
Hari berganti hari, bulan pun berganti bulan. Bay tidak pernah lelah terus mencari pekerjaannya. Walaupun terkena panas sinar matahari yang membakar wajah tampannya.
Suatu pagi, Bay lagi malas - malasan di kamar kontrakan itu. Tiba - tiba saja ponselnya berdering. Nagin yang ketika itu sedang menjahit sebuah kemeja yang koyak, mengingatkan agar ponsel itu secepatnya diangkat, siapa tau panggilan dari pekerjaan.
Bay pun mengangkatnya. Dan bener saja, sebuah perusahaan bergerak dibidang kontraktor itu menelpon Bay.
Bay awalnya tidak percaya, akhirnya ia memastikan, jika perusahaan itu pernah ia coba menjatuhkan lamarannya.
Pimpinan perusahaan itu pun meminta Bay untuk segera datang kekantor. Ia pun memberitahukannya kepada Nagin. Dan Nagin pun membantu Bay mempersiapkan segala sesuatunya.
Bay pun berpamitan kepada Nagin. Nagin memberikan beberapa lembar uang agar Bay bisa naik taxi agar Bay tidak terlambat.
Bay pun langsung memasuki ruang pimpinan perusahaan tersebut. Begitu bertemu dengan pimpinannya, Bay sangat terkejut, ternyata beliau adalah sahabat papanya. Ya..nama pimpinannya itu adalah Pak Bambang.
Mereka pun langsung akrab. Pak Bambang langsung menerima Bay bekerja di perusahaan tersebut dengan jabatan sebagai Project Manager.
Sudah tak sabar rasanya ia ingin memberitahukan kepada Nagin.
Ketika ia hendak memesan taxi, ia bertemu dengan Johan. Bagaimanapun dulu sikap Johan terhadap Bay, tapi Bay tetap saja menyapanya. Ahh Bay kamu baik sekali si hehehe ( Puji Author )
" Hai Jo ? apa kabarnya ?" Tanya Bay sambil memberi salam kepada Johan
" Bay ?? ehhmm saya baik. Kamu gimana? oh ya gimana dengan kesehatan kamu? ehhmm.. ada urusan apa kamu dikantor ini?" Tanya Johan dengan sedikit menggaruk kepalanya
" Mulai besok saya akan kerja disini Jo...!" Jawab Bay
" Apa ? kerja disni?" Tanya Johan dengan terkejutnya
" Oke ya Jo, taxinya uda datang. Saya cabut dulu..!"
Bay pun pergi meninggalkan Johan. Johan masih saja bertanya - tanya mengenai keadaan Bay. ia tidak percaya Bay yang dulu terbaring akibat kanker kini ia kembali sehat dan bugar.
__ADS_1
" Ini tidak bisa dibiarkan, Bay orang yang pintar. Semua proyek bisa lolos ditangan dia. Apalagi ini perusahaan besar. Dia adalah saingan terberat ...." Gumam Johan.
Malam hari pun tiba. Bay menceritakan semuanya. Tapi Nagin tampak sedih. Tuannya itu akan kembali bekerja. Ia mulai takut jika Tuannya itu makan sembarangan lagi.
" Gin, kamu kenapa?"
" Ga papa mas."
" Nagin kalau ngambek cantik dehh....!"
Tapi kali ini tak ada reaksinya, senyum manisnya pun tidak ada. Bay sangat tahu wanita yang dihadapannya ini, pasti ia akan memikirkan kesehatannya.
Bay langsung memeluknya. Ia mendekapnya. Dan mencium keningnya.
" Mas janji, mas akan jaga kesehatan, kamu ga usah cemas ya?"
" Bener ya mas Bay?"
" Ia Nagin bawel...." Sambil menyubit pipi Nagin..
Mereka pun tertawa lepas. Bay memeluknya kembali.
Mentari tidak pernah lupa membawa sinarnya, seperti Dia yang tidak pernah lupa memberikan nikmat dan keberkahannya.
Ya hari ini adalah hari pertama Bay bekerja. Pria bertubuh tinggi itu, sudah rapi dan seperti biasa, Nagin telah menyiapkan sarapannya. Pagi ini Bay sarapan dengan sepiring nasi goreng wortel lengkap dengan telurnya.
" Gin, mas berangkat ya? kamu baik - baik dirumah ya?"
" Ia mas, mas Bay juga baik - baik kerjanya ya? jangan lupa ini bekalnya dimakan. Awas klo ga dimakan, tidur diluar ntar malam....!" Sambil memonyongkan bibirnya
" Hahahahah... galak amat si bu?? ya da mas pergi ya.."
__ADS_1
Bay pergi dengan menaiki taxi. Nagin semakin sayang kepada Tuannya itu. Ia berharap Tuannya itu menepati janjinya, akan segera menikahinya.
Kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Hari pertama kerja, Bay sudah mendapatkan pujian dari pak Bambang. Semua para staf kantor bangga sekali dengan adanya Bay bergabung di perusahaan itu.
Tak dipungkiri , tenyata pak Bambang menyukai sosok dan kepribadian
Bay. Ia ingin sekali menjodohkan Bay dengan putrinya.
Kalau urusan proyek, Bay paling jago. Bay sangat ditakuti oleh klien dimana pun berada. Bay anak yang pintar, tidak pernah ada proyek yang gagal ditangan Bay. Setelah Bay bergabung di perusahaan pak Bambang, banyak perusahaan - perusahaan asing ingin menanamkan modalnya. Ya perusahaan itu pun semakin maju pesat.
Hasil jerih payah Bay pun dibayar mahal. Ia sudah bisa membeli sebuah rumah dan mobil. Rumah mewah di kawasan elite dan mobil Mercedes Benz AMG Cla 45 keluaran terbaru.
Keuangan Bay pun kembali membaik. Sudah ada beberapa property yang ia beli. Bay kini sudah kembali seperti dulu lagi.
Nagin..ya Nagin...menjadi cemas dan takut karena Tuannya itu sudah kembali seperti dulu lagi. Ia takut akan menemukan wanita idaman yang lain. Pengusaha tampan dengan banyak uang, sangat gampang mendapatkan wanita yang lebih cantik dari nya. Apalah daya Nagin hanya gadis desa, ia hanya bermodalkan cantik dan tata krama yang sopan.
Nagin hanya bisa pasrah biarlah Tuhan yang menentukan siapa jodohnya kelak.
Kesuksesan Bay terdengar ke seantero beberapa kota. Para pegawainya yang dulu keluar dari perusahaannya, kini mereka hanya bisa bangga melihat atasannya itu dulu sekarang sudah sukses kembali.
Begitu juga dengan Jenni, ia pun bangga dengan kesuksesan Bay. Ya..Bay semakin kaya. Jenni pun menyesali perbuatannya, dulu ia telah meninggalkan Bay disaat Bay sakit. Orang tua Jenni pun memaksa agar Jenni kembali mendekati Bay.
Begitu juga Johan, ia pun tak mau bersaing lagi didalam pekerjaan. Pak Jo yang dulunya pernah berhenti, kini Bay memanggilnya kembali.
Semua telah kembali seperti dulu lagi. Bay dan Nagin sangat bahagia dengan semua ini.
Bay sangat berterima kasih kepada Nagin, ya karena Nagin telah merawatnya dan berdoa hingga Tuannya itu sukses seperti sekarang ini.
Sepulang dari kantor, Bay mengajak Nagin melihat rumah yang akan mereka tempati. Rumah itu cukup besar dan sangat mewah sekali.
" Nagin, ini semua bisa kita lalui berkat doa - doa kamu...!"
__ADS_1
" Doa kita bersama mas Bay. Semoga mas Bay semakin sukses ya? jangan lupa selalu bersyukur ya mas..."
Bay hanya menganggukan kepalanya lalu memeluk Nagin dan mencium kening Nagin. Ya saat itu Nagin dan Bay sangat bahagia sekali, sehingga membuat Author cemburu heheheheh....