Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 64 " Eropa Membawa Berkah "


__ADS_3

Tok..tok..tok..!


Pintu kamar itu pun di ketuk nenek Bay. Bay membuka pintu kamar tersebut.


" Ya, nek."


" Nagin sedang apa, Bay?"


" Ehhmm itu, nek. Nagin sedang ???"


Nenek Bay langsung nyelonong masuk kekamar itu. Ia mendapati Nagin sedang sibuk menutupi lehernya dengan kain syal.


" Nak, kamu ga papa kan?"


" Ga nek, saya ga papa kok." Nagin tersenyum malu pada nenek Bay.


Nagin langsung melirik Bay, suaminya itu. Ini semua ulah suaminya sehingga Nagin malu untuk keluar kamar.


" Kalau kalian bosan, kalian bisa pergi jalan - jalan, nak. Kalau kalian mau, bisa diantar sopir kok."


" Ga usah nek, lagian saya kurang enak badan, nek." Balas Bay.


" Kamu sakit ya nak? mau ke dokter?"


" Ga usah, nek. Ntar istirahat aja uda sembuh kok."


Nenek Bay pun keluar dari kamar dan meninggalkan mereka.


" Kenapa harus bohong, mas?" Tanya Nagin.


" Kamu mau keluar kamar dalam keadaan begitu ?" Balas Bay sambil menutup pintu kamar itu.


" Ini kan salah mas Bay..!" Ucap Nagin sambil memonyongkan bibirnya.


" Hahaha, ia maaf deh. Uda jangan ngambek lagi, haram hukumnya...!"


Seharian Nagin hanya didalam kamar saja. Ia tak mau keluar. Ia malu pada seisi rumah. Mau tak mau, Bay lah yang harus mondar mandir keluar kamar untuk mengambil makanan atau minuman.


Malam berganti malam, tak terasa mereka pun sudah 2 hari berada di negeri singa itu.


" Nak, kalau ada waktu lagi, datanglah kalian ke sini ya?" Ucap kakek Bay.


"Ia, kek. Kakek dan nenek, jaga kesehatan ya?" Balas Bay sambil memeluk kakek dan neneknya.


" Nagin, semoga kamu cepat hamil ya, nak..! jangan capek - capek kerja dulu. Banyak istirahat ya, sayang..!"


" Ia, nek. Makasih ya nek. Nenek juga jaga kesehatan ya...!"


Bay dan Nagin pun meninggalkan kawasan perumahan itu. Mereka pun menuju bandara Changi Singapura.


Tepat pukul 10.15 pesawat yang mereka tumpangi pun take off menuju kota Jakarta.


Perasaan pun lega, ketika pesawat yang membawa mereka tiba di kota Jakarta itu. Mereka selamat sampai tujuan.


Pak Jo, sudah sedari tadi menunggu majikannya itu.


" Selamat siang, pak Bay dan bu Nagin..!" Ucap Pak Jo.


" Siang pak. Gimana kabarnya, sehat?" Tanya Bay.


" Sehat pak. Kantongnya aja yang kurang sehat pak, hehehe...!"

__ADS_1


" Ehhmm, kebiasaan pak Jo kalau ditanya kabar , pasti jawabannya ya gitu." Ucap Bay lagi.


" Hehehehe, maaf pak. Mari pak silahkan naik pak, bu." Ucap pak Jo lagi.


Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan bandara tersebut. Tibalah mereka dirumah. Bay dan Nagin sudah sangat merindukan suasana rumah mereka.


Begitu memasuki rumah, Bay dan Nagin terpukau akan kebersihan rumah tersebut.


" Makasih ya, pak. Keadaan rumah baik - baik aja." Ucap Nagin.


" Sama - sama, bu Nagin."


" Oh ya pak, ini ada oleh - oleh buat bapak, semoga bapak suka ya..!" Sambil menyerahkan sebuah bungkusan buat pak Jo.


Begitu juga Lisa, Andre dan teman - teman dikantor, semua mendapatkan bagiannya masing - masing. Bayu, Andi dan Iko juga, mereka pun mendapatkan oleh - oleh dari bunda kesayangannya, Nagin.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Bay dan Nagin melakukan aktivitas seperti biasanya. Nagin kembali menerima pesanan cake.


Ketika ia berbelanja bahan, tiba - tiba saja kepalanya sangat pusing. Ia tak tahan lagi untuk melanjutkan perjalanannya.


Perutnya mual, apalagi mencium aroma pasar tradisional itu, semakin mual dan mual. Ia pun kembali pulang kerumah.


Sesampainya dirumah, ia merebah kan dirinya. Perutnya semakin lain. Ia mengingat - ingat kalau bulan ini, ia belum juga datang bulan. Sudah hampir dua minggu, ia telat.


Nagin memberanikan dirinya mengambil test pack. Ia membuka nakas dikamar itu, lalu ia pergi kekamar mandi.


Betapa terkejutnya ia, ketika melihat hasil dari test pack itu, garis dua. Ia menangis sejadi - jadinya. Tak henti - hentinya ia mengucap syukur. Percaya tidak percaya, tapi ini adalah kenyataan.


Ingin rasanya ia segera memberitahukan suaminya itu, tapi rasanya tidak akan menjadi surprise, jika diberitahukan sekarang.


Hasil test pack itu ia bersihkan, lalu ia masukan ke dalam sebuah amplop, lalu amplop itu kembali ia masukan ke dalam sebuah kotak yang berukuran kecil.


Tepat pukul 18.30 Bay pulang dari kantor. Kali ini ia telat dikarenakan ada pekerjaan yang harus diselesaikan .


" Mas Bay sudah pulang?"


" Ia, sayang." Nagin segera mengambil tas kantor dan jasnya itu. Wajah Bay sedikit lelah, karena harus menyelesaikan banyak pekerjaan.


" Mas..!"


" Ya."


" Ada yang mau saya omongin."


" Omongin apa?"


" Tapi selesai makan malam aja ya..!"


"Selesai makan malam ? ga bisa sekarang ?"


" Ga mas. Mandi dulu, habis tu kita makan malam."


" Oke deh. Saya mandi dulu ya...!" Bay ingin mencium kening istrinya itu, tapi buru - buru Nagin mengelak.


" Belum mandi, masih bau, hehehe..!"


Nagin hanya bisa tersenyum dan Bay sedikit kecewa.


Bay pergi meniggalkan Nagin dan memasuki kamar. Selesai mandi dan mereka pun makan malam. Bay sudah tak sabar ingin mendengar kabar dari Nagin, istrinya itu. Selesai makan malam, Nagin memberikan sebuah kotak kecil itu kepada suaminya.


" Ini mas." Sambil menyerahkan kotak tersebut. Senyum manis Nagin pun semakin membuat penasaran suaminya itu.

__ADS_1


" Ini apa?"


"Ya, mas buka aja...!"


" Hahaha, jadi penasaran nih..!"


" Ya uda buka aja. Mas akan tahu isinya apa." Kembali Nagin tersenyum .


Bay menggoyangkan kotak tersebut.


" Sepertinya ringan, ya...!"


" Ya uda buka aja mas."


Bay membuka kotak yang dibungkus dengan kertas kado itu. Pelan - pelan ia buka, ia sangat takut kalau kotak itu rusak. Setelah dibuka, ia menemukan sebuah amplop.


" Ada amplop lagi..!"


" Ayo buka mas."


Perlahan Bay membuka amplop itu. Ketika amplop tersebut sudah terbuka, ia sangat heran ,ada test pack dalam benaknya.


" Test Pack? test pack siapa nih, sayang?" Tanya Bay sambil mengambil test pack itu.


Nagin kembali tersenyum.


" Garis dua? test packnya garis dua? ini punya kamu, sayang?" Tanya Bay masih saja kebingungan.


Nagin tersenyum dan sambil menganggukan kepalanya.


" Kamu hamil?"


" Ia mas Bay, saya hamil."


" Serius sayang? kamu hamil ?"


Bay langsung bangkit dari tempat duduknya dan ia pun langsung menghampiri perut Nagin. Matanya mulai berkaca - kaca, ia sungguh tak percaya.


" Ia, mas. Ini anak kamu. Tuhan uda kabulkan doa kita mas, Bay...!" Sambil memegang tangan suaminya itu dan mengarahkan tangan Bay ke perutnya.


" Hahahaha, saya akan punya anak, sayang. Bay junior akan segera hadir. Itu artinya, saya akan menjadi papa, sayang...!"


Ia langsung memeluk istrinya itu. Bay seperti orang yang sedang memenangkan sebuah pertandingan, begitu bahagia sekali.


" Hehehehe, ia mas. Uda mas, peluknya jangan kenceng - kenceng, remuk badan saya, mas."


Bay pun melepaskan pelukannya itu. Kembali ia mengelus perut istrinya itu. Ia selalu menciumi perut Nagin, tak henti - hentinya, ia selalu mengucap doa pada Tuhan, buat keajaiban ini.


" Hallo sayang, ini papa, nak. Baik - baik didalam perut mama ya, nak...!Ucap Bay pada perut istrinya itu. Dan kembali mencium perut istrinya itu.


Air mata Nagin pun mengalir. Ia teringat waktu dulu, ketika suaminya itu mengetahui kalau ia hamil, betapa bahagianya dulu ia, tapi karena kejadian itu, kebahagiaan itu hilang begitu saja.


"Sayang , kamu harus bisa menjaganya, kamu jangan terlalu capek dulu, masalah rumah, saya akan suruh pak Jo untuk mencarikan ART." Titah Bay.


" Ia mas." Nagin tersenyum.


" Ini sudah malam, besok aja kita periksa kandungan kamu ke dokter ya? supaya dokter segera kasih vitamin buat kamu."


" Ia mas Bay, besok kita akan pergi. Sekarang habisin dong makanannya..!"


" Hehehehe, ia sayang." Kembali Bay memegang perut istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2