Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 35 " Ultah Kantor


__ADS_3

Setahun kemudian....


Hari ini perusahaan Bay Hardinata, ulang tahun yang ke 30. Semua para pegawai minta dirayakan atas ulang tahun tersebut.


Selain sukses, perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor itu juga sangat maju.


Sering kali perusahaan itu menang tender proyek. Sehingga membuat perusahaan itu sangat dikagumi orang. Bay sangat ahli dalam masalah proyek.


Sore hari, Nagin sedang membersihkan ruang kerja Bay. Ia melihat ada undangan ulang tahun kantor. Nagin membacanya. "Acaranya nanti malam". Gumamnya.


Tak berapa lama, Bay datang keruangan itu. Dan ia duduk di meja kerjanya.


" Mas, kantor ulang tahun hari ini ya?" tanya Nagin .


" Ehhmm...." Jawab Bay dengan sedikit ketus.


" Selamat ya mas, semoga perusahaan kamu semakin maju."


" Ya, makasih. Ntar malam kamu ikut...! "


" Tapi?.."


" Pakai gaun mama aja." Ucap Bay


Ya Bay sampai sekarang tahu permasalahan Nagin jika diajak ke sebuah acara, masalah pakaian.


Pria berhati dingin itu tidak pernah lagi membelikan Nagin gaun pesta. Ya, setelah mereka menikah semua sangat berubah.


Malam hari pun tiba. Mereka sudah siap - siap akan berangkat. Tidak ada saling sapa, senyum diantara mereka. Tidak seperti dulu, Bay atau Nagin jika bepergian bersama pasti selalu sapa, senyum dan bercanda.


Tibalah mereka disebuah hotel berbintang 5. Ulang tahun kantor itu dirayakan disana. Bay memilih acara tersebut dilakukan di outdoor. Tempat tersebut sudah dihiasi banyak pernak pernik ulang tahun. Begitu juga cakenya sangat indah sekali.


Semua memberikan selamat kepada Bay dan Nagin. Nagin selalu memberikan senyumannya buat para pegawai kantor itu. Semua pun terkesima melihat penampilan Nagin. Malam itu Nagin sangat cantik sekali.


Dipingiran kolam renang, lilin dinyalakan sehingga membuat suasana menjadi indah. Ada alunan musik juga. Andre lah yang memainkan peran disana.


Acara pun dimulai. Bay maju ke depan hendak tiup lilin. Tapi ia sama sekali tidak mengajak Nagin untuk ada disampingnya. Nagin hanya terdiam, dan ia berdiri di sudut tempat.

__ADS_1


Sama sekali tidak ada diwajah Nagin cemberut. Karena ia tahu ini acara kantor.


" Oh ya, sebelum kita tiup lilinnya, ada baiknya kita tunggu seseorang ya? beliau adalah klien terdekat kita. Dari perusahaan Jaya Kontruksi. Nah itu dia..uda datang aja." Ucap Bay sambil memberikan senyumnya pada Nadine.


Nadine adalah pemilik perusahaan Jaya kontruksi. Klien yang selalu bekerja sama dengan perusahaan Bay. Akhir - akhir ini mereka memang sangat dekat.


Semua bertepuk tangan, kecuali Lisa. Lisa langsung melihat Nagin. Ia sangat kasihan melihat istri atasannya itu. Mengapa harus Nadine yang berada di samping Bay, kenapa tidak Nagin? ya itulah yang menjadi pertanyaannya.


Nadine dan Bay sama - sama berdiri, dan mereka lah yang megang kendali diacara tersebut. Karena Nagin tidak ada temannya, Lisa pun menghampirinya. Karena Lisa sudah kenal betul dengan Nagin.


Acara tiup lilin pun selesai. Semua mengucapkan selamat kepada Bay. Tak sedikit pun hati Bay melihat Nagin yang sendirian.


Nagin tidak dianggap sama sekali, ia pun mau pulang meninggalkan tempat itu. Ketika melewati kolam renang, ia terpeleset. Karena tepi kolam yang licin.


Nagin pun masuk ke kolam itu. Semua orang melihatnya. Ada sebagian yang tertawa, tersenyum, dan kasihan. Bay sama sekali tidak perduli dengan masuknya Nagin ke kolam renang itu.


Semua orang hanya melihatnya tak ada satu pun mau menolongnya. Nagin wanita yang pintar berenang, ia pun menepi.


Gaun dan sepatunya basah. Ia hanya bisa menunduk dan malu. Ia tidak mau menganggu Bay dan Nadine. Tapi Nadine selalu saja senyum - senyum melihat istri Bay itu.


" Mbak Nagin??" Panggil Lisa


Tapi Nagin langsung lari keluar. Semua orang melihat gaun Nagin sudah basah. Semua menertawakannya.


Di tepi jalan ia masih saja menangis. Ia menunggu taxi. Ketika menunggu taxi, Kevin melihatnya. Dan ia pun menepikan mobilnya.


" Nagin ?? apa yang kamu lakukan disini? mengapa baju mu basah? apa yang terjadi? "Tanya Kevin dengan sangat cemasnya.


Nagin melihat Kevin. Ia pun kembali menangis. Ingin rasanya ia memeluk Kevin menceritakan semua masalah yang dihadapinya. Tiba - tiba saja, keluar seorang wanita. Ya wanita cantik itu adalah calon istri Kevin.


Kevin memberitahukan siapa wanita itu. Dan wanita cantik itu pun tersenyum melihat keadaan Nagin yang sedang basah kuyub itu.


" Gin, maaf ya saya ga bisa antarkan kamu pulang,saya dan Siska mau kesebuah acara.Kita sudah terlambat. Ga papa ya, Gin?Kamu hati - hati dijalan ya? mas pergi dulu ya?" Ucap Kevin


Kevin dan Siska pun meninggalkan Nagin. Ia masih saja berdiri menunggu taxi. Nagin sudah sangat kedinginan. Taxi pun tiba, Nagin pun pulang.


Nagin buru - buru masuk kerumah. Pak Jo sangat heran mengapa Nagin basah kuyub begitu.

__ADS_1


Nagin membersihkan dirinya. Ia selalu menangis. Tega sekali Bay, tidak ada sama sekali ia menolong istrinya itu.


Pukul 11.30 Bay pun tiba dirumah. Ia biasa saja seperti tidak ada masalah. Ia sama sekali tidak memperdulikan Nagin. Ia pun langsung masuk kekamarnya.


Ada kecurigaan dalam pikiran Kevin. Mengapa Nagin bisa sampai seperti itu. Tengah malam Kevin menelpon Nagin. Kevin menanyakan bagaimana hubungannya dengan Bay.


Nagin wanita yang sabar itu tidak memberitahukan sifat Bay. Ia menutupi kelakuan Bay terhadapnya. Ia mengatakan jika keluarganya baik - baik saja.


Tapi Kevin tahu, kalau Nagin itu berbohong. Kevin merasa bersalah telah menyerahkan tunangannya itu kepada Bay.


Ia tidak menyangka Bay tega berbuat seperti ini. Padahal dulu Bay sangat sayang pada Nagin. Apakah Bay ingin balas dendam ? ya itulah yang selalu ada dalam benak Kevin.


Pagi harinya, dimeja makan tidak ada sarapan. Semua kosong. Hari ini hari Minggu, Bay keluar karena ia merasa lapar. Ia melihat tak ada Nagin disana. Meja makan pun kosong. Ia membuka kulkas, isi kulkas pun kosong juga.


Bay menghampiri kamar Nagin. Ia mengetuk kamar itu sangat kencang sekali. Tapi Nagin tidak membukanya. Bay mencoba membukanya tapi kamar itu dikunci.


Ia mengetuk kamar itu lagi. Lagi - lagi Nagin tidak membukanya. Ia pun mencari alat agar pintu itu bisa dibuka.


Pintu kamar Nagin pun akhirnya terbuka. Ia melihat Nagin tertidur pulas. Wajahnya sangat pucat. Bay mencoba membangunkan Nagin. Ia memegang tubuhnya, tubuhnya Nagin sangat panas sekali. Karena ia lama memakai gaunnya yang basah itu. Bay tidak perduli Nagin itu sakit.


Ntahlah, ntah apa yang merasuki Bay sehingga ia menjadi dingin, kasar dan tidak ada perdulinya kepada Nagin.


" Nagin bangun, mengapa tidak ada sarapan? Nagin bangun dong..!"


Bay selalu saja membangunkan Nagin. Padahal wajah Nagin sudah sangat pucat. Tapi ia tidak perduli.


" Nagin bangun, ayo buatin sarapan. Kamu belanja kek. Buruan Nagin...!"


Nagin pun mendengar suara Bay. Pelan - pelan ia membuka matanya.


" Saya sakit mas Bay, kepala saya sakit sekali.."


" Ahh kamu ini bikin alasan aja, buruan deh saya laper..."


Sungguh tega sekali hati Bay. Tidak ada rasa kasihan nya kepada Nagin.


Padahal Nagin sudah sangat lemas. Dengan wajah yang pucat, lemas dan kepala yang sakit, Nagin pun terpaksa membuatkan sarapan untuk suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2