambil merebah dirinya ke sofa.


" Hahahaha bilang aja tuan cemburu, ia kan? hahahaha....!" Ejek Nagin lagi.


" Idihhhhh.....!! Pede amat. Siapa juga yang cemburu ? " Sambil mengambil bantal sofa itu.


" Buktinya, tadi tuan ngintip dari jendela? saya lihat kok, hahahahah...!!" Tanya Nagin sambil mendekati tuannya itu.


" Orang lain kali tu...! enak aja nuduh orang." Jawab Bay sambil memainkan ponselnya.


" Yeeeee...., malu ya karna ketahuan. Hahahahahaha...!"


" Nagin bawel...!! uda cukup bercandanya, tutup tu pintu. "


Nagin berhasil membuat tuannya itu marah. Bay sedikit kesel melihat sikap Nagin. Wajah Bay sedikit memerah karena habis diledek Nagin.


Apakah Bay cemburu melihat Nagin ?? ntahlah....kita lihat saja nanti...😄

__ADS_1


__ADS_2