Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 6 " Pertemuan Nagin Dengan Mooly "


__ADS_3

Siang itu cuaca sangat terik. Setelah selesai makan siang, Nagin dan Bay pergi ke rumah sakit, dimana Bay pernah menjalani rawat inap.


Mereka pun memasuki ruang informasi. Bay langsung mendaftarkan dirinya ke poli penyakit dalam . Petugas informasi itu meminta KTP dan kartu berobat Bay. Bay pun mengeluarkan kartu - kartu tersebut. Setelah petugas informasi itu mencatat, lalu Bay diberikan nomor antrian. Dan petugas informasi itu mempersilahkan Bay dan Nagin untuk menunggu.


Tak berapa lama, tibalah giliran nomor antrian Bay. Bay dan Nagin pun memasuki ruangan poli penyakit dalam. Disana sudah ada seorang perawat dan Dokter Bram. Dokter itu pun mempersilahkan Bay dan Nagin untuk duduk. Setelah berbincang - bincang, dokter itu pun menyuruh Bay untuk berbaring. Dokter itu mengeluarkan dan memakai stetoskopnya. Dokter itu memeriksa perut dan dada Bay. Dokter Bram hanya menganggukkan kepalanya. Ntah apa maksudnya.


Setelah pemeriksaan selesai, dokter Bram menyuruh Bay dan Nagin untuk duduk kembali. Bay sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi padanya. Karena Nagin hanya mengatakan jika ia hanya menderita asam lambung.


Dokter pun menjelaskan penyakit Bay sebenarnya. Dan kali ini dokter itu tidak menemukan hal yang aneh lagi dalam lambung Bay. Kata dokter itu, lambung Bay sudah mulai sehat. Bay yang dari awal sudah cemas, dan akhirnya ia bisa tenang. Begitu juga Nagin, ia merasa bersalah sekali karena telah menyembunyikan hal ini dari Bay, Tuannya itu.


" Pak Bay...saran saya Bapak harus banyak istirahat ya... makan tepat waktu, pola makannya harus tetap dijaga, jangan makan yang pedas - pedas dulu ya Pak...Oh ya..untuk obatnya saya akan tetap berikan ya, agar Pak Bay semakin sehat, saya juga memberikan vitamin. Tolong vitamin dan obatnya dihabiskan ya Pak...!!".


" Oke dokter. Oh ya dokter.., apakah sakit saya ini parah ??"


" Sebenarnya ga parah kalau Pak Bay rutin meminum obatnya dan bisa menjaga pola makan dengan baik. Bapak tetap jaga kesehatan ya..karena ini masalah lambung Pak...!!".


" Oke dokter...terimakasih ya..!"


Bay dan Nagin pun pergi meninggalkan ruangan itu.


" Tuan Bay....dengar kata dokter kan? Tuan itu harus menjaga pola makannya, harus jaga kesehatan juga. Makanya, kalau pagi itu biasakan sarapan, trus jangan suka makan diluar. Itu -t u...makan - makan yang aneh - aneh itu..apa sih namanya Tuan ? saya lupa ??"


" Itu tu - tu apa ? ga usah pake dimonyongin tu bibirnya, biasa aja kalau ngomong?? bawell banget si kamu, Gin..!.


" Hahahahaha...Ia...ia...maaf dehh Tuan."


Setibanya diparkiran, Mooly melihat Nagin. Mooly bertanya - tanya, siapa pria tampan yang bersama Nagin itu. Apakah ia suami Nagin? Mooly pun memberanikan diri memanggil Nagin.


" Hei Nagin....?sedang apa kamu disini? itu suami kamu?, kamu sudah menikah ya?"


" Mbak Mooly...?


" Ia....ini saya Mooly..? masih ingatkan ?


" Hehehehe..ya mbak...saya masih ingat. Mbak apa kabar ? Mbak sedang apa disini? apakah anak - anak sakit Mbak ?"


" Banyak banget pertanyaan kamu? kayak wartawan aja...saya mau kontrol ke Dokter Obgyn ".


" Obgyn itu apa to Mbak...? "


" Ahhhh... kamu ini, bego masih aja dipelihara...Obgyn itu Dokter Kandungan ".


" Mbak Mooly hamil lagi ya? wahhh....Jason dan Jesi akan punya adek ya Mbak ?? saya senang dengarnya Mbak...! Oh ya Mbak, Bibi Mia uda tau belum ?"


" Ehhh Nagin..ribut amat sihh jadi orang? Sakit pala dengarnya. Kamu tu ya, ga berubah dari dulu ".


" Berubah gimana Mbak..??"


" Ahh..sudahlah Gin...!!


" Ohh ya mbak.., anak - anak sehatkan ? titip salam ya mbak buat anak - anak dirumah ".


" Anak - anak saya ga butuh salam kamu Gin..!


" Ohh begitu ya mbak...! Maaf...! saya kangen Jason dan Jesi Mbak...!


" Ia ntar saya sampein ke mereka. Bawellll.....!!


" Makasih ya Mbak heheheh...!

__ADS_1


" Dia siapa Gin ?"


" Ohh...Itu Tuan Bay, Mbak. Beliau majikan baru saya....!


" Hahahaha....Naginn...Nagin...saya pikir kamu setelah keluar dari rumah saya, kamu bakalan dapat kerja yang lebih baik lagi. Nyata nya??? sama aja. Babu ya tetap aja babu..jangan pernah ngimpi kamu Gin..kamu bakalan bisa hidup enak...!"


" Ia mbak..makasih ya mbak...ohh ya saya pergi dulu ya Mbak...salam buat keluarga ya mbak...!!"


" Ogah....!"


" Ya Uda Mbak...kalau ga mau sampein. Makasih Mbak...!!


Nagin perlahan meninggalkan Mooly. Ia menangis. Mbak Mooly ternyata masih benci melihat Nagin. Padahal dulu ia sudah minta maaf. Mbak Mooly sama aja kayak Ibunya, Bibi Mia. Nagin menyeka air mata yang membasahi pipinya. Ia tak mau Tuannya itu melihat kesedihan Nagin.


Bay sedikit mendengar percakapan mereka berdua. Tapi Bay bisa menahan amarahnya. Karena ia tak tega jika Nagin dihina terus oleh Mooly.


" Gin...ayok masuk...!!


Nagin pun masuk kedalam mobil, wajahnya masih saja muram. Ia diam. Sesekali ia melihat ke arah luar. Bay memperhatikan Nagin.


" Gin....Uda dong jangan cemberut aja ."


" Hhhhmm..saya ga cemberut kok, saya baik - baik aja Tuan...!


" Yakin ga cemberut ? itu wajah cantiknya kok agak lain ??"


" Lain gimana ??"


" Ya lain aja....hehehehe..!. Gin...pengen makan sate ni...!


" Tuan pengen makan sate ?mau perutnya sakit lagi?"


" Dikit doang, Gin. Hahahahaha ternyata aslinya Nagin itu judes ya ? hahahahah...."


Bay selalu menggoda Nagin. Mata pria tampan itu selalu melihat wanita cantik itu. Ternyata pembantunya itu sangatlah mempesona.


******


Hari - hari pun berlalu. Nagin dan Bay semakin kompak saja. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Tak ada rasa canggung lagi diantara mereka. Saat dikantor pun, Bay selalu mengingat wajah Nagin. Wajah gadis desa itu selau membuat Bay kangen dan ingin cepat - cepat pulang kerumah. Sekretarisnya yang bernama Lisa pun terkadang tak habis pikir melihat tingkah atasannya itu. Jangankan Lisa, para pegawai yang lain pun merasakan hal yang sama. Ada hal yang aneh pada atasan mereka. Lisa dan para pegawai yang lainnya tidak mengetahui, kalau yang ada dipikiran Bay itu adalah Nagin, asisten rumah tangganya. Nagin telah membuat hari - hari Bay menjadi lebih berarti.


" Lis...tolong keruangan saya ya...!!"


" Baik Pak...!!". Tak berapa lama, Lisa sekretarisnya itu pun datang.


" Ia Pak...ada yang bisa saya bantu Pak ?". Tanya Lisa penasaran .


" Ohh ya Lis...saya minta tolong sama kamu, kamu belikan beberapa gaun yang bagus ya ? warnanya jangan norak - norak bangetlah, terus peralatan make up dan tas wanita yang bagus juga. Kamu mau kan??"


" Untuk siapa Pak..?bukan untuk Bapak kan? hehehehe...


" Ya elahhh Lisa...? ya bukanlah. Ini untuk seseorang Lis. Kamu tau ga..wanita yang saya maksud itu, dia baik sekali Lis, hanya saja penampilannya...???".


Bay tidak melanjutkan percakapannya itu. Ia diam dan sedikit sedih karena wanita yang ia maksud kurang beruntung. Dan ia pun melanjutkan percakapannya kembali.


" Saya mau dia bisa menjadi wanita seperti wanita pada umumnya. Punya baju yang layak, rapi. Karena saya tau, dia wanita yang baik hati."


" Pak, kok saya jadi ikutan sedih ya Pak? Siapa orang itu Pak ?" tanya Lisa penasaran.


" Kamu mau tau aja urusan orang.. Ya Uda buruan pergi...!"

__ADS_1


" Baik Pak...! Uangnya Pak?? masa ngutang??hahahaha".


" Ini Lis....kamu pake debit card aja ". Sambil menyerahkan kartu tersebut.


" Ga ada uang minumnya ini Pak? heheheh..!


" Bawa minum sendiri aja Lis, biar hemat hahahahah...!"


" Hahahahahahaha...! Lisa pun tertawa lepas melihat boss nya itu.


"Uda buruan pergi, ga usah ketawa ?"


Lisa pun pergi meninggalkan ruangan itu.


Barang yang diinginkan Bay pun akhirnya tiba. Lisa menyerahkan pesanan itu kepada Bay, atasannya. Lisa masih saja bertanya - tanya, siapa wanita yang dimaksud bos nya itu. Selama ini, ia tak pernah melihat bosnya itu jalan dengan wanita lain. Apalagi datang kekantor. Yang ia tahu, wanita yang sering datang kekantor hanya Nagin. Nagin....ya Nagin...asisten rumah tangga bos nya itu. Lisa pun kepikiran apakah Nagin wanita yang dimaksudkan bos nya itu? ahhh tidak mungkin...Bos nya menyukai seorang asisten rumah tangganya..


Pukul 16.00 wib, Bay langsung merapikan beberapa berkas yang ada di mejanya dan buru - buru pulang kerumah.


" Kok tumben ya Pak Bay cepat pulang ? " Tanya Andre penasaran .


" Ia ya...ada yang aneh sama Pak Bay. Ahh sudahlah ntar juga kita pada tau kok, siapa wanita yang berhasil mencuri hati Pak Bay. "


Ya sore itu, suasana kantor pun jadi ricuh, para pegawai jadi saling menggibah satu sama lain.


Bay buru - buru menghidupkan mesin mobilnya dan ia pun pergi meninggalkan kantor tersebut. Ia mendatangi ke kantor ekspedisi. Ia mau mengirimkan sebuah paket yang tak lain adalah barang - barang yang dibeli oleh Lisa. Paket itu ia tujukan untuk Nagin. Ya..Bay melakukan ini agar Nagin bisa merubah penampilannya lebih baik lagi. Bay tak mau secara langsung memberikannya, karena ia mau menjaga perasaan Nagin. Ia tak mau, kalau Nagin menjadi malu karena penampilannya kurang dimata Tuannya itu. Selesai menyerahkan paket itu, ia pun pulang kerumah.


Ketika dilampu merah, ia melihat Jenni. Bay buru - buru menepikan mobilnya, ia pun mencari tempat yang aman untuk parkir mobilnya.


" Jennn....sedang apa disini?"


" Bay...? untung aja kamu ada disini. Mobil saya mogok Bay..!, bantu dong ??dari tadi saya muter - muter cari bengkel, ga nemu Bay."


" Ya ialah ga nemu bengkelnya, kamu aja cari bengkelnya dilampu merah hehehehe....!!".


" Bay...??? kamu uda suka ngejek sekarang ya?"


" Hahahaha..maaf. Ohh ya mana mobilnya? biar saya check dulu...!"


" Ya da... yok kita kesebrang jalan sana. Mobilnya ada disana Bay.."


Bay dan Jenni pun pergi. Bay membuka kap mobil itu, dan ia melihat bahwa dinamo ampere nya tidak berfungsi.


" Kamu ga pernah bawa service ni mobil ya ? ". Tanya Bay sambil memeriksa yang lainnya.


" Biasanya Pak Ali si ??" Jawab Jenni datar.


" Ya elahh Jenni, jangan ngarepin Pak Ali mulu, sekali - sekali kamu yang bawa, biar kamu tau kesehatan mobil kamu, jangan taunya makek doang..!".


" Ia..ia..Bay..buruan dong perbaiki ."


" Ia...uda selesai ni...!


" Makasih ya Bay. Untung aja ada kamu. Oh ya..sebagai balasannya, gimana kalau ntar malam kita makan malam diluar. Saya yang traktir. Kamu mau ya??ayo dong..mau ya???mau ya???"


" Hahahaha ia...! saya mau...!! ya da nanti kabari aja, dimana tempatnya, trus jam berapa."


" Oh ya Bay..maaf ya waktu kamu sakit, saya ga bisa lihat kamu. Kamu tau kan, butik saya ada dimana - mana, saya harus check satu persatu. Hhmmm...maaf ya Bay..tapi kamu Uda sehatkan? kamu ga marah kah?"


" Santai aja kali Jen. Ga papa kok, lagian saya uda sembuh Jen. Ya da kita pulang ya, hari uda makin sore".

__ADS_1


" Ia Bay..makasih banyak ya Bay...nanti saya telpon ya...!!


Bay dan Jenni pun pulang kerumah masing - masing.


__ADS_2